Sumber : http://blogseotest.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-artikel-terkait-bergambar.html#ixzz2HNYeE9JU

Pages

Blogroll

Tampilkan postingan dengan label Buka ketika masuk salat Isya`. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buka ketika masuk salat Isya`. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Mei 2019

Fase ke 14 Jawabanku untuk syaikh Ahmad ahli hadis dari Saudi anggota grup pakar ahli hadis internasional







tulah jawaban sy kepada syaikh Ahmad  dosen  di Jamiah rayah di Sukabumi . Bbeliau menggunakan  nomor telpon Saudi saat menjadi anggota  grup pakar ahli hadis internasional . Sy katakan dlm jawaban itu apakah mungkin para sahabat berbuka ketika maghrib dan langit masing terang , tidak gelap. Sebab al quran menyatakan  bahwa berbuka puasa itu hrs mlm dan sinar siang tlh tiada 187 baqarah. Seluruh hadis yg menjelaskan berbuka puasa ketika maghrib it  dr perawi tunggal dan nyeleneh, serta munkar dan menyelelisihi al quran . Sy katakan  ini dimuka pakar ahli hadis  para doktor dan masyayekh dan jrng sekali mereka  yg membantah, al hamdulillah

Senin, 12 Juni 2017

Fase ke 7. Berbuka ketika adzan Maghrib membatalkan

Fase ke 7. Berbuka ketika adzan Maghrib membatalkan puasa
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hanbal, telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq, telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Tsabit Al Bunani bahwa ia telah mendengar Anas bin Malik berkata
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
; Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbuka dengan beberapa ruthab (kurma yang belum masak) sebelum melakukan shalat, jika tidak ada mk berbuka degan beberapa tamar ( kurma yg sdh masak ) Dan apabila tidak ada kurma maka beliau minum air beberapa teguk / kali
HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164 HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164 .
Cacat dr sg sanad :
المسند الجامع (1/ 474)
عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ، أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ، فَعَلَى تَمَرَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ.
المسند الجامع (1/ 475)
أخرجه أحمد 3/164 (12705. وأبو داود (2356) قال: حدَّثنا أحمد بن حَنْبَل. والتِّرْمِذِيّ" 696 قال: حدَّثنا مُحَمد بن رافع.
كلاهما (أحمد، وابن رافع) قالا: حدَّثنا عَبْد الرَّزَّاق، قال: حدَّثنا جَعْفَر بن سُلَيْمان، قال: حدَّثني ثابت، فذكره.
قال أبو عِيسَى التِّرْمِذِي: هذا حديثٌ حَسَنٌ غريبٌ.
Hadis tsb hanya di riwayatkan oleh Abd Razzaq , bahkan juga tafarrud pd Ja`far bin Sulaiman perawi Irak yang Syi`ah bukan perawi Madinah.
ــ جعفر بن سليمان الضبعى ، أبو سليمان البصرى ، مولى بنى الحريش
المولد :
الطبقة : 8 : من الوسطى من أتباع التابعين
الوفاة : 178 هـ
روى له : بخ م د ت س ق
مرتبته عند ابن حجر : صدوق زاهد لكنه كان يتشيع
مرتبته عند الذهبـي : ثقة ، فيه شىء مع كثرة علومه ، قيل : كان أميا ، و هو من زهاد الشيعة
Ja`far bin Sulaiman yg wafat pd tahun 178 H termasuk tingkat pertengahan dr pengikut tabiin . Beliau terkenal sbg tokoh Syi`ah yg zuhud.
البدر المنير (5/ 698)
وَقَالَ الْبَزَّار: لَا أعلم من رَوَاهُ عَن ثَابت، عَن أنس إِلَّا جَعْفَر بن
سُلَيْمَان. وَذكره ابْن عدي (8) أَيْضا فِي أَفْرَاد جَعْفَر، عَن ثَابت. وَقَالَ ابْن
أبي حَاتِم فِي «علله» (9) : سَأَلت أبي وَأَبا زرْعَة عَنهُ فَقَالَا: لم يرفع إِلَّا من
