Sumber : http://blogseotest.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-artikel-terkait-bergambar.html#ixzz2HNYeE9JU

Pages

Blogroll

Tampilkan postingan dengan label isra` dan mi`raj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label isra` dan mi`raj. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Maret 2021

isra` dan mi`raj

 

       Isra` mi`raj .

 

Terkadang sebagian orang berkeyakinan adanya mi'raj karena ada ayat Alquran sebagai berikut

 

وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

13. Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,

عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَىٰ

14. (yaitu) di Sidratil Muntaha.

عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ

15. Di dekatnya ada surga tempat tinggal,

إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ

16. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.

مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ

17. Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.

لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَىٰ

18. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar

وهي مَكِّيَّةٌ جَمِيعُها في قَوْلِ الجُمْهُورِ.

فتح القدير للشوكاني — الشوكاني (١٢٥٠ هـ)

Surat An Najem itu diturunkan di Mekkah secara keseluruhan , lihat kitab fathul qaadir karya syaukani

تفسير ابن كثير ت سلامة (7/ 444)

وَقَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَة، حَدَّثَنَا مُصَرِّف بْنُ عَمْرٍو الْيَامِيُّ أَبُو الْقَاسِمِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنِ الْوَلِيدِ -هُوَ ابْنُ قَيْسٍ-عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ أَبِي الكَهْتَلَة أَظُنُّهُ ذَكَرَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَمْ يَرَ جِبْرِيلَ فِي صُورَتِهِ إِلَّا مَرَّتَيْنِ، أَمَّا وَاحِدَةٌ فَإِنَّهُ سَأَلَهُ أَنْ يَرَاهُ فِي صُورَتِهِ فَسَدَّ الْأُفُقَ. وَأَمَّا الثَّانِيَةُ فَإِنَّهُ كَانَ مَعَهُ حَيْثُ صَعِدَ، فَذَلِكَ (3) قَوْلُهُ: {وَهُوَ بِالأفُقِ الأعْلَى} .

وَقَدْ قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ هَاهُنَا قَوْلًا لَمْ أَرَهُ لِغَيْرِهِ، وَلَا حَكَاهُ هُوَ عَنْ أَحَدٍ، وَحَاصِلُهُ: أَنَّهُ ذَهَبَ إِلَى أَنَّ الْمَعْنَى: {فَاسْتَوَى} أَيْ: هَذَا الشَّدِيدُ الْقُوَى ذُو الْمِرَّةِ هُوَ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِمَا وَسَلَّمَ {بِالأفُقِ الأعْلَى} أَيِ: اسْتَوَيَا جَمِيعًا بِالْأُفُقِ، وَذَلِكَ لَيْلَةَ الْإِسْرَاءِ كَذَا قَالَ، وَلَمْ يُوَافِقْهُ أَحَدٌ عَلَى ذلك.

……………….Dari Abdullah bin Mas'ud sesungguhnya Rasulullah tidak melihat Jibril yang sesuai dengan gambar aslinya kecuali dua kali . Pertama ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam minta kepada Jibril agar memperlihatkan dirinya lalu memenuhi cakrawala langit.  Maksudnya nya karena besarnya sehingga memenuhi cakrawala . Kedua beliau naik ke langit dan itulah firman Allah

وَهُوَ بِالأفُقِ الأعْلَى

Dia ( Muhammad )  berada di cakrawala yang tinggi

Sungguh Ibnu jarir berkata bahwa ini perkataan yang tidak dikatakan oleh orang lain.

 walhasil bahwa dia berpendapat bahwa Rasul dan Jibril  berada di ufuk dan itu adalah pada malam isra namun hal ini tidak ada yang mendukungnya atau tidak ada ulama yang berpendapat seperti ini lihat di tafsir Ibnu Katsir

Untuk lebih objektifnya maka kita perbincangkan ayat tersebut dengan hadisnya sekalian.

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ أَخْبَرَنِي أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ

أَوَّلُ سُورَةٍ أُنْزِلَتْ فِيهَا سَجْدَةٌ وَالنَّجْمِ قَالَ فَسَجَدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَجَدَ مَنْ خَلْفَهُ إِلَّا رَجُلًا رَأَيْتُهُ أَخَذَ كَفًّا مِنْ تُرَابٍ فَسَجَدَ عَلَيْهِ فَرَأَيْتُهُ بَعْدَ ذَلِكَ قُتِلَ كَافِرًا وَهُوَ أُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ

(BUKHARI - 4485) : Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali Telah mengabarkan kepadaku Abu Ahmad Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Aswad bin Yazid dari Abdullah radliallahu 'anhu dia berkata; Surat pertama kali yang di dalamnya ada ayat sajdah adalah surat An Najm. Abdullah berkata; Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan orang-orang yang berada dibelakang beliau pun bersujud, kecuali seorang laki-laki yang aku lihat ia mengambil segenggam tanah lalu ia bersujud di atasnya. Setelah itu aku melihat orang itu terbunuh dalam keadaan kafir. Ia adalah Umayyah bin Khalaf.

Ada orang menulis surat :

وقع لي إشكال أوّد من أحدكم حلّه.

