Sumber : http://blogseotest.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-artikel-terkait-bergambar.html#ixzz2HNYeE9JU

Pages

Blogroll

Tampilkan postingan dengan label Kopyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopyah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juli 2017

Fase ke 1. Salat dg kepala terbuka , jawabanku untuk Syaikh Al albani

Fase ke 1. Salat dg kepala terbuka , jawabanku untuk Syaikh Al albani .
ل : ما حكم صلاة الرجل مكشوف الرأس.؟.
الشيخ الألباني : الذي أعتقده الكراهة؛ لأن كشف الرأس هي أيضاً من العادات والتقاليد التي تسربت إلى بلاد المسلمين بسبب استعمار الكافرين لها،
Pertanyaan : Bgmn hukum seorang lelaki melakukan salat dg kepala terbuka ?
Jwb Syaikh al albani :
Saya pikir / yakini ia adalah makruh, karena membuka kepala juga kebiasaan dan tradisi yang telah menjalar ke dalam negara-negara Muslim karena kolonisasi orang-orang kafir ke negara tsb.
فهم أذاعوا عاداتهم وتقاليدهم فيها، فاستمر الكثير من المسلمين في تلك البلاد بعد خروج الكافر منها استمروا متأثرين ببعض عاداتهم ومنها حسر الرأس،
Mereka menyebarkan kebiasaan dan tradisi mereka , terus banyak Muslim di negara itu melanjutkan nya setelah kepergian orang-orang kafir, lalu dipengaruhi oleh beberapa kebiasaan orang kafir termasuk membuka kepala / tanpa kopyah.
وإن كانت البلاد تختلف في هذه العادة، فعادة حسر الرأس في سوريا وفي الأردن في مصر أكثر بكثير من البلاد العربية الأخرى، كـالسعودية واليمن والكويت، و و ... إلخ،
Meskipun negara bervariasi dalam kebiasaan membuka kepala. Tradisi buka kepala di Suriah , Yordania, Mesir, lebih dominan dari negara-negara Arab lainnya seperti Arab Saudi, Yaman, Kuwait dsb.
فلما كانت هذه العادة ليست عادة إسلامية، فالمفروض أن المسلم يدخل في الصلاة في أحسن زينة؛ لقوله تعالى
Ketika kebiasaan ini bukan tradisi Islam , seharusnya seorang Muslim ketika masuk dalam shalat untuk mengenakan pakaian terbaik . Karena Allah berfirman :
: (( يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ )) ، والزينة هنا وإن كانت من حيث سبب نزول الآية تعني ستر العورة، لكن العبرة بعموم اللفظ وليس بخصوص السبب، هذا أولا.
( 31 ) Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid al a`raf 31.
Zinah di sini, meskipun dalam hal penyebab turunnya ayat ini adalah menutupi aurat, tapi yg di buat pegangan adalah kalimat yg umum dan bukan sebab nuzulnya ini yg pertama ………
http://www.albanyimam.com/files/split-189-12.mp3
المصدر: سلسلة الهدى والنور للألباني : رقم الشريط(189).
يتبع،،،،
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Syaikh Nashiruddin menyatakan bahwa membuka kepaa dlm salat adalah makruh dan ia termasuk adat istiadat non muslim.
Perkataan tsb tdk memiliki landasan , artinya omong kosong belaka. Perkataan yg keiru dan menyesatkan, tidk benar . Ia bertentangan dg atsar sbb:
Umar ra berkata :
صَلَّى رَجُلٌ فِي إِزَارٍ وَرِدَاءٍ فِي إِزَارٍ وَقَمِيصٍ فِي إِزَارٍ وَقَبَاءٍ فِي سَرَاوِيلَ وَرِدَاءٍ فِي سَرَاوِيلَ وَقَمِيصٍ فِي سَرَاوِيلَ وَقَبَاءٍ فِي تُبَّانٍ وَقَبَاءٍ فِي تُبَّانٍ وَقَمِيصٍ
Seorang lelaki menjalankan salat dengan sarung dan selendang ( kain penutup tubuh bagian atas spt layaknya selindang ) , selendang dan gamis ,kain sarung dengan dengan kain selendang , celana panjang dan selendang , celana panjang dan gamis , celana panjang dan kain ,celana pendek ( yg menutupi aurat ) dan kain , celana pendek dan gamis HR Bukhori 385