حَدِيث عبد الرَّزَّاق، وَلَا نَدْرِي من أَيْن جَاءَ بِهِ. وَرَوَى التِّرْمِذِيّ (10)
Intinya , Al Bazzar menyatakan hadis itu hanya Ja`far yg meriwayatkannya . Bahkan Ibn a dy menyebutnya dlm afrad Ja`far atau hadis yg hanya Ja`far yg meriwayatkannya.
Ibn Aby Hatim berkata dlm kitab Ilalnya : Aku bertanya kpd ayahku dan Abu Zar`ah ttg hadis itu , lalu beliau menyatakan : Hanya Abd Razzaq yg memarfu`kan hadis itu ( Hanya Abd Razzaq yg menyatakan hadis itu benar dari tindakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ). Dan kami tdk tahu dr mn dia bisa mengetengahkan hadis spt itu. Al Badrul munir 698/5
Cacat dr sg redaksi hadis :
Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbuka dengan beberapa ruthab (kurma yang belum masak) sebelum melakukan shalat, jika tidak ada mk berbuka degan beberapa tamar ( kurma yg sdh masak ) Dan apabila tidak ada kurma maka beliau minum air beberapa teguk / kali
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Hadis itu menyatakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berbuka sblm salat Maghrib. Di masa pengikut tabiin , hanya Ja`far yg tahu hadis itu. Dan mrk sampai mati tdk phm hadis itu.
Bila hadis itu di ikuti, mk kita akan kufur pd ayat 118 Baqarah yg menyatakan berbuka harus waktu mlm. Sdg adzan Maghrib menurut ayat 114 Hud adalah adzan untuk salat akhir siang yaitu salat Maghrib.
Kita ikut ayat – yaitu berbuka di waktu mlm bukan masih sore lebih baik dr pd kita berbuka ketika adzan Maghrib yg note bennya masih sore bukan malam.
Hadis itu jls menentang al quran ayat 118 Baqarah dan 114 Hud.
Bila di buat pegangan , mk kita ini sm dg kufur pd ayat 187 Baqarah dan 114 Hud untuk percaya pd hadis yg munkar itu.
Kita kufur pd Allah untuk beriman kpd perawi Syi`ah yaitu Ja`far bin Sulaiman – sumber utama keluarnya hadis itu .
Bila kita ikut hadis itu mk kita sama dg mengfungsikan hadis munkar itu di atas ayat . Dan ini menyesatkan.
Bila kita ikut hadis itu, mk kita termasuk ingkarul ayat untuk iman pd hadis yg munkar .
Kita buka ketika adzan Maghrib sm dg kita ragu kebenaran ayat quran , ingat ayat ini :
ذَلِكَ بِأَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا اتَّبَعُوا الْبَاطِلَ وَأَنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّبَعُوا الْحَقَّ مِنْ رَبِّهِمْ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ لِلنَّاسِ أَمْثَالَهُمْ(3)
Yang demikian adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti yang hak dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka. Muhammad 3
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kebenaran dari Allah adalah ayat al quran spt ayat ;
فَلاَ تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يُؤْمِنُونَ(17)
karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur'an itu. Sesungguhnya (Al Qur'an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. Hud 17.
وَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي مِرْيَةٍ مِّنْهُ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً أَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيمٍ
Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap Al Quran, hingga datang kepada mereka kiamat dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat. Al Haj 55.
Berbuka yg tepat adalah waktu malam, bukan waktu sore atau siang.Yaitu ketika masuk Isya` sebab salat Isya` itu termasuk bagian dari malam zulafan minallail 