نعلم أنّ رجوع المسلمين من هجرتهم الأولى إلى الحبشة كان في السنة الخامسة بعد البعثة، في شهر شوال، عندما أشيع أن قريشاً أسلموا لمّا سجدوا مع رسول الله   عند قرآءته لسورة النجم (علماّ بأنّ قصة الغرانيق لا تثبت سنداّ ومتناّ ورواية البخاري في ذلك مستغنياً عن هذه القصة).

 

إذاَ معنى ذلك أنّ سورة النجم نزلت قبل هذه الواقعة، في السنة الخامسة بعد البعثة.

 

والإشكال أنّ هذه السورة تشير إلى ما حدث في واقعة المعراج ((ما كذب الفؤاد ما رأى أفتمارونه على ما يرى ... الخ).

 

ولكن جلّ الكاتبين في السيرة، وأغلب الروايات، تشير إلى أنّ حادثة الإسراء والمعراج وقعت قبيل الهجرة إلى المدينة، إما قبله ببضعة أشهر أو بسنة ونصف على الأكثر. والظاهر أنّها وقعت بعد وفاة خديجة لأنها لم تدرك فرضية الصلاة. وحتى البخاري في صحيحه يشير إلى أنّ الإسراء وقع بعد وفاة إبي طالب، و أصحّ ما ورد فيه من الآثار هو عن الزهري وهو أنّه وقع قبل الهجرة بسنة (كما في دلائل النبوة للبيهقي).

Intinya saya punya problem saya ingin ada orang di antaramu yang bisa memberikan solusi. Kita tahu bahwa kaum muslimin kembali dari hijrah yang pertama ke Habasyah pada tahun 5 kenabian . yaitu pada bulan Syawal di mana tersebar berita bahwa kaum Quraisy masuk Islam, mereka sujud bersama Rasulullah ketika Rasulullah membacakan surat an Najm

 juga diketahui bahwa kisah al gharaniq

فيض الباري على صحيح البخاري (5/ 404)

لغَرَانِيقُ العُلَى، وأنَّ شفاعَتَهن لَتُرتَجى

Berhala – berhala  yang tinggi dan sesungguhnya syafaat mereka sangat di harapkan.

Kisah itu lemah baik sanad  maupun matanya dan riwayat Bukhari dalam hal itu sudah cukup daripada kisah-kisah ini

Surat an najam diturunkan pada tahun ke-5 kenabian sebelumnya isra dan mi'raj anehnya surat ini ini memberikan isyaroh akan terjadinya mi'raj dalam ayat sebagai berikut

 

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَىٰ

11. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

أَفَتُمَارُونَهُ عَلَىٰ مَا يَرَىٰ

12. Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?

Kebanyakan pengarang sejarah dan kebanyakan riwayat menerangkan bahwa isra dan sebelum hijrah ke Madinah sekitar beberapa bulan atau 1 tahun setengah menurut pendapat yang lebih banyak . Secara realita isra`  terjadi setelah wafatnya Khadijah karena beliau tidak menjumpai salat di wajibkan .

Bahkan imam Bukhari sendiri dalam kitab shahihnya memberikan isyarat bahwa hal itu setelah wafatnya abu Tholib dan atsar paling sahih dalam hal tersebut  adalah dari Zuhri yaitu itu terjadi sebelum sekitar 1 tahun

lihat dalam kitab dala'il nubuwwah karya Al Baihaqi

Jadi tidak tepat ayat 13-14 surat an-najm itu  untuk mi'raj di mana Rasulullah diangkat ke langit. Sebab surat an-najm itu turun pada tahun lima kenabian sedangkan mi'raj itu ketika Rasulullah akan berhijrah ke Madinah setelah abu Thalib wafat yaitu sekitar 11-12 tahun kenabian . Jadi menurut saya dalil mi'raj di Alquran itu tidak ada.  Allah hanya menyebut isra dalam Alquran sebagai berikut

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 Al isra 1

Bila kita percaya mi`raj , maka kita akan kufur degan ayat sbb :

 

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.  4 Al Ma`arij

Jibril atau malaikat pergi kepada Allah  sekitar lima puluh ribu tahun , baru sampai  pada Allah . Jadi sangat jauh, dan sangat tinggi. Ayat juga menunjukkan bahwa Allah maha tinggi dan di atas bukan di bawah. Tidak layak Rasul di mi`rajkan dalam semalam sudah ketemu dengan Allah atau sampai di sidratul muntaha . Apalagi surat Najem itu turun pada tahun lima kenabian sedang mi`raj sekitar tahun 11 – 12 kenabian

Tentang kapan saat diwajibkan akan kita bahas dalam artikel lain.