صحيح البخاري (1/ 82)
صحيح البخاري (1/ 82)
(تبان) سروايل صغير مقدار ستر العورة]
Perkataan Umar bin Khatthab itu menyatakan pakaian para sahabat dulu dlm menjalankan salat , tiada keterangan mereka memakai tutup kepala kopyah haji apalagi songkok hitam atau sorban ( namun masalah sorban ini hadisnya akan di kaji tersendiri nanti ).
Sahabat jg menjalankan salat dg kepala terbuka , lalu mengapa dikatakan makruh. Bila maksuh mk sudh tentu akan di ingatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam . Masak Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sj diam lalu al bani menyatakan makruh dan ia budaya orang kafir.
Membuka kepala ini adalah sdh biasa di kalangan sahabat yg muslim bukan kolonial penjajah.
Sangat tdk etis bila dikatakan membuka kepala dlm salat adat kafirin yg di adopsi kaum muslimin . Ini pemahaman sbgian orang sekarang bukan sahabat dulu.
Bila makruh mengapa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam diam .
Bila Rasulullah shallallahu alaihi wasallam diam dan para sahabat yg lain diam ber arti menjadi gaya sahabat dlm salat tanpa tutup kepala dan sdh di izini oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam . lalu mengapa dikatakan sbg budaya orang kafir.
IBnu Hibban membikin bab ketika menulis atsar Umar bin Khatthab itu sbb:
صحيح ابن حبان - محققا (4/ 614)
ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْأَمْرَ بِالصَّلَاةِ فِي ثَوْبَيْنِ إِنَّمَا أَمَرَ لِمَنْ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَإِنْ كَانَتِ الصَّلَاةُ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ مُجْزِئَةً
Menyebut keterangan bahwa perintahnya salat menggunakan dua kain ( untuk bagian tubuh bawah dan selindang untuk bagian tubuh atas ) . Hal itu husus bg orang yg punya rejeki luas . Walau salat dg satu pakaian sdh cukup. ( tanpa tutup kepala atau sorban ).
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bagi orang kaya sj dr kalangan sahabat tdk menggunakan tutup kepala dlm salat , apalagi yg fakir.
Tutup kepala spt kopyah untuk salat wajib itu di hawatirkan menghalangi dahi dr tanah. Makanya tuntunan pr sahabat dlm salat tanpa tutup kepala. Kdg sorban jg gitu, karena sorbannya besar hingga dahi seseorang tdk menyentuh tanah.
Lihat sj ketika para sahabat dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ber ihram haji atau umrah jg tdk boleh mengenakan tutup kepala . Apakah ini adat orang kafir ? Bukankah ini ibadah haji yg di wajibkan oleh Allah dan dilarang menutupi kepalanya . Lalu bgmn di katakan membuka kepala di katakan budaya orang kafir.
Jd pendapat al bani itu jls bertentangan dg hadis dan tradisi sahabat yg sederhana sekali dan mestinya tholib ilm tahu ttg hal itu.
Ada hadis lg :
Aisyah juga pernah berkata:
لَمَّا كَانَتْ لَيْلَتِي الَّتِي كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهَا عِنْدِي انْقَلَبَ فَوَضَعَ رِدَاءَهُ وَخَلَعَ نَعْلَيْهِ فَوَضَعَهُمَا عِنْدَ رِجْلَيْهِ وَبَسَطَ طَرَفَ إِزَارِهِ عَلَى فِرَاشِهِ فَاضْطَجَعَ فَلَمْ يَلْبَثْ إِلَّا رَيْثَمَا ظَنَّ أَنْ قَدْ رَقَدْتُ فَأَخَذَ رِدَاءَهُ رُوَيْدًا وَانْتَعَلَ رُوَيْدًا وَفَتَحَ الْبَابَ فَخَرَجَ ثُمَّ أَجَافَهُ رُوَيْدًا فَجَعَلْتُ دِرْعِي فِي رَأْسِي وَاخْتَمَرْتُ وَتَقَنَّعْتُ إِزَارِي ثُمَّ انْطَلَقْتُ عَلَى إِثْرِهِ حَتَّى جَاءَ الْبَقِيعَ