 karena berpegangan kpd ayat 187 Baqarah dan 114 Hud. Bukan pendapat orang tapi langsung dalil ayat. Dan bukan pendapat saya tapi dalil quran . 

Fase ke 6. Berbuka ketika adzan Maghrib membatalkan puasa

Fase ke 6. Berbuka ketika adzan Maghrib membatalkan puasa
. (حديث مرفوع) أَخْبَرَنَا ابْنُ خُزَيْمَةَ ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي صَفُوَانَ الثَّقَفِيُّ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ ، حَدَّثَنَا سُفِيَانُ ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " لا تَزَالُ أُمَّتِي عَلَى سُنَّتِي مَا لَمْ تَنْتَظِرْ بِفِطْرِهَا النُّجُومَ " ، قَالَ : وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ صَائِمًا أَمَرَ رَجُلا فَأَوْفِي عَلَى شَيْءٍ ، فَإِذَا قَالَ : " غَابَتِ الشَّمْسُ " ، أَفْطَرَ .
…………, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: : Umatku selalu mengikuti sunnahku selama tdk menantikan bintang – bintang ketika berbuka.
Perawi berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bila dlm keaadaan puasa , memerintah seorang lelaki lalu naik di atas sesuatu . Bila dia berkata : “ Matahari telah terbenam “ , mk beliau berbuka . HR Ibn Hibban .
Cacat sanad :
Hadis itu hanya di riwayatkan oleh Muhammad bin Abi Shofwan ats tsaqafi , identitasnya sbb:
ــ محمد بن عمرو بن نبهان بن صفوان الثقفى البصرى ، و يقال له محمد بن عمرو بن أبى صفوان ، و يقال محمد بن أبى صفوان
المولد :
الطبقة : 11 : أوساط الآخذين عن تبع الأتباع
الوفاة :
روى له : ت
مرتبته عند ابن حجر : مقبول
مرتبته عند الذهبـي : لم يذكرها
Muhmmad bin Abu Shofwan: .Dia tingkat ke 11 dr kalangan perawi yg mengambil / mendengar riwayat dr tabaul atba` yg berahir pd tahun 260 H.
Jd pada saat itu , hadis tsb masih di kethaui satu orang – yaitu Muhammad bin Abi Shofwan . Tiada orang lain tahu hadis tsb kcl dia. Sanad sedemikian ini termasuk tafarrudatil iraqiyyin – atau perawi Iraq yg tafarrud sehingga hadisnya di nilai lemah sbgmn kaidah ilmu hadis .
Dalam majalah Buhus Islamiyah terdapat keterangan:
ولهذا نقول إنه ينبغي لطالب العلم أن ينظر أن من قرائن الإعلال والرد للأحاديث، في تفردات الكوفيين والعراقيين على وجه العموم،
مجلة البحوث الإسلامية
Karena ini, kami katakan: Layak sekali bagi thalib ilm untuk melihat bahwa sebagian tanda cacat dan tertolaknya beberapa hadis adalah tafarrudnya perawi Kufah dan Irak secara umum (seperti hadis masalah Bilal tadi).
Boleh kita buktikan sanadnya sbb:
صحيح ابن خزيمة ط 3 (2/ 990)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي صَفْوَانَ الثَّقَفِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْد الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، حَدَّثَنَا سُفْيَان، عَنْ أَبِي حَازِمٍ [212 - ب]، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّه - صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -:
صحيح ابن حبان - مخرجا (8/ 277)
- - أَخْبَرَنَا ابْنُ خُزَيْمَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي صَفْوَانَ الثَّقَفِيُّ، [ص:278] حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
المستدرك على الصحيحين للحاكم (1/ 599)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ الْحَافِظُ، أَنْبَأَ عَبْدَانُ الْأَهْوَازِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي صَفْوَانَ الثَّقَفِيُّ، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، ثنا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ:
Dari keterangan tsb , bisa di ambil kesimpulan bahwa hadis itu hanya bersumber dari satu orang yaitu Muhammad bin Abu Shofwan .Orang Irak bukan penduduk Madinah.
Dari segi sanad , hadis itu adalah munkar , bukan hadis sahih . Makanya Bukhari Muslim , Tirmidzi, Abu Dawud dan seluruh imam kutub sittah tdk meriwayatkannya. Setahu sy bgt.
Cacat redaksi :
Kalimat ini : “Nabi shallallahu alaihi wasallam bila dlm keaadaan puasa , memerintah seorang lelaki lalu naik di atas sesuatu . Bila dia berkata : “ Maahari telah terbenam “ , mk beliau berbuka .”. kalimat itu tambahan peawi berikutnya bukan perawi Sahal bin Sa`ad.
المسند الجامع (7/ 276)
(*) قال ابن خُزَيمة: هكذا حدثنا به ابن أَبي صَفوان، وأَهابُ أن يكون الكلامُ الأخيرُ عن غير سَهل بن سهل، لعله من كلام الثوري، أو من قولِ أَبي حازم، فاُدرجَ في الحديث.
Intinya : Kata Ibn Huzaimah seolah kalimat itu (Nabi shallallahu alaihi wasallam bila dlm keaadaan puasa , memerintah seorang lelaki lalu naik di atas sesuatu . Bila dia berkata : “ Maahari telah terbenam “ , mk beliau berbuka .) tambahan dari perkataan Tsauri .
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Berhubung tambahan yg di sisipkan dlm hadis mk tdk bisa dibuat pegangan, lepaskan sj. Bila di buat pegangan menyesatkan . Tambahan kalimat Nabi shallallahu alaihi wasallam berbuka ketika matahari terbenam itu adalah tambahan perawi bukan aslinya.
Hadis itu tdk bisa di buat pegangan untuk berbuka ketika matahari terbenam . Sbb kalimat itu dr perawi yg tdk menjumpai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam .
Bila di buat pegangan akan menyalahi ayat 187 Baqarah yg memerintah berbuka pd waktu malam dan ayat 114 Hud yg menyatakan bahwa adzan Maghrib adalah masih di sebut siang / sore bukan malam . Dan kelirulah berbuka saat adzan Maghrib sbb blm malam . Ia masih sore dan sore itu bukan malam. Sdg perintah berbuka ketika malam. Dan berbukalah ketika malam dan dan ketika waktu salat Isya` masuk . 
Cacat redaksi berikutnya :

Bila di ikuti, mk kita akan menyalahi ayat 187 Baqarah yg memerintahkan berbuka ketika malam bukan ketika adzan Maghrib yg masih sore . Dan salat Maghrib sendiri termasuk akhir salat siang bukan awal salat malam. Rujuklah ke ayat 114 HUd.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengikuti ayat / wahyu . Jadi sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dlm berbuka adalah ketika malam. Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tdk akan menyalahi ayat. . lihat ayatnya :
وَاتَّبِعْ مَا يُوحَىٰ إِلَيْكَ وَاصْبِرْ حَتَّىٰ يَحْكُمَ اللَّهُ ۚ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ
Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. Yunus 108
إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ
Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Al an`am 50