Selasa, 23 April 2019

Kajian mi`raj ke 23



حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُصَفَّى حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ وَأَبُو الْمُغِيرَةِ قَالَا حَدَّثَنَا صَفْوَانُ قَالَ حَدَّثَنِي رَاشِدُ بْنُ سَعْدٍ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جُبَيْرٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
(ABUDAUD - 4235) : Telah menceritakan kepada kami Ibnul Mushaffa berkata, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah dan Abul Mughirah keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Shafwan ia berkata; telah menceritakan kepadaku Rasyid bin Sa'd dan 'Abdurrahman bin Jubair dari Anas bin Malik ia berkata,
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا عُرِجَ بِي مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمُشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketika aku dinaikkan ke lagit (dimi'rajkan), aku melewati suatu kaum yang kuku mereka terbuat dari tembaga, kuku itu mereka gunakan untuk mencakar muka dan dada mereka.
فَقُلْتُ مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ قَالَ هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ
Aku lalu bertanya, "Wahai Jibril, siapa mereka itu?" Jibril menjawab, "Mereka itu adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan merusak kehormatan mereka."
قَالَ أَبُو دَاوُد حَدَّثَنَاه يَحْيَى بْنُ عُثْمَانَ عَنْ بَقِيَّةَ لَيْسَ فِيهِ أَنَسٌ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ أَبِي عِيسَى السَّيْلَحِينِيُّ عَنْ أَبِي الْمُغِيرَةِ كَمَا قَالَ ابْنُ الْمُصَفَّى
Abu Dawud berkata, " Yahya bin Utsman menceritakannya kepada kami dari Baqiyyah, tetapi tidak disebutkan di dalamnya nama Anas.
Telah menceritakan kepada kami Isa bin Abu Isa As Sailahini dari Al Mughirah sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Mushaffa."
Komentarku : Menurut Abu Dawud yang meriwayatkan hadis tsb adakalanya  mursal atau marfu`. Ya`ni sanadnya bersambung kepada Rasul , juga boleh tidak bersambung. Yakni sanadnya terputus. Ia  juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad  HADIST NO – 12861
.
رواه الإمام أحمد وأبو داود . وصححه الألباني والأرنؤوط .
Ia diriwayatkan oleh Imam Ahmad , dan Abu Dawud , disahihkan oleh al albani dan al arnaut.
Komentarku ( Mahrus ali
Disahihkan oleh siapapun , hadis tsb menurut Abu dawud mungkin marfu` , mungkin juga mursal. Yakni mungkin lemah.
المسند الجامع (2/ 196)
بْرِيلُ؟ قَالَ: هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ، وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ.
أخرجه أحمد 3/224 (13373) قال: حدَّثنا أبو المُغِيرَة. و"أبو داود" 4878 قال: حدَّثنا ابن المُصَفَّى، قال: حدَّثنا بَقِيَّة، وأبو المُغِيرَة. وفي (4879) قال: حدَّثنا عِيسَى بن أَبي عِيسَى السَّلِيحِيّ، عن أَبي المُغِيرَة.
كلاهما (بَقِيَّة، وأبو المُغِيرَة) عن صَفْوَان بن عَمْرو، قال: حدَّثني راشد بن سَعْد، وعَبْد الرَّحْمان بن جُبَيْر، فذكراه.
قال أبو داود: حدَّثناه يَحيى بن عُثْمَان، عن بَقِيَّة. ليس فيه: أَنَس) .
Intinya  hadis itu hanya diriwayatkan oleh Shofwan bin Amar
* * * تخريج أحاديث إحياء علوم الدين (4/ 1737)
وقال العراقي: رواه أبو داود مسند ومرسلاً والمسند أصح.
Al Iraqi berkata: Ia diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam keadaan sanadnya bersambung atau terputus. Tapi yang paling sahih adalah bersambung.

Hadis  tsb hanya diriwayatkan oleh Shofwan bin Amar Dan mayoritas tabiin tidak mengetahuinya. 
  ــ  صفوان بن عمرو بن هرم السكسكى ، أبو عمرو الحمصى ، ( و أمه أم الهجرس بنت عوسجة بن أبى ثوبان المقرائى )
المولد  :
الطبقة : 5  : من صغار التابعين
الوفاة : 155 هـ أو بعدها
روى له : بخ م د ت س ق
مرتبته عند ابن حجر : ثقة
مرتبته عند الذهبـي : وثقوه

Mausuah ruwatil hadis 2938. Perawi Shofwan wafat pada tahun 155 H . Pada masa beliau hanya beliau yang paham hadis tu  dan ini sinyal kelemahan.
Kelemahan segi redaksi :
Mereka yang tersiksa dengan mencakari dada dan mukanya itu dimana di Neraka apa dikuburan?  Kok terlihat di langit atau di atas bukan dikuburan. Bila benar , maka akan menyalahi ayat yang menyatakan bahwa siksaan Neraka itu nanti  setelah dihisap atau amalan ditimbang. Juga setelah kitab amalan perbuatan di berikan.
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ (7) فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا (8) وَيَنقَلِبُ إِلَىٰ أَهْلِهِ مَسْرُورًا (9) وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ (10) فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا (11) وَيَصْلَىٰ سَعِيرً
Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,
( 8 )   maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,
( 9 )   dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.
( 10 )   Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,
( 11 )   maka dia akan berteriak: "Celakalah aku".
( 12 )   Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).  Insyiqaq 7 – 12.
Percayalah kpd Al Qu`ran dan jangan kufur padanya  untuk percaya kpd cerita – cerita khurofat yang bertentangan dengannya.


