Sumber : http://blogseotest.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-artikel-terkait-bergambar.html#ixzz2HNYeE9JU

Pages

Blogroll

Tampilkan postingan dengan label salafy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label salafy. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 April 2021

komentarku terhadap Ust Salafy Abdurrahman tentang ulil amri

komentarku terhadap Ust Salafy Abdurrahman tentang ulil amri 

Rabu, 09 Oktober 2019

Kritikanku kepada Ustadz Salafy ke 3

Kritikanku kepada ustadz - ustadz salafy ke 2

Selasa, 08 Oktober 2019

Kritikanku kepada ustadz ustadz salafy ke 1

Kritikanku kepada Ustadz ustadz salafy fase ke 1

Kamis, 27 Juni 2019

Takut syubhat, malah banyak syubhatnya

Senin, 17 Juni 2019

Jangan bilang mana salafnya, tapi katakan mana dalilnya

Minggu, 10 Februari 2013

Tiga Jenis Jenggot





Pada sebuah forum, Kiai Masdar berkali-kali menyebut jenggot dengan kesan negatif. Jenggot adalah aksesoris orang-orang kolot. Jenggot adalah tren pencitraan kaum salafi yang tidak keren.

Di sela kerumunan jamaah, samar-samar terlihat kiai NU berjenggot menatapnya serius. Khusyuk menyimak. Tapi sorot matanya ganjil.

Kiai Masdar akhirnya sadar, pernyataannya soal ”jenggot” masih butuh syarah. Segera ia menyusuli ceramahnya, ”Jenggot itu tsalatsatu anwa’in (jenggot terdiri dari tiga jenis).”

”Pertama, jenggot biologis. Jenggotnya orang-orang yang memang dari sono-nya ditakdirkan berjenggot,” katanya.

”Kedua, jenggot ideologis. Itu jenggot paksaan. Karena keyakinan, meski cuma tiga helai juga dipaksa tumbuh. Terus terakhir, jenggot gabungan idiologis-biologis,” tambah Kiai Masdar.

”Nah, jenggot yang saya maksud tadi itu jenggot kedua dan ketiga ini. Kalau jenggotnya NU itu sih biologis. Jadi nggak termasuk!” ujar Kiai Masdar yang tidak berjenggot ini sembari tersenyum. (Mahbib Khoiron)

Komentarku ( Mahrus ali): 

Kiai Masdar, anda ini hakikatnya orang yang ingin kebenaran lalu menjumpai kesalahan. Atau anda ingin menyampaikan kesalahan agar manusia tidak menjalankan kebenaran. Nauudzu billah dengan pernyataan anda.  Anda juga ingin menyimpan kebenaran dan menampakkan kesalahan. Takutlah pada Allah, jangan takut pada orang – orang di golongan anda lalu anda ingin mendapat simpatisan dari mereka.
Ingatlah hadis yang muttafaq alih sbb:
خَالِفُوْا الْمُشْرِكِيْنِ اُحْفُوْا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوْا اللِّحَى
" Selisihilah orang-orang musyrikin, potonglah (pinggir kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian". [1]

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
Sungguh kamu sekalian akan mengikuti  prilaku bangsa sebelummu  sejengkal demi sejengkal, selengan demi selengan  hingga mereka masuk ke lobang biawak, kamu akan mengikutinya . Kami berkata : “  Wahai   Rasulullah  !  Yahudi dan Nasrani ?  Rasul  menjawab : “ Siapa lagi “. [2]


[1] ".[HR. Al-Bukhoriy (5553), dan Muslim (259)]". [Lihat Hajjah An-Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- (hal. 7)]
[2]  Muttafaq  alaih

