Sumber : http://blogseotest.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-artikel-terkait-bergambar.html#ixzz2HNYeE9JU

Pages

Blogroll

Tampilkan postingan dengan label buka maghrib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buka maghrib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2018

Berbuka yang tepat setelah salat Maghrib

Berbuka puasa setelah salat Maghrib


Berbuka yang benar setelah salat Maghrub fase ke 3

ما عجلوا الفطر
……………………selama menyegerakan berbuka
وأقم الصلاة طرفي النهار
تنتظر بفطرها النجوم

Bintang bintang tampak ketika berbuta. 

Berbuka setelah salat maghrib ke 4

Salat wustha .

والصلاة الوسطى




ثم جعلناك على شريعة

وإن تطع أكثر من 

Kamis, 24 Mei 2018

fase ke 12 buka setelah salat maghrib


Heri Ayahnya Uwais menulis :  Baca tafsir itu jangan sepotong aja Mbah. Tafsir yg sampeyan itu pake itu cuma salah satu dari tafsiran yg ada.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kalau perbedaan pentafsiran itu km ambil semua, mk km ber arti tdk phm mana yg benar dan mn yg salah di antara perbedaan itu. Karena itu, ambillah  pendapat yg cocok dg al quran dan tinggalkan yg lain.

Imam Syafii berkata:
إذَا صَحَّ الْحَدِيثُ فَاضْرِبُوا بِقَوْلِي الْحَائِطَ وَإِذَا رَأَيْت الْحُجَّةَ مَوْضُوعَةً عَلَى الطَّرِيقِ فَهِيَ قَوْلِي.
Bila ada hadis sahih, maka  lemparkan perkataanku ke tembok. Bila kamu lihat hujjah telah berada di jalan, maka  itulah perkataan ku 
Beliau  berkata:
لَا تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا.
Dalam masalah agama,jangan ikut orang, sebab  mereka mungkin juga salah. 
 Imam Malik berkata:
إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
        Aku hanyalah manusia, terkadang pendapatku benar, di lain waktu kadang salah. Karena itu, cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah.
Abu bakar  Assiddiq berkata :
أَطِيعُونِي مَا أَطَعْت اللَّهَ فَإِذَا عَصَيْت اللَّهَ فَلَا طَاعَةَ لِي عَلَيْكُمْ
Taatlah kepadaku bila  aku taat kepada Allah. Bila aku menjalankan ma`siat, maka  kamu tidak di haruskan taat kepadaku.
    Imam  Abu Hanifah berkata:
 هَذَا رَأْيِي وَهَذَا أَحْسَنُ مَا رَأَيْت ; فَمَنْ جَاءَ بِرَأْيٍ خَيْرٍ مِنْهُ قَبِلْنَاهُ
  Inilah pendapatku  dan ini yang terbaik. Barang siapa  datang dengan pendapat yang lebih baik, kita  menerimanya.
Bila pendapat – pendapat di tafsir yg berbeda itu di ketengahkan kpd masarakat, mk membingungkan . Mrk tdk bisa pilih mn yg benar dan mn yg salah. Karena itu mrk hrs  dipilihkan mn yg cocok dg al quran dan sunnah.
Kebenaran itu satu , tidak banyak. Allah berfirman :
فَماَذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ
“Maka tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kesesatan.” (Yunus: 32)
Al-Imam Al-Qurthubi t berkata: “Ayat ini menetapkan bahwa tidak ada kedudukan ketiga antara al-haq dan al-bathil dalam permasalahan mentauhidkan Allah Subhanahu wa ta’ala . Maka demikian pula perkaranya dalam permasalahan-permasalahan yang setara. Yaitu dalam permasalahan-permasalahan ushul (prinsip), kebenaran berada pada salah satu pihak.
Para pembaca akan menjadi bingung bila seluruh pendapat ulama di ketengahkan. Lalu mereka akan memilih mana yg cocok dengan kehendaknya. Bukan yg cocok dengan dalil al quran.
Anda yg mengetengahkan seluruh pendapat ulama itu menyesatkan pembaca scr tdk sadar. Kecuali anda bilang : Ini yg cocok dengan al quran atau dalil dan itu bertentangan dengan dalil. Jadi hrs ada bimbingannya setelah menyampaikan  seluruh pendapat ulama.
Kadang orang bilang : Sampaikan semua pendapat ulama, nanti pembaca yg akan milih.
Saya katakana : Terkadang pembaca bisa memilih , kdg tidak. Dan kebanyakan  tidak bisa memilih mana pendapat yg benar dan cocok dengan dalil al quran.
Heri Ayahnya Uwais menulis

Coba baca nukilan Ibnu Katsir ini :

قال علي بن أبي طلحة عن ابن عباس "وأقم الصلاة طرفي النهار" قال يعني الصبح والمغرب وكذا قال الحسن وعبدالرحمن بن زيد بن أسلم