Senin, 15 April 2019

Kajian mi`raj ke 22 tentang nabi masih hidup dikuburan



Kajian Isra` Mi`raj ke 22
Tentang Nabi hidup dikuburan

مررت ليلة أسري بي على موسى فرأيته قائما يصلي في قبره
Aku melihat di malam Isra` kepada Musa yang berdiri melakukan salat dikuburannya.
قال الألباني في " السلسلة الصحيحة " 6 / 261 :
أخرجه مسلم ( 7 / 102 ) و النسائي ( 1 / 242 ) و ابن حبان ( 49 - الإحسان ) وأحمد ( 3 / 120 ) من طرق عن سليمان التيمي عن أنس
Al-Albaani berkata dalam al-Silsilah al-Sahihah 6/261:
Diriwayatkan  oleh Muslim (7/102), Al-Nasa'i (1/242), Ibn Hibban (49 - Al-Ehsan) dan Ahmad (3/120)  dari berbagai jalur periwayatan dari Sulaiman al taimi dari Anas.
Komentarku ( Mahrus ali
Jadi hadis itu hanya  perawi Sulaiman at taimi yang meriwayatkan .  Identitasnya sbb:

  ــ  سليمان بن طرخان التيمى ، أبو المعتمر البصرى ، ( نزل فى التيم فنسب إليهم )
المولد  : 46 هـ
الطبقة : 4  : طبقة تلى الوسطى من التابعين
الوفاة : 143 هـ
روى له : خ م د ت س ق
مرتبته عند ابن حجر : ثقة
مرتبته عند الذهبـي : أحد السادة
2575
Jadi Sulaiman al taimi ini adalah perawi Basrah tunggal yang meriwayatkan hadis tsb dan tidak ada perawi lainnya.   Di masa  beliau yang wafat pada tahun 146 hijriyah , hanya beliau  yang paham hadis itu . Ada yang menyatakan Tsabit juga meriwayatkan bersamanya dari Anas, maka saya jawab itu masih hilap. Kalau memang benar bgt maka hadis itu hanya Anas  yang merwayatkan.
كراهية المتقدمين لرواية الغريب:
كان المتقدمون من علماء الحديث يكرهون رواية الغرائب وما تفرد به الرواة، ويعدونه من شَرِّ الحديث، كما قال الإمام مالك رحمه الله: "شَرُّ العلم الغريبُ، وخيرُ العلم الظاهرُ الذي قد رواه الناس" 1،
Hukum hanya seorang perawi yang meriwayatkan  hadis.( tafarrud )
1.     Ulama hadis  dahulu tidak suka atau benci terhadap riwayat  gharib ( nyeleneh )
Ulama hadis dahulu benci  terhadap  terhadap riwayat – riwayat yang gharib ( nyeleneh )  dan  hadis yang  di riwayatkan   oleh seorang  perawi , lalu di anggap   sebagai  hadis yang  terjelek  sebagaimana  di katakan   oleh Imam Malik rahimahullah: Ilmu  terjelek  adalah  yang gharib  dan  ilmu yang  terbaik adalah  yang tampak yang di riwayatkan oleh manusia. ( banyak ).
Km hrs bisa menyimpulkan bahwa riwayat dr perawi tunggal menurut pakar hadis dulu tertolak. …………..
Dalam majalah Buhus Islamiyah  terdapat keterangan:
ولهذا نقول إنه ينبغي لطالب العلم أن ينظر أن من قرائن الإعلال والرد للأحاديث، في تفردات الكوفيين والعراقيين على وجه العموم،
مجلة البحوث الإسلامية

Karena ini, kami katakan: Layak sekali bagi thalib ilm untuk melihat bahwa sebagian tanda cacat dan tertolaknya beberapa hadis adalah tafarrudnya perawi Kufah dan Irak secara umum (seperti hadis masalah Bilal tadi).
http://www.dd-sunnah.net/forum/showthread.php?t=152431
 Jadi hadis itu lemah tidak bisa dibuat pedoman atau dipercaya.
Sanadnya sbb:
عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ، وَثَابِتٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:
1. Dari  Sulaiman al-Taimi, dan Tsabit, dari Anas bin Malik, yang mengatakan: Rasul shallahu alaihi wasallam mengatakan: “ …………………………
وأخرجه النَّسَائِي 3/215، وفي "الكبرى" 1330 قال: أخبرنا مُحَمد بن علي بن حَرْب , قال: حدَّثنا مُعَاذ بن خالد , قال: أنبأنا حَمَّاد بن سَلَمَة، عن سُلَيْمان التَّيْمِي، عن ثابت، عن أَنَس، فذكره.
2. al-Nasa`I  meriwayatkannya 3/215, dan dalam al-Kubra 1330 dia berkata: Muhammad ibn Ali ibn Harb memberi tahu kami. Dia berkata: Mu'adh ibn Khalid memberi tahu kami. Dia berkata: Hammad bin Salamah memberi tahu kami  dari  Sulaiman al-Taimi dari Tsabit dari Anas.
عن سُلَيْمان، عَنْ أَنَسٍ، عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه

3. Dari Sulaiman, dari Anas, dari sebagian sahabat Nabi shallahu alaihi wasallam
Sanadnya kacau.
Sanad pertama  dari Sulaiman dan Tsabit dari Anas.
Sanad kedua beda lagi yaitu  dari Sulaiman dari Tsabit dari Anas……………..
Sanad ke tiga  malah dari Anas dari sebagian sahabat Nabi shallahu alaihi wasallam
Kacau sanad ini  tanda kelemahan.