Pada giliranku , Nabi SAW disisiku , lalu meletakkan selindang dan mencopot kedua sandal lalu di letakkan diantara kedua kakinya. Beliau menggelar ujung sarung di hamparannya , lalu berbaring . Selang waktu beliau mengira aku telah tidur. Beliau mengambil selindang dengan pelan – pelan, beliau mengenakan sandal dengan perlahan – lahan. Beliau membuka pintu , lalu keluar.
Aku pun bangun , pakaianku ku taruh di kepalaku , aku berkerudung dan mengenakan tudung muka dengan sarungku . Aku mengikuti beliau dari belakang hingga ke Baqi` HR Muslim 974
Dlm hadis itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pergi ke makam Baqi` tanpa tutup kepala. Beliau hanya mengenakan sandal , sarung dan selindang.
Bila Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengenakan kopyah haji akan di terangkan oleh perawi hadis ini yaitu Aisyah. Apakah kita tambahi sendiri saat itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memakai sorban dan kopyah hitam atau kopyah haji gitu. Hanya dlm hadis itu tdk di terangkan. INi malah mengarang - ngarang .
BIla saat itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengenakan kopyah haji , mk Aisyah akan menerangkan.
Lalu bgmn Al albani menyatakan membuka kepala adalah tradisi non muslim . Masya Allah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam non muslim atau Rasulullah shallallahu alaihi wasallam orang kafir ?. Atau al bani silau dlm masalah ini . Tp kita sbg tholib ilm memaklumi pendapat yg salah dr seorang pakar . Karena itu tuntunan kita bukan al bani tp Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan kita jg mengikuti pr sahabat dg baik.
Al bani sbgmn saya mungkin benar mungkin salah , bgt juga anda sekalian . Baik yg salaf maupun kholaf. Genarasi dulu atau sekarang dan mendatang.
Imam Syafii yang menyatakan :
إذَا صَحَّ الْحَدِيثُ فَاضْرِبُوا بِقَوْلِي الْحَائِطَ وَإِذَا رَأَيْت الْحُجَّةَ مَوْضُوعَةً عَلَى الطَّرِيقِ فَهِيَ قَوْلِي .
Bila ada hadis sahih , maka lemparkan perkataanku ke tembok . Bila kamu lihat hujjah telah berada di jalan , maka itulah perkataan ku
لاَ تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا .
Dalam masalah agama,jangan ikut orang , sebab mereka mungkin juga salah .
INsya Allah masalah sorban akan di bhs setelah masalah kopyah ini dlm salat atau diluarnya.
Keterangan tafsir ttg ayat 31 A`raf yg di buat pegangan oleh al bani untuk memerintah tutup kepala waktu salat ternyata pendapat beliau belaka yg keliru dan di kitab – kitab tafsir yg blm menjumpai .
الصحيح المسبور من التفسير بالمأثور (2/ 312)
خرج الطبري بسنده الحسن عن علي بن أبي طلحة عن ابن عباس قوله: (يابنى آدم خذوا زينتكم عن كل مسجد) قال: كانوا يطوفون بالبيت عراة، فأمرهم الله أن يلبسوا ثيابهم ولا يتعروا.
التفسير الميسر (1/ 154)ala
يا بني آدم كونوا عند أداء كل صلاة على حالة من الزينة المشروعة من ثياب ساترة لعوراتكم ونظافة وطهارة ونحو ذلك،
تفسير السعدي = تيسير الكريم الرحمن (ص: 287)
{يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ} أي: استروا عوراتكم عند الصلاة كلها، فرضها ونفلها، فإن سترها زينة للبدن، كما أن كشفها يدع البدن قبيحا مشوها.
تفسير الجلالين (ص: 197)
{يَا بَنِي آدَم خُذُوا زِينَتكُمْ} مَا يَسْتُر عَوْرَتكُمْ {عِنْد كُلّ مَسْجِد} عِنْد الصَّلَاة وَالطَّوَاف
Ayat 31 al araf itu perintah tutup aurat waktu salat dan thawaf .