وقال الحسن في رواية وقتادة والضحاك وغيرهم هي الصبح والعصر وقال مجاهد: هي الصبح في أول النهار والظهر والعصر مرة أخرى
Ini tafsiran pertama : Subuh itu tepi siang pertama & zhuhur & ashar sebagai tepi siang kedua.
Komentarku ( Mahrus ali ) : Salat zuhur di tengah siang hari kok di sebut  salat di tepi siang , gak masuk akal .  Tdk boleh di terima.  Dan ini tulisan sy yg lalu sbg tambahan.
Kelemahan pendapat ini , Salat asar di anggap sbg salat terahir siang.
Pd hal setelah Asar keada an masih tetap siang / sore bukan malam . Dan tdk ada orang yg menyatakan setelah salat Asar adalah waktu malam. Sbb keadaan masih terang bederang.
Pendapat itu jg bertentangan dg hadis :
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ مَرْزُوقٍ عَنْ شَقِيقِ بْنِ عُقْبَةَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ
(MUSLIM - 999) : Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Al Fudlail bin Marzuq dari Syaqiq bin 'Uqbah dari Al Barra` bin 'Azib katanya;
نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ
{ حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ }
وَصَلَاةِ الْعَصْرِ فَقَرَأْنَاهَا مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نَسَخَهَا اللَّهُ فَنَزَلَتْ
{ حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى }
"Jagalah oleh kalian seluruh shalat yang ada" dan salat Asar
maka kami membacanya …….. sampai lama sesuai dg kehendak Allah, kemudian Allah memansukhkannya hingga turun ayat "Jagalah oleh kalian seluruh shalat yang ada dan shalat wustha" (QS. Albaqarah 238),
فَقَالَ رَجُلٌ كَانَ جَالِسًا عِنْدَ شَقِيقٍ لَهُ هِيَ إِذَنْ صَلَاةُ الْعَصْرِ فَقَالَ الْبَرَاءُ قَدْ أَخْبَرْتُكَ كَيْفَ نَزَلَتْ وَكَيْفَ نَسَخَهَا اللَّهُ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Maka seorang lelaki yang ketika itu duduk bersama saudara kandungnya berkata "Shalat wustha yang dimaksud adalah shalat ashar, " Lalu Al Barra` berkomentar; aku telah mengabarkan kepadamu bagaimana ayat itu turun dan bagaimana Allah memansukhkannya, dan Allah dzat yang lebih tahu." Muslim
Hadis riwayat Muslim itu menyatakan bahwa salat wusto ( pertengahan ) adalah salat Asar . Berarti salat Asar bukan salat siang yg terahir , atau salat ujung siang yg terahir . Tp ia salat wustho ( pertengahan ).
Salat Ahir siang adalah salat maghrib sbgmn pendapat Ibn Abbas itulah yg benar. Salat Maghrib bukan salat permulaan malam tapi salat ahir siang yg di sebut dlm ayat 114 Hud.

Bersambung …………….









Kamis, 17 Mei 2018

Berbukalah setelah salat Maghrib, jangan ketika mendengar adzan Maghrib – fase ke 1


Makalah ini  sy posting di grup ahi hadis internasional , juga grup addirosat al islamiyah “ berpusat di Irak pengikutnya dari seluruh dunia terutama Timur tengah dari golongan ahlus sunnah , Syi`ah dan Ibadhiyah . Juga ke grup Al alimu qalallahu qala rasululhu yg berpusat di Algeria. Jg ke grup hakikatul ibadah wattauhid  .  Juga sy kirimkan kpd Doktor Khalid ahli hadis Yordania,  D. Ali Jum`at dari Mesir. Syaikh M bin Dakhil dari Saudi. Syaikh al aulaqi dari Yaman, Syaikh Khalid al Baidhowi dari Maroko. Pimpinan grup Dirosat Umar Islamiyah Ali al Iraqi Syaikh Ahmad dari Mesir .  Syaikh Umar , Doktor Shalih , Doktor Ahmad dari Mesir , Syaikh Ishom dari Kuwait. Syaikh di Pantai gading, Syaikh Abu Hamzah Mesir, Muhammad dari Suria. Ahmad Ala` , Syaikh Yasir as salman dari Saudi. Syaikh Musa  dari Gambia, Syaikh Abu Thoyyib dari Oman,   Syaih Abdullah bin Muhammad al abdali dari Jazan selatan Saudi. Syaikh Abbas khan dari Pakistan , Syaikh Hilal dari Nepal,  Syaikh Muhammad Umar Bajabir dari Jeddan – mahasiswa yg mau menempuh doktoran di bidang hadis. Syaikh Abd Rahman dari Suria, Syaikh Hassan admin grup ahli hadis internasional, syaikh dari Riyadh , Doktor M. Al Farrah Saudia , Doktor M. Khaldun as salthi  dari Saudia,  teman ahli hadis dan admin al muntada dari Turki , Doktor Abd Razzaq jebolan UI Madinah jurusan hadis dan ulumuh , Syaikh Ammar Kholaf Ahmad al fahdawi al Iraqi,  Abd Rahman Balh Saudi yg menempuh doctor bidang hadis di UI Madinah Syaikh di Malaysia, Syaikh Manar dari Saudi , 4 SYaikh dari Turki dan Lebanon yg tdk mau disebut namanya. Syaikh Muqrin ad dausari.  Ustadz  Muhammd Umar Bajabir dari Jeddah mahasiswa yg menempuh doktoral bidang hadis di UI Madinah dan 40 masyayekh ahli hadis  dari Saudia , 4 masyayekh sepesialis hadis dari Emirat , Kuwait,  seorang syaikh ahli hadis dari Bahrain, 4 suyukh dari Israil,  4 masyayekh  dari Palistina,  oman,  6 suyukh dari Qatar,  dua belas suyukh ahli hadis  dari Maroko, 6 masyayekh ahli hadis dari Mesir, 7 masyayekh ahli  hadis dari Yordania, seorang syaikh dari Libia ,  Spain ,  2 dari Malaisia  ,  4 masyayekh ahli hadis  dari India ,  4 masyayekh dari Pakistan , Australia dan 5 masyayekh dari  Sudan. Dan insya Allah akan tetap bertambah masyayekh yg saya kirimi.
Saya tdk menjumpai bantahan yg ber arti dr mereka.
Makalah ini ttg Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melakukan salat dg kepala terbuka tanpa kopyah dan sorban tp dengan kepala terbuka