Segi redaksi ada cacat hadis sbb:
Bila kita ini percaya bahwa Nabi Musa alaihis salam melakukan salat dikuburannya ber arti Nabi Musa masih hidup mulai dulu sampai sekarang. Sebab mayat tidak akan melakukan salat, zakat , puasa dll.
Bila hidup, maka akan bertentangan dengan ayat:
أمْوَاتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍ ۖ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
Mayat mayat itu mati tidak hidup, dan mereka tidak mengetahui bilakah mereka akan dibangkitkan.  Nahel 21
Pengertian mayat disini adalah mutlak , general, maka tidak boleh di artikan sempit atau  dihususkan kecuali para Nabi atau Nabi Musa as  kecuali ada dalil yang sahih
Nabi musa sudah mati dikuburan, dan kelak hari kiamat  dibangkitkan. Bila  hidup dikuburan, maka Nabi Musa akan hidup tiga kali – yaitu di dunia, di kuburan dan di surga kelak. Dan ini akan menyalahi ayat :
قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَى خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ(11)
Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali, lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan untuk keluar?"(QS. Al-Mu’min: 11)
Komentar penulis:
Menurut ayat itu hidup itu dua kali , di dunia dan kelak di akhirat., di neraka atu  di surga. Hidup di kuburan tidak ada. Dikuburan itu mayat bukan hidup tapi mati total.
.
Al Husain  bin Mas`ud  Al farra`  al baghowi, wafat 516 menyatakan :
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ -رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا-وَقَتَادَةُ وَالضَّحَّاكُ: كَانُوا أَمْوَاتًا فِي أَصْلاَبِ آبَائِهِمْ فَأَحْيَاهُمُ اللهُ فِي الدُّنْيَا، ثُمَّ أَمَاتَهُمُ الْمَوْتَةَ الَّتِي لاَ بُدَّ مِنْهَا، ثُمَّ أَحْيَاهُمْ ِللْبَعْثِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ، فَهُمَا مَوْتَتَانِ وَحَيَاتَانِ  ، وَهَذَا كَقَوْلِهِ تَعَالَى: "كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ" 109/ب ( البقرة-28 ) ،
Ibnu Abbas ra, Qatadah dan Ad dhohhak   berkata : Mereka mati ketika berada di tulang sulbi ayah – ayah mereka , lalu di hidupkan oleh Allah  di dunia  , lalu di matikan ( meninggal  dunia ) lalu di hidupkan / di bangkitkan lagi pada hari kiamat . Itulah dua kematian . Ini mirip dengan firman  Allah :
Bagaimanakah kamu kufur sedang kamu sekalian mati , lalu dihidupkan lalu di matikan , lalu di hidupkan lagi  - Al Baqarah 27
Dalam  ayat  21 Nahel dijelaskan bahwa  mayat – mayat itu tidak mengetahui kapan dibangkitkan di hari kiamat , bukan  sudah bangkit dikuburan.  Hari kebangkitan bukan dikuburan tapi mereka keluar dari kuburan.  Allah berfirman :
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ
Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.  51 Yasin
Itulah hari kebangkitan yaitu setelah sangka kala ditiup bukan sebelumnya.
Bila Nabi Musa as  melakukan salat bera rti sudah bangkit sejak dulu sampai nanti hari kiamat tanpa dibangkitkan lg

Bila Nabi Musa hidup di kuburan  untuk melakukan salat , akan bertentangan dengan ayat : 
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ(30)
Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).
ثمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ  إنك مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ (30) ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ (
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
( 15 )   Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.
( 16 )   Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.
 Al mukminun 14 -1 6.
Ayat itu menjelaskan bahwa Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam akan mati dan merekapun juga akan mati . lalu di bangkitkan kelak  di hari kiamat. Bukan dikuburan.
Terkadang orang berpegangan kpd hadis sbb:


مسند أبي يعلى الموصلي (6/ 147)
 - حَدَّثَنَا أَبُو الْجَهْمِ الْأَزْرَقُ بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ، حَدَّثَنَا الْمُسْتَلِمُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنِ الْحَجَّاجِ، عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْأَنْبِيَاءُ أَحْيَاءٌ فِي قُبُورِهِمْ يُصَلُّونَ»
[حكم حسين سليم أسد] : إسناده صحيح
Musnad Abu Yaali Al-Musli (6/147)
Bercerita  pada kami Abu Jahm al azraq bin Ali, Yahya bin Abi Bukair memberi tahu kami ,  mustalim bin Said, memberi tahu kami dari Hajjaj, dari tsabit al bunnani  dari Anas bin Malik, mengatakan bahwa utusan Allah SAW mengatakan: "Para nabi hidup di kuburan mereka, dan juga melakukan salat 
[Hukum Hussein Salim Asad]:  Sanadnya sahih.
مسند البزار = البحر الزخار (13/ 62)
حَدَّثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ المُفَضَّل الحراني، حَدَّثنا الحسن بن قتيبة المدائني، حَدَّثنا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَن أَنَسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الأَنْبِيَاءُ أَحْيَاءٌ يُصَلُّونَ فِي قُبُورِهِمْ.
وَهَذَا الْحَدِيثُ لا نَعْلَمُ أَحَدًا تَابَعَ الْحَسَنَ بْنَ قُتَيْبَةَ عَلَى رِوَايَتِهِ عَنْ حَمَّادٍ