fase ke 5 buka ketika adzan Maghrib batalkan puasa

Fase ke 5. Berbuka ketika adzan Maghrib membatalkan puasa
Anda menyatakan:
[14:32, 6/7/2017] +62 856-4668-6644: mohon cantumkan hadits rasulullah atau atsar para salaf (sahabat, tabiin, tabiut tabiin) yg mereka tidak langsung berbuka saat maghrib tiba... tapi nunggu dulu sampai benar2 gelap ! atau menurut istilah Ust. @Mahrus Ali harus nunggu sekitar 30 menit dulu...
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kalau dr tindakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat berbuka setelah salat Maghrib , sy tdk menjumpai hadisnya nya.
Realitanya tdk ada.
Yg ada hanya hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berbuka sblm salat Maghrub dan itupun bila di kaji sanad dan matanya cacat bahkan munkar atau gharib. Apa lagi bertentangan dg ayat quran 114 HUd dan 187 Baqarah.
Bila sdh jls tdk ada hadis sahih , Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berbuka ketika matahari terbenam atau ketika adzan , mk silahkan anda cantumkan hadis sahih menurut anda yg menyatakan spt itu . Dan ulaslah sanad dan matannya . Sy akan bc dan akan memberikan jawaban.
Realita Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berbuka setelh adzan juga tdk ada yg sahih. Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berbuka setelah salat Maghrib jg tdk ada yg sahih . Mk kita punya pegangan dr al Quran. Yaitu berbuka ketika malam dan setelah salat Maghrib spt ayat 114 Hud dan 187 Baqarah.
Bg orang yg berbuka ketika adzan Maghrib akan menyalahi ayat quran tadi dan tdk punya landasan hadis yg sahih sanad dan matanya . Bila ada , tolong kaji dulu sanad dan matannya. Atau tulislah dg ulasan yg obyektif.
Bila ada hadis yg sahih Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berbuka ketika adzan Maghrib, mk akan bertentangan dg ayat dan ini tanda kelemahan menurut ahli ilmi.
Untuk atsar sahabat yg berbuka ketika adzan Maghrib silahkan tunjukkan .
Dan d pihak kami sudh menunjukkan atsar bahwa Umar dan Usman berbuka setelah salat Maghrib.
Anda menyatakan:
mohon cantumkan teks2 dari kitab para imam dan ulama mu'tabar yg menyatakan tidak boleh buka saat adzan maghrib !
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Seandainya ada teks dt kitab kuning yg memperbolehkan berbuka ketika adzan maghrib , lalu di ikuti mk ttp menyalahi ayat 114 hud yg menyatakan adzan maghrib masih siang dan buka puasa hrs malam sbgmn ayat 187 Baqarah.
Aneh sekali anda , sdh jls ayatnya minta pendapat ulama . Kalau di kasih pendapat ulama , nanti anda akan minta qurannya . Ya bgtulah manusia yg kurang percaya pd al quran itu. Bila percaya pd qura akan cukup dg ayat .
Syaik As suba`I telah merumuskan tanda kelemahan hadis sampai tujuh belas point.
Yang nomer sembilan sbb:
9ـ ألا يخالف القرآن
“Hadis itu harus tdk bertentangan dengan al quran” .
Bila hadis tsb mash disahihkan , maka mana yg kita ambil , al qurannya atau hadisnya.
Ibnu Abbas sbb:
تُوشِكُ أَنْ تُنْزَلُ عَلَيكُمْ حِجارَةٌ مِنَ السَّمَاءِ... أَقُوْلُ قَالِ رَسُولُ اللهِ ( صَلَّى اللَّهُ عَلَيه وَسَلَّمَ ) وَتَقُولُونَ قَالِ أَبُو بَكَرَ وَعُمَرُ ؟!
Hampir sj turun atasmu batu dari langit... Aku berkata: Rasulullah (saw) bersabda dan Anda mengatakan, Abu Bakar dan Umar?”
Apalagi sdh ada ayatnya , mlh Tanya pendapat ulama.
Bgmn bila pendapat ulama bertentangan dg al quran. Karena itu cukuplah dg ayat al quran . dan ingatlah perkataan Imam Malik:
إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
Aku hanyalah manusia , terkadang pendapatku benar , di lain waktu kadang salah . Karena itu , cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah .
Dlm masalah perbedaan pendapat mk kembalikan kpd alloh dan RasulNya. Bila ayat dan hadis bertentangan , mk dahulukan ayatnya.
Anda menulis lg :
RENUNGAN :
1. jika alasan gelap sbg patokan berakhirnya siang atau masuknya malam, bukankah kala subuh tiba itu masih gelap, tapi kenapa dianggap sebagai awal siang (yg anda identikkan dg terang) ??? kenapa gak dikatakan masih malam saja ??? dan siang baru dikatakan udah tiba klo gelapnya sudah hilang..
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Maunya km berbukalah sekalipun masih padang, bukan malam yg gelap. Bila bgt maumu mk akan menyalahi ayat 187 Baqarah yg memerintah agar puasa di sempurnakan sampai malam.
Subuh masih gelap itu tanda fajar blm terbit. Dan tdk sah menjalankan salat dlm keadaan spt itu.