البحوث عن العمامة لم تنته ولكن توقفت مؤقتا لاستقبال الشهر المبارك ويكون بديلا عنه البحث عن افطار رمضان الصحيح  عند الأذان أو بعد صلاة المغرب
هذا البحث قد أرسلت إلى مجموعة الدراسات الإسلامية و مجموعة " العلم قال الله ورسوله "  وإلى ستين من دكاترة وشيوخ أهل الحديث فى البلاد العربية والإسلامية
البحث الأول
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ الشَّيْبَانِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ وَهُوَ صَائِمٌ  فَلَمَّا غَرَبَتْ الشَّمْسُ قَالَ لِبَعْضِ الْقَوْمِ يَا فُلَانُ قُمْ فَاجْدَحْ لَنَا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ أَمْسَيْتَ قَالَ انْزِلْ فَاجْدَحْ لَنَا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَلَوْ أَمْسَيْتَ قَالَ انْزِلْ فَاجْدَحْ لَنَا قَالَ إِنَّ عَلَيْكَ نَهَارًا
قَالَ انْزِلْ فَاجْدَحْ لَنَا فَنَزَلَ فَجَدَحَ لَهُمْ فَشَرِبَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ إِذَا رَأَيْتُمْ اللَّيْلَ قَدْ أَقْبَلَ مِنْ هَا هُنَا فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ  رواه البخاري 1819
قوله: "فاجدح لي" أي: حرك السويق بالماء لنفطر عليه، والمِجْدَحُ: العود الذي يحرك به للشراب (2) ليرق ويستوي.  شرح مسند الشافعي (2/ 185)
والفلان المأمور يقول :
لَوْ انْتَظَرْتَ حَتَّى تُمْسِيَ

وفى رواية :
: كُنَّا مَعَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم فِي سفر فِي رَمَضَان،
كشف المشكل من حديث الصحيحين (2/ 217)
قال النووي فى شرح النووي على مسلم (7/ 211)
وَفِيهِ بَيَانُ انْقِضَاءِ الصَّوْمِ بِمُجَرَّدِ غُرُوبِ الشَّمْسِ
 وفى فتح الباري لابن حجر (4/ 198) تعليق مصطفى البغا] ما يلي
1855 (2/691) -[ ش (إن عليك نهارا) أي ما زلت في النهار لأن ضوءه لم يذهب بعد]
قلت : ذالك ما قاله الشيخ مصطفى البغا أن ذالك الوقت فى النهار
وفى رواية :
وَقَالَ: وَلَوْ تَرَآهَا أَحَدٌ عَلَى بَعِيرِهِ لَرَآهَا , يَعْنِي الْشَّمْسَ ,
المسند الجامع (8/ 164)
علة فى السند


أخرجه الحُمَيدي 714 قال: حدثنا سُفيان. و"أحمد" 4/380 (19614) قال: حدثنا هُشَيم. وفي (19619) قال: حدثنا سُفيان. وفي 4/382 (19633) قال: حدثنا محمد بن جعفر، حدَّثنا شُعبة. و"البُخَارِي" 3/43 (1941) قال: حدثنا علي بن عَبد الله، حدثنا سُفيان. قال البخاري عَقِبَهُ: تابعه جَرير، وأبو بكر بن عَيَّاش. وفي 3/43 (1955) قال: حدَّثنا إسحاق الواسطي، حدثنا خالد. وفي 3/47 (1956) قال: حدَّثنا مسدد، حدَّثنا عبد الواحد. وفي (1958) قال: حدثنا أحمد بن يونس، حدثنا أبو بكر. وفي 7/66 (5297) قال: حدثنا علي بن عبد الله، حدثنا جَرير بن عبد الحميد. و"مسلم" 3/132 (2527) قال: حدَّثنا يَحيى بن يَحيى، أخبرنا هُشيم. وفي (2528) قال: وحدثنا أبو بكر بن أبِي شَيبة، حدثنا علي بن مسهر , وعَباد بن العَوام. وفي (2529) قال: وحدثنا أبو كامل، حدثنا عبد الواحد. وفي (2530) قال: وحدَّثنا ابن أبِي عُمر، أخبرنا سُفيان (ح) وحدثنا إسحاق، أخبرنا جَرير (ح) وحدثنا عُبيد الله بن مُعاذ، حدُّثنا أبِي (ح) وحدثنا ابن المثنى، حدَّثنا محمد بن جعفر. قالا: حدثنا شُعبة. و"أبو داود" 2352 قال: حدثنا مسدد، حدثنا عبد الواحد. و"النَّسَائي" في "الكبرى" 3297 قال: أخبرنا محمد بن منصور، عن سُفيان.
تسعتهم (سُفيان، وهُشَيم، وشُعبة، وخالد , وعبد الواحد , وأبو بكر بن عَيَّاش، وجرير , وعلي بن مسهر , وعباد) عن سُليمان أبِي إسحاق الشَّيباني، فذكره.
المسند الجامع (8/ 164)
الحديث المذكور تفرد به الراوي العراقى الكوفى  أبو إسحاق الشيباني وهويته
أبو إسحاق الشيباني ( ع )
سليمان بن أبي سليمان ، فيروز . ويقال : خاقان ، وقيل : عمرو ، الإمام الحافظ ، الحجة أبو إسحاق مولى بني شيبان بن ثعلبة الكوفي . ولد في أيام الصحابة كابن عمر ، وجابر ، ولحق عبد الله بن أبي أوفى وسمع منه .
وقال البخاري فأبعد : مات سنة إحدى أو اثنتين وأربعين ومائة .
لم يعرف الحديث المذكور من التابعين فى المدينة أو مكة أو فى العراق إلا أبو إسحاق الشيباني المتوفى سنة 141 أو 142 ه وهو متفرد بروايته والحديث بتفرده منكر 
ولهذا نقول إنه ينبغي لطالب العلم أن ينظر أن من قرائن الإعلال والرد للأحاديث، في تفردات الكوفيين والعراقيين على وجه العموم،
مجلة البحوث الإسلامية
وقال الإمام أبو حنيفة
3ـ ألا يكون فيما تعم به البلوى العلمية أو العملية، أي أن المحدث يتفرد بحديث في حين سائر الصحابة لا يعلمون مع أنه من الأمور العلمية العامة
علة فى المتن :
إِذَا رَأَيْتُمْ اللَّيْلَ قَدْ أَقْبَلَ مِنْ هَا هُنَا فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ
قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَلَوْ أَمْسَيْتَ قَالَ انْزِلْ فَاجْدَحْ لَنَا قَالَ إِنَّ عَلَيْكَ نَهَارًا
والإفطار المشروع يكون فى الليل لقوله تعالى :
ثُمَّ أَتِمُّواْ الصيام إِلَى الليل البقرة 187
وصلاة المغرب نهارية لقوله تعالي :
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ  هود 114
أخرج الطبري بسنده الحسن عن علي بن أبي طلحة عن ابن عباس في قوله: (وأقم الصلاة طرفي النهار) ، يقول: صلاة الغداة، وصلاة المغرب.
الصحيح المسبور من التفسير بالمأثور (3/ 74)
- حدثني المثني قال، حدثنا عبد الله قال، حدثني معاوية، عن علي، عن ابن عباس في قوله: (أقم الصلاة طرفي النهار) ، يقول: صلاة الغداة وصلاة المغرب.
تفسير الطبري = جامع البيان ت شاكر (15/ 503)
18616- حدثنا محمد بن بشار قال، حدثنا يحيى، عن عوف، عن الحسن: (أقم الصلاة طرفي النهار) ، قال. صلاة الغداة والمغرب.
18617- حدثني يونس قال، أخبرنا ابن وهب قال، قال ابن زيد في قوله: (أقم الصلاة طرفي النهار) ، الصبح، والمغرب.
فصلاة المغرب نهارية لا ليلية وأذانها نهاري وإذا افطرت عند الأذان فإنك فى النهار مفطر والله أمرك أن تفطر فى الليل فى قوله ثُمَّ أَتِمُّواْ الصيام إِلَى الليل ولا يصح صومك بل غير مأجور
وقال بعضهم عن الصلاة طرفى النهار
- حدثنا أبو كريب قال، حدثنا وكيع = وحدثنا ابن وكيع قال، حدثنا أبي = عن سفيان، عن منصور، عن مجاهد: (أقم الصلاة طرفي النهار) ، قال: الفجر، وصلاتي العشي = يعني الظهر والعصر 
تفسير الطبري = جامع البيان ت شاكر (15/ 502)
قلت : لا يليق أن تكون صلاة طرفى النهار الظهر والعصر وصلاة الظهر تكون فى وسط النهار لا فى طرفه وكذالك صلاة العصر وهى من صلاة الوسطي وليست من طرف النهار الآخر والصحيح ماقاله ابن عباس والحسن وابن زيد وهى صلاة طرفى النهار  الصبح والمغرب
قال تعالي :
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ
والليل ظلام والنهار ضياء . قال تعالى  وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ
وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ
فى رمضان الغابر أفطرت بعد صلاة المغرب
صليت المغرب جماعة بقدر عشرين دقيقة . صرت بقدر خمس وعشرين دقيقة بعد أذان المغرب أفطرت ورأيت الجو مظلما يصح أن يسمى ليلا