Bukan tutup kepala sbgmn keterangan dlm kitab tafsir tsb.

Fase ke 2 jawabanku untuk Syaikh al abani .

Fase ke 2 jawabanku untuk Syai kh al abani .
Syaikh Nashiruddin al albani menyatakan:
لم يكن من هدية عليه الصلاة والسلام ان يمشى فى الطرقات حاسرالرأس وبالتالى لم يكن من هديه عليه الصلاة و السلام ان يصلى حاسر الرأس واضح.
https://www.sahab.net/forums/index.php…
Tdk termasuk tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berjalan di jalan dg membuka kepala > bgt juga bukan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melakukan salat dg kepala terbuka. Ini jls.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Pernyataan pakar hadis abad ini itu tdk valid , artinya tidak mempunyai data akurat dari refrensi hadis . Tp hanya omdo belaka atau omongan yg tidk berbobot atau omongan kosong belaka.
Pernyataan al albani itu terkesan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bila melakukan salat dg memakai kopyah , lalu mana dalilnya dr hadis. Al albani tdk menyampaikan hadisnya . Bgmn bila keliru , apakah tdk menyesatkan umat banyak.
Bila benar, mk al albani hrs menunjukkan hadisnya. Realitanya tdk. 
Bila di ikuti , mk kita ini ikut al albani tanpa hadis atau ayat.
Ber arti kita ini taklid buta yg menyesatkan bangsa lalu sbgmn menyesatkan bangsa sekarang.
Sudah persoalan sekarang di tangan kita
Sy sendiri tdk menjumpai hadis yg menjelaskan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memakai kopyah waktu salat.
Saya tdk menjumpai. Dan sy tdk bisa menunjukkan dalilnya kpn Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjalnkan salat dg kopyah haji.
Jadi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melakukan salat dg kepala terbuka sy tahu dailnya.
Kalau Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melakukan salat dg kopyah , sy tdk tahu dalilnya. Untuk masalah surban akan kita haji hadisnya di bab tersendiri.
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ قَدْ خَالَفَ بَيْنَ طَرَفَيْهِ
Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Musa berkata, telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari 'Umar bin Abu Salamah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat dengan mengenakan satu kain yang diikatkan pada kedua sisinya." HADIST NO – 341 HR Bukhari .
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Hadis itu dg jls menyatakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjalankan salat tanpa kopyah, tanpa surban , kepalanya terbuka, tanpa kopyah hitam apalagi , tanpa di ikat dg sapu tangan. Tapi beliau lakukan salat d kepala terbuka dan rambut beliau jg panjang. 
Beliau tdk takut rambutnya kotor ketika sujud ke tanah
Hadis ini dg jls menentang pendapat al albani yg menyatakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tdk pernah melakukan salat dg kepala terbuka.
Al bani sekalipun pakar hadis ternyata jg salah , tdk tahu ttg hadis di BUkhari yg di kethui oleh thalibul ilmi spt sy dan kamu ini.
Ya bgtlah manusia , kdg salah kdg benar .
BILA DI KATAKAN Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melakukan salat dg tutup kepala dg landasan hadis itu jls salah> Sebab Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melakukan salat dg satu kain , bukan dua atau tiga.
حدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي الْمَوَالِي عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
وَهُوَ يُصَلِّي فِي ثَوْبٍ مُلْتَحِفًا بِهِ وَرِدَاؤُهُ مَوْضُوعٌ فَلَمَّا انْصَرَفَ قُلْنَا يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ تُصَلِّي وَرِدَاؤُكَ مَوْضُوعٌ قَالَ نَعَمْ أَحْبَبْتُ أَنْ يَرَانِي الْجُهَّالُ مِثْلُكُمْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي هَكَذَا
Telah menceritakan kepada kami 'Abdul Aziz bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Al Mawali dari Muhammad bin Al Munkadir berkata, "Aku masuk menemui Jabir bin 'Abdullah yang saat itu sedang shalat dengan menggunakan kain sarung yang diikatkannya pada tengkuk, sedangkan pakaiannnya diletakkan pada gantungan baju. Setelah selesai kami bertanya, "Wahai Abu 'Abdullah, bagaimana kamu shalat sedangkan kain rida' (selendang) mu kau gantung pada gantungan baju? ' Maka Jabir menjawab, "Benar. Sesungguhnya aku senang bila berbuat seperti itu agar bisa dilihat oleh orang bodoh seperti kamu. Aku pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat dengan cara seperti itu." HR Bukhari . HADIST NO – 357
Hadis itu jg menyatakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melakukan salat tanpa penutup kepala.
Salat dg kepala terbuka itu tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam > dan salat dg kopyah tiada tuntunannya .
Ketika menjalankan haji , orang di larang untuk menutup kepalanya . Seolah rendah diri ketika melakukan ihram .
Tp bila diperbolehkan menggunakan tutup kepala , topi kebesaran polisi atau kopyah kebesaran bangsa, mk tdk layak menghadap Allah dg cara spt itu.

Banyak sekali hadis yg menyatakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melakukan salat dg kepala terbuka. Dan sy tdk menemukan hadis dimn Rasulullah shallallahu alaihi wasallam salat dg kopyah haji .