Tanda fajar terbit itu kedaaan sdh tampak terang . Bila masih gelap waktu adzan Subuh , tanda fajar blm terbit. Apakah bisa di katakana fajar shadiq terbit dan keadaan masih gelap gulita. Kita ini sm tdk ngerti fajar terbit atau blm . kita ini hanya taklid buta pd ilmu hisap dlm hal ini. Karena itu banyak ulama yg mempersoalkan adzan Subuh ini . .Al bani sendiri menganjurkan agar di tunda lagi 25 ment setelah adzan Subuh.bgt juga Utsaimin
Untuk saya , mk sering saya berjamaah Subuh sekitar jam 5 pagi kurang lima menit atau jam lima pagi dlm keadaan sudah padang/ terang. Ini lebih tepat dan tdk ragu lagi . Seluruh ulama menyatakan sah salat dlm keada an spt ini. .Sy pilih keadaan terang dan sy tdk menjalankan salat Subuh dlm keada an gelap gulita.
Jadi adzan Subuh di masjidil haram atau madinah itu menurut Utsaimin blm tepat , masih keliru dan salatnya juga keliru. Salatnya di lakukan blm waktunya dan bersajadah sekalian , tambah keliru. Sekalipun di masjidil haram atau di masjid Bali. Kalau benar di katakan benar dan kalau salah ttp di katakan salah.
Anda menyatakan:
2. yg mengkhawatirkan adalah klo kita ini jatuh pada kesalahan bahkan kesesatan pemahaman karena terlalu tekstual dan mengedepankan logika/akal/pendapat pribadi kita dalam memahami ayat-ayat dan hadits2 Rasulullah...
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kita jls benar , tdk hawatir salah . Kalau yg berbuka ketika adzan Maghrib jls menyalahi ayat 114 Hud dan 187 Baqarah. Tdk hawatir lg atas kesalahannya.
Saya dlm menentukan berbuka puasa ini bukan pendapat sy tp ayat 187 Baqarah dan 114 Hud. Pemahaman ayat itu bgt, bukan pendapat sy.
Terus bila pemahaman ttg ayat itu salah , mk silahkan tunjujkkan mn yg bena dr pemahaman itu . Jlskan.
Kita hrs jls ttg ajaran Islam sblm mati , jngn masih bimbang jelang kematian .
Anda menyatakan :
3. yg mengkhawatirkan juga bagaimana bisa ribuan para imam/ulama/auliya'/fuqoha/muhaddits/mufassir/ushuli yg luar biasa mumpuni selama 1400 tahun gak ada yg paham masalah ini (buka ga boleh pas adzan maghrib) dan barulah ditahun 1438 kita yg berhasil paham tentangnya ?
Komentarku ( Mahrus ali ) : pernyatan spt itu tdk ilmiyah, dan tidak obyektif.
Perkataan seperti itu persis dengan sinyalemen orang – orang kafir ketika menolak kebenaran :
وَمَا سَمِعْنَا بِهَذَا فِي ءَابَائِنَا الْأَوَّلِينَ
Dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu". Al qashas 36.
Karena itu, jangan ikut perkataan orang kafir dulu atau sekarang tapi ikutilah perkataan orang mukmin yaitu sami`na wa atho`na kepada dalil dari Allah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ada atau tidak ada ulama yang berfatwa itu bukan persoalan . Yang penting itu dalil.
Ibnu Utsaimin jg pernah menyatakan : Tdk menjadi sarat kebenaran hrs sama dg pendapat ulama dulu .
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bahkan , mungkin juga ulama dulu salah dan ulalma sekarang benar . Bgmn km bila seorang mujaddid dtg lalu menyalahkan pendapat ulama dulu . Apakah km menentang nya ?
Ajaran Islam ini sdh banyak berobah, mk hrs di kembalikan kpd ajaran Allah dan RasulNya yg asli bukan pd ulama.
Kita haram ikut guru yang keliru dan kita harus mengikuti dalil untuk menghurmati ayat :
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ ا‏ ْلآ‏خِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Nisa` 59
Kita haram ikut ulama yang menyelisihi sahabat karena menghurmati dalil :
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ(100)
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. 100 Tobat
Anda menyatakan :
. yg mengkhawatirkan juga bagimana bisa orang satu dunia salah semuanya selama berabad abad, dan hanya kita (komunitas kecil ini) yg benar dalam masalah tatacara berbuka ini ?
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Maunya kita ikut mayoritas yg berbuka ketika adzan Maghrib .. Bgmn kalau kita ikut tahlilan sj untuk mengikuti mayoritas. Memang pengikut kebenaan itu sedikit . Lihat ayatnya :
قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا
Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil". Al Isra` 62
Dan beruntunglah orang yg gharib sbgmn disebut dlm hadis . Dan rugilah otang yg ikut mayoritas.
Anda menyatakan :
6. surga yg luasnya seluas langit dan bumi bisa2 sepi mlompong dg sedikit penghuni... karena semua kaum muslimin diadzab dineraka jahannam gara2 gagal paham masalah berbuka puasa, sehingga puasanya gak sah semua sebab tiap maghrib tiba mereka menyegerakan berbuka...
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Maunya orang yg berbuka puasa ketika adzan yg masih padang itu di benarkan lalu kita menyalahi ayat 114 Hud dan 187 Baqarah .