Minggu, 13 Mei 2018

Fase ke 11 Berbukalah setelah salat maghrib bukan ketika adzan Maghrib.




Fase ke 11  Berbukalah  setelah salat maghrib bukan ketika adzan Maghrib.


Heri Ayahnya Uwais   yg pernah belajar di lipia berkata : Maghrib itu penghujung siang juga permulaan lail.
Berbuka ketika adzan Maghrib itu juga karena sejatinya dia sudah mulai masuk lail.

Mahrus Ali Mknu menjawab :  Salat maghrib itu termasuk salat akhir siang, apakah adzannya termasuk malam ? lihat ayat 114 Hud
Heri Ayahnya Uwais menulis : baca tafsir itu jangan sepotong aja Mbah. Tafsir yg sampeyan itu pake itu cuma salah satu dari tafsiran yg ada.

Coba baca nukilan Ibnu Katsir ini :

قال علي بن أبي طلحة عن ابن عباس "وأقم الصلاة طرفي النهار" قال يعني الصبح والمغرب وكذا قال الحسن وعبدالرحمن بن زيد بن أسلم

وقال الحسن في رواية وقتادة والضحاك وغيرهم هي الصبح والعصر وقال مجاهد: هي الصبح في أول النهار والظهر والعصر مرة أخرى
Ini tafsiran pertama : Subuh itu tepi siang pertama & zhuhur & ashar sebagai tepi siang kedua.