Beritahu kami Mohammad bin Abdul Rahman bin al mufaddhol Al harrani, memberi tahu kami Hassan bin Qutaiba, Hammad bin Salamah memberi tahu kami dari  Abdul Aziz, dari Anas, ia berkata: Utusan Allah SAW berkata:
Para nabi masih hidup dan melakukan salat  di kuburan mereka.
Al Bazzar menyatakan : Kami tdk tahu siapa yg mendukung Al Hasan bin Qutaibah dalam meriwayatkan nya dari Hammad .  ( tidak ada mutabaahnya ).
Syaikh Abu Abd Rahman attahir menyatakan :
اعلم علمك الله أن الذي تحقق لدي هو أن الحديث ضعيف وإن تعددت طرقه
 Ketahuilah , semoga Allah mengajari  anda . menurut penelitian kami hadis tsb adalah lemah walaupun banyak jalurnya.

https://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=173103

وقال الشيخ الألباني بعد البحث في رجال هذه الطريق و جملة القول : أن الحديث بهذا الإسناد ضعيف , وأن علته إنما هي من الحسن بن قتيبة المدائني .اهـ
Syaikh al albani menyatakan  setelah melakukan pengkajian tentang perawi – perawi jalur periwayatan , maka bisa di simpulkan bahwa  hadis dengan sanad ini lemah. Sesungguhnya cacatnya pada Al Hasan bin Qutaibah al madaini .
Komentarku ( Mahrus ali

Intinya menurut al albani hadis tsb lemah.
Ada hadis lg yang di buat pegangan oleh orang yang menyatakan bahwa para Nabi itu hidup sbb:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :
مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلَّا رَدَّ اللَّهُ عَلَيَّ رُوحِي حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ )
Dari Abu Hurairah ra , sesungguhnya Nabi shallahu alaihi wasallam bersabda: Seseorang yang mengucapkan salam kepadaku , maka Allah mengembalikan rohku hingga aku bisa menjawab salamnya.
رواه أحمد (16/477) ط الرسالة ، وأبو داود (2041) وصححه النووي في " الأذكار " (154)، وابن تيمية في " اقتضاء الصراط المستقيم " (2/173) وغيرهم .

Diceritakan oleh Ahmad (16/477),  Cetakan Risalah , Abu Dawood (2041), dan dikatakan  shahih oleh al-Nawawi di al-Azkar, 154 dan Ibn Taymiyyah di  iqtidho`  al-Shirat al-Mustaqim (2/173).


Komentarku ( Mahrus ali
Hadis tsb lemah  , Abu Abdillah al Utaibi berkata:

[أبو عبد الله العتيبي]ــــــــ[09 - 07 - 03, 12:38 ص]ـ

بل علة هذا الحديث هو أبو صخر حميد بن زياد حيث تفرد عن يزيد بن عبد الله بن قسيط ما لم يروه الثقات من كبار تلامذة يزيد وهم مالك بن أنس - ويزيد بن عبد الله بن خصيفة وابن أبي ذئب محمد بن عبد الرحمن والليث بن سعد. بل أبو صخر أقل ما قيل فيه أنه صدوق يهم ومثله لا يأمن منه الغلط والوهم ويخشى منه كما في هذا الحديث،
…………. Tapi cacat hadits ini adalah Abu Sakhr Humaid ibn Ziyad, di mana dia perawi tunggal / tafarrud dari Yazid ibn 'Abd Allah ibn Qusayt,  Dan hadis itu tidak di riwayatakan ole perawi terpercaya dari tokoh – tokoh murid Yazid . Mereka adalah Malik bin Anas, danYa Zid ibn' Abd-Allah ibn Khasifah,
Dan putra Abu dhi`bin Muhammad ibn 'Abd al-Rahman dan al-Layts ibn Saad

Paling  bisa di katakan untuk Abu Sakhr “ Dia perawi yang suka berkata benar dan sering salah  dan  orang seperti dia tidak aman dari kesalahan dan ilusi dan dihawatirkan seperti dalam pembicaraan ini”,
https://al-maktaba.org/book/31621/8456

و قال إسحاق بن منصور ، عن يحيى بن معين : أبو صخر حميد بن زياد ضعيف .
و قال أحمد بن سعد بن أبى مريم ، عن يحيى بن معين : أبو صخر حميد بن زياد  الخراط ضعيف الحديث .
و قال النسائى : حميد بن صخر ضعيف
ثم قال فى موضع آخر : حميد بن صخر ، سمعت ابن حماد يقول : حميد بن صخر يروى عنه 
حاتم بن إسماعيل : ضعيف ، قاله أحمد بن شعيب النسائى .


Dan Ishaaq bin Mansur, dari Yahya bin Main: Abu SakhrHumaid bin Ziad lemah.
Ahmed bin Sa`ad bin Abi Maryam, dari Yahya bin Main berkata: Abu SakhrHumaid bin Ziyad Kharrat  lemah hadisnya .
Imam Nasai berkata:Humaid bin Sakhr lemah
Kemudian dia berkata di tempat lain tentang  Humaid bin Sakhr, saya mendengar putra Hammad berkata:Humaid bin Sakhr yang menjadi guru Hatim bin Ismail lemah
Ini dikatakan oleh Ahmad ibn Syu'aib al-Nasa'i.
Lihat mausuat ruwatil hadis .
Hadis tsb lemah tidak bisa dibuat pegangan untuk menentukan masalah gaib  atau tidak , apalagi untuk menentukan roh Rasul shallahu alaihi wasallam dikuburan dikembalikan lalu menjawab salam . Bila tidak ada orang yang baca salam padanya , maka Rasul shallahu alaihi wasallam mati lagi , lalu ada orang yang baca salam padanya lalu hidup lagi.

