Sumber : http://blogseotest.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-artikel-terkait-bergambar.html#ixzz2HNYeE9JU

Pages

Blogroll

Tampilkan postingan dengan label Cadar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cadar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2013

Larangan pemakaian cadar di kampus Birmingham kemarahan Muslim Inggris




 Larangan pemakaian cadar di kampus Birmingham kemarahan Muslim Inggris

Larangan pemakaian cadar di kampus Birmingham kemarahan Muslim Inggris
Ilustrasi

BIRMINGHAM (Arrahmah.com) - Pelarangan pemakaian cadar bagi mahasiswi dan staf Muslim di kampus dengan alasan “keamanan” telah memicu kemarahan dari Muslim Ingggris.

Dengan alasan keamanan, Birmingham telah mengeluarkan larangan mengenakan cadar atau niqab (penutup wajah) untuk para mahasiswi, staf dan pengunjung di dalam lingkungan kampus.

Pengelola kampus tersebut mengklaim bahwa larangan ini, yang diterapkan mulai tahun ajaran ini, bertujuan untuk agar setiap individu bisa “dikenali lebih mudah setiap saat” dan memberikan lingkungan belajar yang “lebih aman” dan menyenangkan.

Keputusan ini telah menganggu para mahasiswi Muslim yang memakai cadar.

“Ini sangat menyinggung saya, kami mengalami diskriminasi,” kata seorang mahasiswi Muslim berusia 17 tahun di Birmingham Metropolitan College, yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada The Telegraph, dilansir OnIslam.

“Ini memuakkan. Ini adalah pilihan pribadi saya dan Saya benar-benar terkejut ini telah dibawa masuk ke sebuah kampus di pusat kota Birmingham padahal kota ini sangat multikultural dan begitu banyak mahasiswa Muslim,” tambahnya.

“Saya tidak merasa niqab saya mencegah saya dari belajar atau berkomunikasi dengan orang-orang – Saya tidak pernah mengalami masalah di kota ini sebelumnya,” lanjutnya. (siraaj/arrahmah.com)



Larangan pemakaian cadar di kampus Birmingham kemarahan Muslim Inggris
Komentarku ( Mahrus ali): 
Ini sebagian dalil keharusan menutupi aurat bagi wanita keseluruh tubuh,

أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الْحُيَّضَ يَوْمَ الْعِيدَيْنِ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَيَشْهَدْنَ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَدَعْوَتَهُمْ وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ عَنْ مُصَلَّاهُنَّ قَالَتِ امْرَأَةٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِحْدَانَا لَيْسَ لَهَا جِلْبَابٌ قَالَ لِتُلْبِسْهَا صَاحِبَتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا
“Pada dua hari raya, kami diperintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita haidh dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka. Tetapi wanita-wanita haidh menjauhi tempat shalat mereka. Seorang wanita bertanya: “Wahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkan dia keluar)?” Beliau menjawab: “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk dipakai wanita tersebut.”” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan kebiasaan wanita sahabat keluar rumah memakai jilbab. Dan Rasulullah tidak mengizinkan wanita keluar rumah tanpa jilbab, walaupun dalam perkara yang diperintahkan agama. Maka hal ini menjadi dalil untuk menutupi diri. (Lihat Risalah Al Hijab, hal 15, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, penerbit Darul Qasim).
‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata:
كُنَّ نِسَاءُ الْمُؤْمِنَاتِ يَشْهَدْنَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْفَجْرِ مُتَلَفِّعَاتٍ بِمُرُوطِهِنَّ ثُمَّ يَنْقَلِبْنَ إِلَى بُيُوتِهِنَّ حِينَ يَقْضِينَ الصَّلَاةَ لَا يَعْرِفُهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الْغَلَسِ
“Dahulu wanita-wanita mukmin biasa menghadiri shalat subuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka menutupi tubuh mereka dengan selimut. Kemudian mereka kembali ke rumah-rumah mereka ketika telah menyelesaikan shalat. Tidak ada seorang pun mengenal mereka karena gelap.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menutupi diri merupakan kebiasaan wanita sahabat yang merupakan teladan terbaik. Maka kita tidak boleh menyimpang dari jalan mereka itu. (Lihat Risalah Al Hijab, hal 16-17, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, penerbit Darul Qasim).


Selasa, 01 Mei 2012

DPR larang jilbab ingin jadi Tuhan kedua





Pemenang Nobel: Parlemen Turki harus Mengakhiri Larangan Jilba

Pemenang Nobel Tawakkul Karman mengatakan hak-hak perempuan Muslim yang mengenakan jilbab harus dihormati dan anggota parlemen perempuan Turki harus diizinkan untuk memakai jilbab di gedung parlemen, laporan Press TV.
Aktivis Yaman itu membuat pernyataan di ibukota Ankara Turki pada hari Minggu lalu dalam menanggapi pertanyaan tentang situasi di parlemen Turki yang melarang wanita memakai jilbab, situs-situs berita Turki melaporkan.
"Saya pikir bahwa perempuan harus berpartisipasi dalam semua bidang kehidupan politik dan mereka harus berada di dalam institusi kehidupan publik, bahkan tanpa berbicara tentang agama atau jika dia memakai jilbab atau tidak mengenakan jilbab. Ini adalah kebebasan," kata Karman.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa semua wanita harus diizinkan untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik, terlepas dari keyakinan agama mereka atau cara mereka berpakaian.
Karman, yang berbagi hadiah Nobel Perdamaian 2011 dengan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dan aktivis perdamaian Liberia Leymah Gbowee, telah memainkan peran kunci dalam kampanye untuk hak-hak perempuan dan demokrasi di Yaman. (fq/prtv)
Sumber: eramuslim
Komentarku ( Mahrus ali ):
Baca lagi disini:
19 Mar 2012

09 Feb 2012

12 Mar 2012

28 Des 2011