Mahrus Ali Mknu menulis :  Salat maghrib itu termasuk salat siang, apakah adzannya termasuk malam ? lihat ayat 114 Hud
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Sebetulnya apa yg km tulis sdh tertulis dlm artikel sy di atas . lihat  bc lg :
Ada ulama yg mentafsiri salat di dua tepi siang adalah Subuh dan asar .
تفسير الطبري = جامع البيان ت شاكر (15/ 502)
- حدثنا أبو كريب قال، حدثنا وكيع = وحدثنا ابن وكيع قال، حدثنا أبي = عن سفيان، عن منصور، عن مجاهد: (أقم الصلاة طرفي النهار) ، قال: الفجر، وصلاتي العشي = يعني الظهر والعصر
Imam Mujahid menyatakan : Salat di dua tepi siang adalah salat Subuh dan zuhur dan Asar .
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bila salat zuhur di katakan salat di dua tepi siang jls tdk pantas. Salat zuhur itu di lakukan di pertengahan siang bukan di tepinya. Bgt juga salat Asar bukan di ujung siang tp masih di siang / sore bukan ujung terahir siang .
Bila salat zuhur di masukkan dlm salat di dua tepi siang tdk tepat , bgt juga salat Asar , bukan salat di dua ujung terahir .
Pendapat yg benar adalah pendapat pertama dr Ibn Abbas , Hasan dan Ibn Zaid. Yaitu salat di dua ujung siang atau Maghrib dan Subuh.
Kalau shalat Asar di masukkan  dlm salat dua tepi siang , mk apakah maksud shalatul wustha Pendapat itu jg bertentangan dg hadis :
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ مَرْزُوقٍ عَنْ شَقِيقِ بْنِ عُقْبَةَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ
(MUSLIM - 999) : Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Al Fudlail bin Marzuq dari Syaqiq bin 'Uqbah dari Al Barra` bin 'Azib katanya;
نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ
{ حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ }
وَصَلَاةِ الْعَصْرِ فَقَرَأْنَاهَا مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نَسَخَهَا اللَّهُ فَنَزَلَتْ
{ حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى }
"Jagalah oleh kalian seluruh shalat yang ada" dan salat Asar
maka kami membacanya …….. sampai lama  sesuai  dg kehendak Allah, kemudian Allah memansukhkannya hingga turun ayat "Jagalah oleh kalian seluruh shalat yang ada dan shalat wustha" (QS. Albaqarah 238),
فَقَالَ رَجُلٌ كَانَ جَالِسًا عِنْدَ شَقِيقٍ لَهُ هِيَ إِذَنْ صَلَاةُ الْعَصْرِ فَقَالَ الْبَرَاءُ قَدْ أَخْبَرْتُكَ كَيْفَ نَزَلَتْ وَكَيْفَ نَسَخَهَا اللَّهُ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Maka seorang lelaki  yang ketika itu duduk bersama   saudara kandungnya berkata "Shalat wustha yang dimaksud adalah shalat ashar, " Lalu Al Barra` berkomentar; aku telah mengabarkan kepadamu bagaimana ayat itu turun dan bagaimana Allah memansukhkannya, dan Allah dzat yang lebih tahu." Muslim
Hadis riwayat Muslim itu menyatakan bahwa salat wusto ( pertengahan ) adalah  salat Asar . Berarti salat Asar bukan salat siang yg terahir , atau salat ujung siang yg terahir . Tp  ia salat wustho ( pertengahan ).
Salat Ahir siang adalah salat  maghrib sbgmn pendapat Ibn Abbas itulah yg benar. Salat Maghrib bukan salat permulaan malam tapi salat ahir siang  yg di sebut dlm ayat 114 Hud.

Anda menulis lg :

"وزلفا من الليل" قال ابن عباس ومجاهد والحسن وغيرهم: يعني صلاة العشاء وقال الحسن في رواية ابن المبارك عن مبارك بن فضالة عنه "وزلفا من الليل" يعني المغرب والعشاء. قال رسول الله صلي الله عليه وسلم "هما زلفا الليل المغرب والعشاء"
Inilah yg menguatkan bahwa Maghrib itu memang sudah masuk lail.

Sy jwb : Bila maghrib anda masukkan dlm salat malam,  lalu salat Asar di katakana  salat akhir siang , lalu mana salat wusthanya.

Anda menyatakan :

وكذا قال مجاهد ومحمد بن كعب وقتادة والضحاك إنها صلاة المغرب والعشاء
4 mufassir ini sepakat itu shalat Maghrib & Isya' karena memang sudah masuk lail.

Sampeyan memakai tafsiran Ibnu Abbas itu bukan berarti melemparkan tafsiran yg lain.
Sy jwb:
Tp dlm tulisanmu , Mujahid menyatakan bahwa maksud salat permulaan malam adalah Maghrib dan Isya`. Ia bertentangan dengan perkataan Mujahid sendiri di kitab Ibn Katsir sbb:
تفسير ابن كثير ت سلامة (4/ 355)
وَقَوْلُهُ: {وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ} قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ، وَمُجَاهِدٌ، وَالْحَسَنُ، وَغَيْرُهُمْ: يَعْنِي صَلَاةَ الْعِشَاءِ.

Ibn Katsir menyatakan : Ibn Abbas , Mujahid dan Hasan menyatakan salat malam yg pertama  adalah Isya` ( bukan Maghrib . Sebab salat Maghrib adalah salat akhir siang ) .

Lihat arti zulfah  dlm mu`jam lughoh :
زُلْفَة [مفرد]: ج زُلُفات وزُلْفات وزُلَف: 1- طائفة من أوّل اللّيل، وهي السَّاعات التي يلتقي بها الَّليل والنَّهار "{وَأَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ}".

Zulfah adalah  bagian dari malam  yaitu saat pertemuan antara malam dan siang .

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Salat maghribnya di katakana  salat akhir siang lalu bertemu  dg salat malamnya yaitu  salat Isya`.
Bila salat Asar di katakana salat akhir siang , mk apa maksud salat wustanya ? Pd hal salat Asar dikatakan salat wusha.
Bila salat Maghrib di katakana salat malam , lalu  Asar di katakana salat  penghujung siang , mk apa maksud  salat wusha dlm al quran.

Jadi Salat Maghrib adalah salat akhir siang . Adaznya juga dikatakan di akhir siang , blm malam. Jadi tdk boleh berbuka kerena mendengarnya.
Salat Asar di katakana  salat wustha.
Dan salat Isya` di katakana salat malam permulaan.

Bersambung ………………….