 Sudah tentu , hadis itu bertentangan dengan Al Qu`ran yang menyatakan bahwa Roh manusia itu akan dikembalikan nanti pada hari kiamat sebagaimana ayat:
قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
 Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan,  Al Hijir 36
لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.   100 mukminun

Hari kebangkitan itu bukan sekarang atau di masa sahabat tapi kelak  pada hari kiamat.

Sabtu, 30 Maret 2019

KAJIAN Mi`raj KE 21 Melihat orang – orang yang tersiksa waktu isra`



KAJIAN Mi`raj KE 21
 Melihat orang – orang yang tersiksa waktu isra`

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى قَوْمٍ تُقْرَضُ شِفَاهُهُمْ بِمَقَارِيضَ مِنْ نَارٍ قَالَ قُلْتُ مَنْ هَؤُلَاءِ قَالُوا خُطَبَاءُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا كَانُوا يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا يَعْقِلُونَ
(AHMAD - 11766) : Telah menceritakan kepada kami Waki' berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid dari Anas bin Malik ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada malam aku di isra`kan aku melewati sekelompok orang yang mulut mereka dipotong dengan gunting dari api. Aku lalu bertanya: 'Siapakah mereka? ' mereka menjawab; 'Mereka adalah para khatib di dunia yang memerintahkan manusia untuk melaksanakan kebajikan sementara mereka melupakan diri mereka sendiri, padahal mereka membaca Al-Kitab, maka apakah mereka tidak berakal.'"
الراوي : أنس بن مالك | المحدث : شعيب الأرناؤوط | المصدر : تخريج صحيح ابن حبان
Menurut Syu`aib al arnauth hadis  tsb dalam kitab sahih Ibnu Hibban .
Dalam kitab Kasyful astar , sanadnya sbb:
كشف الأستار عن زوائد البزار (4/ 112)
1 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، ثنا حَجَّاجُ بْنُ الْمِنْهَالِ، ثنا حَمَّادٌ (ح) ، وَحَدَّثَنَاهُ مُحَمَّدُ بْنُ مَعْمَرٍ، ثنا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، ثنا حَمَّادٌ، يَعْنِي: ابْنَ سَلَمَةَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ أنَسٍ
قَالَ الْبَزَّارُ: لا نَعْلَمُ رَوَاهُ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ غَيْرُ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ
Al bazzar menyatakan : Tiada perawi yang meriwayatkan dari Ali bin Zaid kecuali Hammad bin Salamah .
Komentarku ( Mahrus ali ).
Jadi tafarrudnya kpd Hammad bin Salamah .  Dan  ini tanda kelemahannya .  lihat pula dalam kitab al mausnadul jami` .
أخرجه أحمد 3/120 (12235) و3/180 (12887) قال: حدَّثنا وَكِيع. وفي 3/231 (13454) قال: حدَّثنا يُونُس. وفي 3/239 (13549) قال: حدَّثنا حَسَن. و"عَبد بن حُميد" 1222 قال: حدَّثنا الحَسَن بن مُوسَى.
ثلاثتهم (وَكِيع، ويُونُس، وحَسَن) عن حَمَّاد بن سَلَمَة، عن علي بن زَيْد، فذكره.
Intinya hadis tsb hanya diriwayatkan oleh Hammad bin Salamah. Identitasnya sbb:
  ــ  حماد بن سلمة بن دينار البصرى ، أبو سلمة بن أبى صخرة ، مولى ربيعة بن مالك بن حنظلة من بنى تميم ، و يقال مولى قريش
الطبقة : 8  : من الوسطى من أتباع التابعين
الوفاة : 167 هـ
روى له : خت م د ت س ق
مرتبته عند ابن حجر : ثقة عابد أثبت الناس فى ثابت ، و تغير حفظه بأخرة
مرتبته عند الذهبـي : الإمام ، أحد الأعلام ، ... ، هو ثقة صدوق يغلط و ليس فى قوة مالك
Hammad bin Salama bin Dinar al-Basri, Abu Salamah bin Abi Sakhra, Maula Rabia bin Malik bin Handlalah  dari Bani Tamim,  dikatakan : Dia maula Quraish
Tingkatan  ke  delapan dari  pertengahan  tabiin
Wafat : 167 H.
مرتبته عند ابن حجر : ثقة عابد أثبت الناس فى ثابت ، و تغير حفظه بأخرة
مرتبته عند الذهبـي : الإمام ، أحد الأعلام ، ... ، هو ثقة صدوق يغلط و ليس فى قوة مالك
Martabat  menurut Ibn Hajar:    DI percaya  ahli ibadah, Paling kuat hapalannya tentang riwayat  dari Tsabit . Pada ahir hayatnya hapalannya berubah.
Martabat menurut Dzahabi: Imam, salah satu tokoh , ...,  terpercaya, pernah keliru, tidak seperti imam Malik dalam kekuatan hapalannya.
Jadi hadis tsb termasuk hadis tafarrudatil iraqiyyin . Hanya perawi Irak yang meriwayatkannya .
Lihat Mausuah ruwatil hadis 1499 
Ada juga perawi lemah bernama  Ali bin Zaid , identitasnya sbb:
  ــ  على بن زيد بن عبد الله بن زهير بن عبد الله بن جدعان القرشى التيمى ، أبو الحسن البصرى المكفوف ( مكى الأصل )
المولد  :
الطبقة : 4  : طبقة تلى الوسطى من التابعين
الوفاة : 131 هـ و قيل قبلها بـ البصرة
روى له : بخ م د ت س ق
مرتبته عند ابن حجر : ضعيف
مرتبته عند الذهبـي : أحد الحفاظ ، و ليس بالثبت ، قال الدارقطنى : لا يزال عندى فيه لين
Ali bin Zaid bin Abdullah bin Zuhair bin Abdullah bin Jadaan al-Qurashi al-Taymi, Abu al-Hasan al-Basri al-Makfuf (asal Makki) Tempat kelahiran   Martabat : 4 tingkatan setelah pertengahan tabiin . Wafat : 131 H dikatakan sebelum Basrah
Martabatnya menurut  Ibnu Hajar lemah Martabanya menurut Dzahabi : Salah satu hafidh dan bukan orang yang kuat hapalannya . Daraqutny berkata :Menurut saya dia lemah
Mausuah ruwatil hadis 4734
فقد رواه ابن حبان، وابن مردويه وغيرهما من وجه آخر.
Sungguh Ibn Hibban , Ibn Mardaweh dll meriwayatkan dari jalur lain sbb:

 قال ابن حبان أخبرنا الحسن بن سفيان حدثنا محمد بن المنهال الضرير حدثنا يزيد بن زريع حدثنا هشام الدستوائي قال حدثنا المغيرة ختن مالك بن دينار عن مالك بن دينار عن أنس بن مالك (جـ 1 ص
Ibn Hibban memberi tahu kami, Hassan Bin Sufyan memberi tahu kami, Mohammed bin Minhal, yang  buta mengatakan kepada kami, Yazid bin Zureih, memberi tahu kami, Hisham Aldstawai memberi tahu kami,  Ak Mughirah besan Malik bin Dinar dari  Malik bin dinar dari Anas bin Malik (c 1 p
الصفحة أو الرقم: 53 | خلاصة حكم المحدث : [رجاله ثقات، إلا أن المغيرة ختن مالك، ذكره ابن حبان في "الثقات" وقال: يغرب. وقال الأزدي: منكر الحديث. لكنه قد توبع عليه، فالحديث صحيح بهذه المتابعات]
Intinya  sanad tsb lemah , karena ada perawi bernama Mughirah  yang menurut Ibn Hibban pernah buat riwayat aneh.  Dan al azdi menyatakan : Dia mungkar hadisnya.
Mutbaahnya menurut saya juga lemah.

Cacat  dari  sg redaksi hadis :

Riwayat Anas menyatakan : Mereka adalah penceramah
Dari orang yang bertujuan dunia.

 وفي روايةٍ تُقْرَضُ ألسنتُهُمْ بِمقَارِيضَ من نارٍ أوْ قال من حديدٍ وفي روايةٍ أتيتُ على سماءِ الدنيا ليلةَ أُسْرِيَ بي فرأَيْتُ فيها رجالًا تُقْطَعُ ألسنتُهم وشفاهُهم . . . .
Intinya : Sutau riwayat menyatakan : Lidah mereka  di gunting dengan gunting api .
Atau gunting besi.
كشف الأستار عن زوائد البزار (1/ 39)
………………. 
خُطَبَاءُ الْفِتْنَةِ،
Penceramah yang suka fitnah.
Lantas Rasul mereka mereka yang digunting lidahnya itu dimana?
DI neraka apa di kuburan ?
Bila dikuburan , siksa kubur itu tidak ada sebagaimana kajian kita yang lalu . Bila di Neraka, maka siksa Neraka itu belum ada. Sebab hisab dan timbangan amal manusia belum di lakukan.
Surga dan Neraka itu masih kosong. Lihat firman Allah sbb:
فَاَمَّا مَنۡ ثَقُلَتۡ مَوَازِيۡنُهٗ ۙ‏ ﴿۶﴾  
6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya
فَهُوَ فِىۡ عِيۡشَةٍ رَّاضِيَةٍ ؕ‏ ﴿۷﴾  
7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan
وَاَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَازِيۡنُهٗ ۙ‏ ﴿۸﴾  
8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
فَاُمُّهٗ هَاوِيَ ؕةٌ‏ ﴿۹﴾  
9. maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah
َمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا هِيَهۡ ؕ‏ ﴿۱۰
10. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
نَارٌ حَامِيَةٌ‏ ﴿۱۱﴾  
11. (Yaitu) api yang sangat panas
Jadi setelah timbangan amal dilakukan dan telah diketahui siapa yang berat amalan timbangannya, maka akan masuk ke neraka atau surga.
Bila kita percaya hadis tsb yaitu ada siksaan sebelum ada timbangan amal  maka kita akan kufur pada ayat di atas itu.
Lantas mengapa Rasul shallahu alaihi wasallam tidak menceritakan  hadis tsb kepada kafir Quraisy , bila memang beliau melihatnya.
Dan memang hadis itu .tidak diketahui oleh mayoritas sahabat , sebab  pada tahun 150 H , hadis itu masih hanya diketahui oleh satu orang yaitu Hammad bin Salamah  perawi pertenganan atbaut tabiin – atau pengikut tabiin.