Bila mrk gagal phm dlm salat wajib atau puasa sdh tentu di katakan keliru menurut agama dan tdk akan di masukkan ke Surga. Maunya orang yg keliru salatnya dan puasanya di masukkan ke surga. .

Minggu, 11 Juni 2017

Farouq Hudzaifah al atsari menulis:


.
شرح الزرقاني على الموطأ (1/ 490)
قَالَ الْقُرْطُبِيُّ: وَهَذَا أَقْوَى حُجَّةً لِمَنْ قَالَ: الْعَصْرُ، لِأَنَّهُ يُشْعِرُ بِأَنَّهَا أُبْهِمَتْ بَعْدَمَا عُيِّنَتْ،
Intinya al qurthubi menyatakan paling kuat adalah pendapat salat Asar adalah salat Wustho .
لقول الثاني : أنها صلاة العصر .

وهذا قول أكثر أهل العلم ، وهو القول الصحيح المعتمد ، لدلالة السنة الصحيحة عليه .
Intinya , Mayoritas ahlu ilmi menyatakan  salat Asar adalah salat wustho – itulah yg benar yg bisa dibuat pegangan  karena petunjuk dr sunnah yg sahih.
"وهو قول علي بن أبي طالب ، فقد روى الترمذي والنسائي من طريق زر بن حبيش قال :
قلنا لعبيدة : سل عليا عن الصلاة الوسطى . فسأله فقال : كنا نرى أنها الصبح ، حتى سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول يوم الأحزاب : (شَغَلُونَا عَنْ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى ، صَلَاةِ الْعَصْرِ).
Intinya : Imam Ali bin Abi Thalib jg berpendapat bahwa salat Wustho adalah salat Asar > Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   bersabda pd perang  Ahzab  : Mereka bikin sibuk kami , hingga kami lalai  terhadap salat wustho yaitu salat Asar.
وبه قال ابن مسعود وأبو هريرة ، وهو الصحيح من مذهب أبي حنيفة ، وقول أحمد ، والذي صار إليه معظم الشافعية لصحة الحديث فيه .
Pendapat Ibn Mas1ud , Abu Hurairah , dan yg sahih  dr madzhab Abu Hanifah, pendapat Imam Ahmad dan kebanyakan ulama syafiiyah jg menyatakan salat wustho adalah salat Asar .

قال الترمذي : هو قول أكثر علماء الصحابة .
Tirmidzi menyatakan : Itu pendapat mayoritas sahabat
وقال الماوردي : هو قول جمهور التابعين .
Mawardi menyatakan : Itulah pendapat mayoritas tabiin
وقال ابن عبد البر : هو قول أكثر أهل الأثر .
Ibn Abdil bar jg berkata : Itulah pendapat mayoritas ahlul atsar
وبه قال من المالكية ابن حبيب وابن العربي وابن عطية" انتهى من " فتح الباري " (8/196) .
Ibnu Habib , Ibnul arabi  dan Ibn Athiyah dr kalangan madzhab Maliki  jg berpendapat salat Asar adalah salat wustho .
وقال النووي رحمه الله :

"الذي تقتضيه الأحاديث الصحيحة أنها العصر ، وهو المختار" انتهى.
Imam Nawawi menyatakan: “ menurut hadis – hadis yg sahih  salat wustho adalah Asar”
https://islamqa.info/ar/129636
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Dg demikian salat terahir siang adalah Maghrib dan adzan Maghrib masih termasuk siang . Tdk boleh  berbuka ketika mendengarnya. Bila berbuka , mk sia – sia puasanya. Di akhirat tdk mendapat pahala puasa  dan termasuk orang yg meninggalkan puasa Ramadhan seluruhnya bila terus menerus  berbuka ketika adzan  Maghrib.