Rabu, 14 Juni 2017

Fase ke 9 berbuka ketika adzan Maghrib membetalkan puasa

Fase ke 9 berbuka ketika adzan Maghrib membetalkan puasa

Faruq Hudzaifah menyatakan:

semua Ulama islam dari zaman dulu smpai sekarang, krna pendapat yg membatalkan puasa org yg berbuka ketika maghrib hnya ada sekarang, tdk ditemukan dari sebelumnya\

Komentarku ( Mahrus ali ) :
KOmentar spt itu tdk ilmiyah, emosional sekali , tdk obyektif mirip dg perkataan kafirin ketika dtg kebenaran pdnya:

وَمَا سَمِعْنَا بِهَذَا فِي ءَابَائِنَا الْأَوَّلِينَ
Dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu". Al qashas 36.
Karena itu, jangan ikut perkataan orang kafir dulu atau sekarang tapi ikutilah perkataan orang mukmin  yaitu  sami`na wa atho`na kepada dalil dari Allah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ada atau  tidak ada ulama  yang berfatwa itu bukan persoalan . Yang penting itu dalil.
Ibnu Utsaimin  jg pernah menyatakan :  Tdk menjadi sarat kebenaran hrs sama dg pendapat  ulama dulu .
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bahkan , mungkin juga ulama dulu salah dan ulalma sekarang benar . Bgmn km bila seorang mujaddid dtg lalu menyalahkan pendapat ulama dulu . Apakah km menentang nya ?
Ajaran Islam ini sdh banyak berobah, mk hrs di kembalikan kpd ajaran Allah dan RasulNya yg asli bukan pd ulama.
Kita haram ikut guru yang keliru dan kita harus mengikuti dalil untuk menghurmati ayat :
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ  وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ  وَالْيَوْمِ ا‏ ْلآ‏خِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan  Rasul  (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Nisa` 59
Kita haram ikut ulama yang menyelisihi sahabat  karena menghurmati dalil :
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ(100)
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. 100 Tobat
Faruq Hudzaifah menyatakan
akhi.. al Qur'an adalah bhs arab, maka harus ditafsirkan dgn bhs arab pula..
dan dlm bhs arab malam itu dimulai dari terbenam nya matahari, bgtu juga dlm syariat malam adalah dari terbenam nya matahari.
para ulama salaf sepakat akan hal ini.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bedakan antara  malam menurut bahasa arab  dg mlm menurut al quran.
Jadi devinisi itu tdk bisa di buat pegangan untuk puasa.
Kalau menurut al quran devinisi malam itu di mulai setelah salat Maghrib > Sebab  shalat maghrib di katakan sbg salat siang yg terahir sbgmn  di jlskan dlm ayat 114 Hud kemarin .
Salat maghrib di katakan sbg salat siang yg terahir dan salat subuh sbg permulaan salat siang  sbgmn  bahasa  al quran yg menyebut dg kalimat thorofayin nahar 114 HUd.  Atau boleh di katakan  dua ujung  siang . Ujung yg satu salat subuh  dan ujung  yg lain salat Maghrib.
Ayatnya sbb:
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ
Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang  dan pada sebagian  malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. 114 Hud.
Jadi karena salat Maghrib di anggap sbg salat siang terahir , mk adzan Maghrib di kumandangkan  waktu  siang bukan waktu malam. Bila berbuka saat  itu , sm dg berbuka waktu siang. Puasanya  batal , tdk dpt pahala  dari Allah karena menyalahi  perintah Allah  dlm surat 187 Baqarah  sbb:
ثُمَّ أَتِمُّواْ الصيام إِلَى الليل
Kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam.  187 Baqarah.
Berbuka ketika adzan Maghrib menyalahi ayat itu. Otomatis dpt dosa karena menyalahi ayat.
Berbuka  ketika adzan Maghrib mengikuti orang banyak menyalahi Allah yg Maha Esa.
Bersambung …………….




Senin, 12 Juni 2017

fase ke 8 buka puasa ketika adzan Maghrib batalkan puasa

Farouq Hudzaifah al atsari menulis:
kan antum bilang : bukti kan klo sanad nya tdk tafarrud.. makanya saya bilang sanad nya memang tafarrud, tp makna hadits nya yg berkaitan dgn waktu berbuka tdk tafarrud krna di riwayat kan oleh beberapa sahabat
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Hampir semua hadis yg di nyatakan sanadnya tafarrud / munkar kalau dilihat dr satu sisi makna bukan sisi yg lain , di dukung oleh sisi makna hadis lain , tp sisi makna hadis yg lain bertentangan .
Kalau caranya spt itu, maka tdk ada hadis munkar dan akhirnya tdk ada hadis lemah. Sbb hampir seluruh hadis lemah satu sisi maknanya di dukung hadis lain.
Bila tdk percaya buktikan sj apabila pernyataan sy ini keliru.
Anda menyatakan:
hadits2 itu shahih dan tdk munkar, krna datang riwayat2 lain sebagai mutaba'ah dan Syawahid
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Sebutkan hadis sahih dlm hal berbuka sblm salat Maghrib yg kamu anggap sahih yg tdk bertentangan dg al quran. Silahkan ……………..
Anda menyatakan:
- artinya juga tdk bertentangan dgn ayat al Qur'an, bhkan menjadi tafsir untuk kata al lail dan itu sesuai dgn bhasa arab. Dan juga tdk bertentangan dgn surat hud 114 krna arti thorofain nahar msh diperslisihkan, datang riwayat hadits dari Nabi shollallohu'alaihiwasallam bahwa yg dimaksud zulfata al lail adlah maghrib dan Isya, klo mau diartikan maghrib sebagai sholat thorf nahar pun para Ulama yg berpendapat itu tdk ada satupun yg menjadikan nya sebagai dalil penentuan waktu berbuka, krna arti lail jelas dlm bhs arab atau dlm Sunnah
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Ini artikel sy yg lalu :
Fase ke 4. Berbuka ketika adzan Maghrib membatalkan puasa
قوله عز وجل : ( وأقم الصلاة طرفي النهار ) أي : الغداة والعشي . [ يعني : صلاة الصبح والمغرب ] قال مجاهد : طرفا النهار صلاة [ الصبح ] والظهر والعصر . " وزلفا من الليل " ، صلاة المغرب والعشاء .
وقال مقاتل : صلاة الفجر والظهر طرف ، وصلاة العصر والمغرب طرف ، وزلفا من الليل ، يعني : صلاة العشاء .
وقال الحسن : طرفا النهار . الصبح والعصر ، وزلفا من الليل : المغرب والعشاء . وقال ابن عباس رضي الله عنهما : طرفا النهار الغداة والعشي ، يعني صلاة الصبح والمغرب .
http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php…
18613 - حدثني الحارث قال ، حدثنا عبد العزيز قال ، حدثنا أبو معشر ، عن محمد بن كعب القرظي : ( أقم الصلاة طرفي النهار ) ، قال : ( طرفي النهار ) ، قال : الفجر والظهر والعصر .
Intinya perkataan Ulama itu adalah mrk sepakat salat Subuh sbg salat permulaan siang .
Mereka beda pendapat ttg salat akhir siang .
Al Hasan menyatakan : Salat dua ujung siang adalah Subuh dan Asar .
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kelemahan pendapat ini , Salat asar di anggap sbg salat terahir siang.
Pd hal setelah Asar keada an masih tetap siang / sore bukan malam . Dan tdk ada orang yg menyatakan setelah salat Asar adalah waktu malam. Sbb keadaan masih terang bederang.
Pendapat itu jg bertentangan dg hadis :
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ مَرْزُوقٍ عَنْ شَقِيقِ بْنِ عُقْبَةَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ
(MUSLIM - 999) : Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Al Fudlail bin Marzuq dari Syaqiq bin 'Uqbah dari Al Barra` bin 'Azib katanya;
نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ
{ حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ }
وَصَلَاةِ الْعَصْرِ فَقَرَأْنَاهَا مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نَسَخَهَا اللَّهُ فَنَزَلَتْ
{ حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى }
"Jagalah oleh kalian seluruh shalat yang ada" dan salat Asar
maka kami membacanya …….. sampai lama sesuai dg kehendak Allah, kemudian Allah memansukhkannya hingga turun ayat "Jagalah oleh kalian seluruh shalat yang ada dan shalat wustha" (QS. Albaqarah 238),
فَقَالَ رَجُلٌ كَانَ جَالِسًا عِنْدَ شَقِيقٍ لَهُ هِيَ إِذَنْ صَلَاةُ الْعَصْرِ فَقَالَ الْبَرَاءُ قَدْ أَخْبَرْتُكَ كَيْفَ نَزَلَتْ وَكَيْفَ نَسَخَهَا اللَّهُ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Maka seorang lelaki yang ketika itu duduk bersama saudara kandungnya berkata "Shalat wustha yang dimaksud adalah shalat ashar, " Lalu Al Barra` berkomentar; aku telah mengabarkan kepadamu bagaimana ayat itu turun dan bagaimana Allah memansukhkannya, dan Allah dzat yang lebih tahu." Muslim
Hadis riwayat Muslim itu menyatakan bahwa salat wusto ( pertengahan ) adalah salat Asar . Berarti salat Asar bukan salat siang yg terahir , atau salat ujung siang yg terahir . Tp ia salat wustho ( pertengahan ).
Salat Ahir siang adalah salat maghrib sbgmn pendapat Ibn Abbas itulah yg benar. Salat Maghrib bukan salat permulaan malam tapi salat ahir siang yg di sebut dlm ayat 114 Hud.
.
شرح الزرقاني على الموطأ (1/ 490)
قَالَ الْقُرْطُبِيُّ: وَهَذَا أَقْوَى حُجَّةً لِمَنْ قَالَ: الْعَصْرُ، لِأَنَّهُ يُشْعِرُ بِأَنَّهَا أُبْهِمَتْ بَعْدَمَا عُيِّنَتْ،
Intinya al qurthubi menyatakan paling kuat adalah pendapat salat Asar adalah salat Wustho .
لقول الثاني : أنها صلاة العصر .
وهذا قول أكثر أهل العلم ، وهو القول الصحيح المعتمد ، لدلالة السنة الصحيحة عليه .
Intinya , Mayoritas ahlu ilmi menyatakan salat Asar adalah salat wustho – itulah yg benar yg bisa dibuat pegangan karena petunjuk dr sunnah yg sahih.
"وهو قول علي بن أبي طالب ، فقد روى الترمذي والنسائي من طريق زر بن حبيش قال :