3. membatalkan Ijma'?
Ijma batal hanya ketika diketahui ada pendapat yg lain, klo tdk diketahui ada pendapat yg lain maka Ijma tetap ada... para Ulama yg membatalkan ijma di beberapa masalah hal itu dikarenakan mreka mengetahui pendapat yg lain.. sekarang bawakan satu saja seorang Alim Mujtahid yg berpendapat dengan apa yg antum ikuti dlm mslh ini.. klo tdk ada maka klaim Ijma tetap dan tidak bisa dibatalkan..!
nentang menurut siapa??
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Tidak ada ijma`. Mn dalil yg menyatakan Ijma` adalah landasan hukum .
Ini jawaban sy yg lalu :
Ada sebagian ulama menyatakan:
وكم من إجماعٍ نقلوه وهو أبطل من الباطل. ولنا أن نذكر مقولة الإمام أحمد: «من ادعى الإجماع فهو كاذب
Banyak  ijma` yang mereka kutip  ternyata paling keliru. Kita ingat perkataan Imam Ahmad : Barang siapa yang  menyatakan Ijma` adalah  pendusta.
Ibnu Taimiyah berkata:
ولكن كثير من المسائل يظن بعض الناس فيها إجماعا ولا يكون الأمر كذلك بل يكون القول الآخر أرجح في الكتاب والسنة.
Tapi banyak sekali masalah – masalah yang dikira sebagian manusia mendapat Ijma`. Tapi hakikatnya  tidak begitu. Bahkan perkataan lainya  lebih  rajih ( dominan ) dalam  kitab al Quran dan sunnah ( maksudnya pendapat yang lain lebih cocok  menurut  al quran dan sunnah ) . Lihat  di Majmu`  fatawa  juz 20
Ibnu Hazem berkata:
المحلى [مشكول و بالحواشي] - (ج 7 / ص 345)
وَرَحِمَ اللَّهُ أَحْمَدَ بْنَ حَنْبَلٍ فَلَقَدْ صَدَقَ إذْ يَقُولُ: مَنْ يَدَّعِي الإِجْمَاعَ فَقَدْ كَذَبَ، مَا يُدْرِيهِ لَعَلَّ النَّاسَ اخْتَلَفُوا  لَكِنْ لِيَقُلْ: لا أَعْلَمُ خِلافًا، هَذِهِ أَخْبَارُ الْمَرِيسِيِّ، وَالأَصَمِّ.
Semoga Allah memberi rahmat  kepada Imam  Ahmad bin Hambal . Sungguh benar beliau ketika  berkata: Barang  siapa yang mengaku Ijma` maka  sungguh dia berdusta.  Apakah dia tahu  barang kali manusia beda pendapat. Tapi katakan saja: Aku tidak tahu hilap dalam masalah ini. ………. Ini  adalah  berita – berita al marisi dan al asham (  ya`ni kabar Burung ).
وقال ابن القيّم :
« وكذلك الشافعي أيضا نصّ في رسالته الجديدة على أنّ ما لا يعلم فيه خلاف لا يقال له إجماع ، ولفظه لا يعلم فيه خلاف ، فليس إجماعا

Ibn Qayyim berkata: Begitu juga Imam Syafii menulis nas dalam  risalahnya yang baru bahwa  masalah yang  tidak diketahui terdapat hilap padanya  tidak boleh dikatakan Ijma` . Kalimatnya :
لا يعلم فيه خلاف ، فليس إجماعا
Tiada  hilap dalam suatu masalah bukan menunjukkan  Ijma`.

Sdh ada dalil ayat al quran , mk tdk perlu menengok perkataan alim mujtahid yg menyelisihinya.

Anda menyatakan:

hadits klo sdh terpenuhi syarat2 shahih pasti tdk akan bertentangan dgn ayat.. yg ada otak yg melihat nya bertentangan yg rusak, krna hadits2 adalah tafsir untuk ayat alquran.. siapa lg yg paling baik menafsirkan al Qur'an klo bukan Rosululloh shollallohu'alaihiwasallam sendiri
ga ada di definisi ulama syarat shahih itu tdk bertentangan dgn ayat
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Mankna hadis yg bertentangan dg al quran harus di lemahkan .
Syaik As suba`I telah merumuskan tanda kelemahan hadis  sampai  tujuh belas point.
Yang nomer sembilan sbb:
9ـ ألا يخالف القرآن
“Hadis itu harus tdk bertentangan  dengan al quran” .

Bila hadis tsb mash disahihkan , maka mana yg kita ambil , al qurannya atau hadisnya.
Dan silahkan terangkan dg detil , al quar an menyatakan bahwa  berbuka puasa hrs malam, dan 114 Hud menyatakan salat Maghrib termasuk salat akhir siang dg hadis yg katamu sahih Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   berbuka sebelm salat Maghrib.

Bila kamu menyatakan antara quran dan hadis tdk bertentangan dlm hal ini, mk terangkan dg detil. Dan pakailah rujukan arabnya agar tampak valid lalu diterjemahkan dg benar.

Kamis, 01 Juni 2017

Fase ke 2. Berbuka ketika adzan Maghrib membatalkan puasa

Fase ke 2. Berbuka ketika adzan Maghrib membatalkan puasa
Syaikh Muhammad Shalih al Munjid menulis :
قال الله تعالى : (ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ) البقرة/187 ، والليل في لغة العرب يبدأ من غروب الشمس .
Allah Ta’ala berfirman,
ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ (سورة البقرة: 187)
“Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” SQ. Al-Baqarah: 187
Malam dalam bahasa Arab, dimulai sejak matahari terbenam.
جاء في "القاموس المحيط" (1364) : "اللَّيْلُ : من مَغْرِبِ الشمسِ إلى طُلوعِ الفَجْرِ الصادِقِ أو الشمسِ" انتهى .
Disebutkan dalam qamus Al-Muhith (1364), malam: Dari sejak matahari terbenam hingga terbit fajar shadiq atau terbit matahari.”
وجاء في "لسان العرب" (11/607) : "اللَّيْلُ : عقيب النهار ، ومَبْدَؤُه من غروب الشمس" انتهى .
Disebutkan dalam Lisanul Arab, (11/607), Malam: setelah siang, berawal dari terbenamnya matahari.
وقال الحافظ ابن كثير رحمه الله في تفسير هذه الآية :
"وقوله تعالى : (ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ) يقتضي الإفطار عند غُرُوب الشمس حكمًا شرعيًا" انتهى .
Al-Hafiz Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsirnya tentang ayat ini, “Firman Allah Ta’ala,
ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ)
“Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” SQ. Al-Baqarah: 187
Menunjukkan bahwa waktu berbuka adalah ketika matahari terbenam berdasarkan hukum syariat.” (Tafsir Al-Quranil Azim, 1/517)
https://islamqa.info/ar/110407
Komentarku ( Mahrus ali ) :