قلنا لعبيدة : سل عليا عن الصلاة الوسطى . فسأله فقال : كنا نرى أنها الصبح ، حتى سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول يوم الأحزاب : (شَغَلُونَا عَنْ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى ، صَلَاةِ الْعَصْرِ).
Intinya : Imam Ali bin Abi Thalib jg berpendapat bahwa salat Wustho adalah salat Asar > Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda pd perang Ahzab : Mereka bikin sibuk kami , hingga kami lalai terhadap salat wustho yaitu salat Asar.
وبه قال ابن مسعود وأبو هريرة ، وهو الصحيح من مذهب أبي حنيفة ، وقول أحمد ، والذي صار إليه معظم الشافعية لصحة الحديث فيه .
Pendapat Ibn Mas1ud , Abu Hurairah , dan yg sahih dr madzhab Abu Hanifah, pendapat Imam Ahmad dan kebanyakan ulama syafiiyah jg menyatakan salat wustho adalah salat Asar .
قال الترمذي : هو قول أكثر علماء الصحابة .
Tirmidzi menyatakan : Itu pendapat mayoritas sahabat
وقال الماوردي : هو قول جمهور التابعين .
Mawardi menyatakan : Itulah pendapat mayoritas tabiin
وقال ابن عبد البر : هو قول أكثر أهل الأثر .
Ibn Abdil bar jg berkata : Itulah pendapat mayoritas ahlul atsar
وبه قال من المالكية ابن حبيب وابن العربي وابن عطية" انتهى من " فتح الباري " (8/196) .
Ibnu Habib , Ibnul arabi dan Ibn Athiyah dr kalangan madzhab Maliki jg berpendapat salat Asar adalah salat wustho .
وقال النووي رحمه الله :
"الذي تقتضيه الأحاديث الصحيحة أنها العصر ، وهو المختار" انتهى.
Imam Nawawi menyatakan: “ menurut hadis – hadis yg sahih salat wustho adalah Asar”
https://islamqa.info/ar/129636
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Dg demikian salat terahir siang adalah Maghrib dan adzan Maghrib masih termasuk siang . Tdk boleh berbuka ketika mendengarnya. Bila berbuka , mk sia – sia puasanya. Di akhirat tdk mendapat pahala puasa dan termasuk orang yg meninggalkan puasa Ramadhan seluruhnya bila terus menerus berbuka ketika adzan Maghrib.
3. membatalkan Ijma'?
Ijma batal hanya ketika diketahui ada pendapat yg lain, klo tdk diketahui ada pendapat yg lain maka Ijma tetap ada... para Ulama yg membatalkan ijma di beberapa masalah hal itu dikarenakan mreka mengetahui pendapat yg lain.. sekarang bawakan satu saja seorang Alim Mujtahid yg berpendapat dengan apa yg antum ikuti dlm mslh ini.. klo tdk ada maka klaim Ijma tetap dan tidak bisa dibatalkan..!
nentang menurut siapa??
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Tidak ada ijma`. Mn dalil yg menyatakan Ijma` adalah landasan hukum .
Ini jawaban sy yg lalu :
Ada sebagian ulama menyatakan:
وكم من إجماعٍ نقلوه وهو أبطل من الباطل. ولنا أن نذكر مقولة الإمام أحمد: «من ادعى الإجماع فهو كاذب
Banyak ijma` yang mereka kutip ternyata paling keliru. Kita ingat perkataan Imam Ahmad : Barang siapa yang menyatakan Ijma` adalah pendusta.
Ibnu Taimiyah berkata:
ولكن كثير من المسائل يظن بعض الناس فيها إجماعا ولا يكون الأمر كذلك بل يكون القول الآخر أرجح في الكتاب والسنة.
Tapi banyak sekali masalah – masalah yang dikira sebagian manusia mendapat Ijma`. Tapi hakikatnya tidak begitu. Bahkan perkataan lainya lebih rajih ( dominan ) dalam kitab al Quran dan sunnah ( maksudnya pendapat yang lain lebih cocok menurut al quran dan sunnah ) . Lihat di Majmu` fatawa juz 20
Ibnu Hazem berkata:
المحلى [مشكول و بالحواشي] - (ج 7 / ص 345)
وَرَحِمَ اللَّهُ أَحْمَدَ بْنَ حَنْبَلٍ فَلَقَدْ صَدَقَ إذْ يَقُولُ: مَنْ يَدَّعِي الإِجْمَاعَ فَقَدْ كَذَبَ، مَا يُدْرِيهِ لَعَلَّ النَّاسَ اخْتَلَفُوا لَكِنْ لِيَقُلْ: لا أَعْلَمُ خِلافًا، هَذِهِ أَخْبَارُ الْمَرِيسِيِّ، وَالأَصَمِّ.
Semoga Allah memberi rahmat kepada Imam Ahmad bin Hambal . Sungguh benar beliau ketika berkata: Barang siapa yang mengaku Ijma` maka sungguh dia berdusta. Apakah dia tahu barang kali manusia beda pendapat. Tapi katakan saja: Aku tidak tahu hilap dalam masalah ini. ………. Ini adalah berita – berita al marisi dan al asham ( ya`ni kabar Burung ).
وقال ابن القيّم :
« وكذلك الشافعي أيضا نصّ في رسالته الجديدة على أنّ ما لا يعلم فيه خلاف لا يقال له إجماع ، ولفظه لا يعلم فيه خلاف ، فليس إجماعا
Ibn Qayyim berkata: Begitu juga Imam Syafii menulis nas dalam risalahnya yang baru bahwa masalah yang tidak diketahui terdapat hilap padanya tidak boleh dikatakan Ijma` . Kalimatnya :
لا يعلم فيه خلاف ، فليس إجماعا
Tiada hilap dalam suatu masalah bukan menunjukkan Ijma`.
Anda menyatakan:
hadits klo sdh terpenuhi syarat2 shahih pasti tdk akan bertentangan dgn ayat.. yg ada otak yg melihat nya bertentangan yg rusak, krna hadits2 adalah tafsir untuk ayat alquran.. siapa lg yg paling baik menafsirkan al Qur'an klo bukan Rosululloh shollallohu'alaihiwasallam sendiri
ga ada di definisi ulama syarat shahih itu tdk bertentangan dgn ayat
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Mankna hadis yg bertentangan dg al quran harus di lemahkan .
Syaik As suba`I telah merumuskan tanda kelemahan hadis sampai tujuh belas point.
Yang nomer sembilan sbb:
9ـ ألا يخالف القرآن
“Hadis itu harus tdk bertentangan dengan al quran” .
Bila hadis tsb mash disahihkan , maka mana yg kita ambil , al qurannya atau hadisnya.
Dan silahkan terangkan dg detil , al quar an menyatakan bahwa berbuka puasa hrs malam, dan 114 Hud menyatakan salat Maghrib termasuk salat akhir siang dg hadis yg katamu sahih Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berbuka sebelm salat Maghrib.

Bila kamu menyatakan antara quran dan hadis tdk bertentangan dlm hal ini, mk terangkan dg detil. Dan pakailah rujukan arabnya agar tampak valid lalu diterjemahkan dg benar.