Malam dalam bahasa Arab, dimulai sejak matahari terbenam.
جاء في "القاموس المحيط" (1364) : "اللَّيْلُ : من مَغْرِبِ الشمسِ إلى طُلوعِ الفَجْرِ الصادِقِ أو الشمسِ" انتهى .
Disebutkan dalam qamus Al-Muhith (1364), malam: Dari sejak matahari terbenam hingga terbit fajar shadiq atau terbit matahari.”
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Malam menurut kamus bahasa dg malam menurut al quran itu beda, tdk sama.
Devinisi malam yg anda cantumkan adalah : Dari sejak matahari terbenam hingga terbit fajar shadiq atau terbit matahari.”
Jadi berahirnya malam masih kabur , apakah sampai matahari terbit atau fajar shadiq.
Mana yg di pilih. Apakah puasa di mulai dari fajar shadiq terbit atau matahari
terbit ?. Sehingga setelah fajar shadiq terbit kita masih boleh makan dan minum hingga matahari terbit dan setelah salat subuh. Apakah spt itu ?
Bila spt itu , mk makan masih boleh setelah salat Subuh asal matahari blm terbit.
Bila berahirnya malam dr terbitnya fajar shadiq masih benar. Salahnya di kasih atau matahari terbit dlm devinisi malam tadi.
Jadi devinisi itu tdk bisa di buat pegangan untuk puasa.
Kalau menurut al quran devinisi malam itu di mulai setelah habisnya waktu salat Maghrib > Sebab waktu shalat maghrib di katakan sbg waktu ujung siang  dan salat maghrib salat siang yg terahir sbgmn di jlskan dlm ayat 114 Hud kemarin .
Salat maghrib di katakan sbg salat siang yg terahir dan salat subuh sbg permulaan salat siang sbgmn bahasa al quran yg menyebut dg kalimat thorofayin nahar 114 HUd. Atau boleh di katakan dua ujung siang . Ujung yg satu salat subuh dan ujung yg lain salat Maghrib.
Ayatnya sbb:
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ
Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang dan pada sebagian malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. 114 Hud.
Jadi karena salat Maghrib di anggap sbg salat siang terahir , mk adzan Maghrib di kumandangkan waktu siang bukan waktu malam. Bila berbuka saat itu , sm dg berbuka waktu siang. Puasanya batal , tdk dpt pahala dari Allah karena menyalahi perintah Allah dlm surat 187 Baqarah sbb:
ثُمَّ أَتِمُّواْ الصيام إِلَى الليل
Kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam. 187 Baqarah.
Berbuka ketika adzan Maghrib menyalahi ayat itu. Otomatis dpt dosa karena menyalahi ayat.
Berbuka ketika adzan Maghrib mengikuti orang banyak menyalahi Allah yg Maha Esa.
Syaikh Muhammad Shalih al Munjid menulis lg :
وقال الحافظ ابن كثير رحمه الله في تفسير هذه الآية :
"وقوله تعالى : (ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ) يقتضي الإفطار عند غُرُوب الشمس حكمًا شرعيًا" انتهى .
Al-Hafiz Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsirnya tentang ayat ini, “Firman Allah Ta’ala,
ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ)
“Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” SQ. Al-Baqarah: 187
Menunjukkan bahwa waktu berbuka adalah ketika matahari terbenam berdasarkan hukum syariat.” (Tafsir Al-Quranil Azim, 1/517)
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Menurut sy berbuka ketika adzan Maghrib atau matahari terbenam bukan cocok dg sariat sbgmn klaim Ibnu Katsir tapi menyalahi sariat , sbb adzan Maghrib menurut ayat Hud114 termasuk siang bukan malam.
Pendapat Ibnu Katsir itu hrs di cansel atau tertolak karena nyalahi ayat 114 Hud. Kita hormat pd ayat bukan pd pendapat Ibn Katsir . Bila kita ikut pendapat Ibnu Katsir meng akhirkan dalil sm dg menghambakan Allah dan mempertuhankan Ibn Katsir . Kita ingat firmanNya:
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(31)
Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Tobat 31
Imam Syafii berkata:
لَا تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا .
Dalam masalah agama,jangan ikut orang , sebab mereka mungkin juga salah .
Ahlus sunnah yg benar adalah ahlus sunnah mendahulukan dalil dr pd perkataan ulama atau texk kitab arab lainnya.
Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah ttg setan di rantai di bulan Ramadhan , penuh persaudaraan di dua grup WA sy .
Mau ikut , hub 08813270751.082225929198 ,081384008118,0 857-8715-4455

0812-4194-6733