Jumat, 04 Januari 2013

Face to Face, Sarkub vs Salafi




Sangat disayangkan ternyata ustadz Wahabi Salafi  itu tidak bisa baca kitab kuning atau kitab gundul (kitab bahasa arab tanpa harakat tanda baca, red). Dia mengajarkan ilmu agama kepada kelompoknya hanya asal-asalan cuma berbekal buku-buku agama dan terjemahan Al-Qur’an – Hadits saja. Capek deeeech…!
Hal tersebut terungkap dalam sebuah pertemuan antara Petinggi Sarkub: KH. Thobary Syadzily M.Kub dengan Ustad Wahabi Salafi di rumah kediaman salah seorang anggota kelompoknya.
Ustadz Wahabi Salafi dan kelompoknya tidak mengakui dan menolak tuduhan jika mereka dikatakan telah memvonis bid’ah dan musyrik terhadap amaliah masyarakat di sekitar kediamannya.
Kemudian, ustadz Wahabi Salafi itu minta tolong kepada beliau, selaku Komandan Densus 99 Sarkub tersebut, agar dia dilindungi dari kemarahan dan ancaman masyarakat sekitar yang merasa disakiti olehnya atas tuduhan bid’ah dan musyrik tersebut. Sungguh aneh, “Kok kenapa harus minta tolong kepada saya? Bukankah itu perbuatan musyrik?”, ujar KH. Thobary Syadzily M.Kub (harusnya minta tolong hanya kepada Allah SWT semata, red)
Ketika berhadapan dengan  Guru Besar Universitas Menyan Indonesia tersebut, mereka pada kelimpungan mati kutu dan tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa diam seribu bahasa, tidak ada komentar, bantahan maupun sanggahan, ketika KH. Thobary Syadzily M.Kub berikan argumen:  “bahwa setiap amalan yang dilakukan ulama ada dalil-dalilnya dan saya punya bukti-buktinya berupa kitab-kitab karangan ulama-ulama klasik / ulama-ulama salaf “. (bukan ulama salafi abal-abal alias ulama wahabi lhooo).
Semoga Ustadz Romdhon dan para pengikutnya mau belajar memperdalam ilmu agama secara benar sesuai dengan ajaran para ulama salafus sholeh. Amiiiien.
Komentarku ( Mahrus ali): 

 Berita ini harus difilter, tidak bisa dipercaya seluruhnya, juga tidak bisa didustakan. Sebagian benar dan sebagian lain dusta. Sebab sarkub bagi saya kurang jujur dalam menyampaikan berita sebagaimana apa yang saya alami bukan hayalan atau meng ada- ada.

Setahu saya di lapangan bukan di kamar, kebanyakan orang yang bisa  baca kitab gundul itu ahli bid`ah dan syirik bukan ahlis sunnah dan tauhid. Dan kebanyakan orang yang hanya mengandalkan terjemahan lalu baca  buku hadis dan tafsir al Quran itu malah lurus akidahnya bukan serong, cocok dengan al quran dan hadis dan tidak menyelisihinya. Ini realita  zaman sekarang juga masa lalu. Ikuti saja ayat ini:
فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلاَّ بَشَرًا مِثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلاَّ الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَى لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَ(27)
Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta".[1]



[1] Hud 27

Selasa, 15 Mei 2012

Artikel Husnul khatimah di gugat





Abu Arkan mengatakan...
Assalamualakum salam Ustadz,
Bagaimana Surat YUsuf Ayat 101 PAk Ustaz:
Surah YUSUF
Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian takbir mimpi. [Ya Tuhan]. Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. (101), Bukan itu boleh berdoa husnul khotimah Ustadz

Komentarku ( Mahrus ali ):
 Ayat – ayat yang mirip dengannya banyak antara lain sbb:

وَمَا تَنقِمُ مِنَّا إِلاَّ أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءتْنَا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat- ayat itu datang kepada kami". (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)".  Al a`raf 126

رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti  193 Ali imran

-
رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِن تَأْوِيلِ الأَحَادِيثِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ أَنتَ وَلِيِّي فِي الدُّنُيَا وَالآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.  Yusuf 101

Komentarku ( Mahrus ali ):

Kalau mengunakan kalimat matikanlah aku dalam keadaan Islam, bukan kafir maka ini baik sekali. Bukan minta husnul khotimah yang menurut orang NU , mati yang mengikuti ahlis sunnah ala NU. Minta husnul khatimah menurut orang LDII mati dengan sudah baiat kepada Amirnya yaitu Ubaidah. Husnul khatimah menurut Muhammadiyah adalah mati dengan mengikuti akidah dan ajaran Muhammadiyah. Jadi husnul khatimah  disitu masih multi tafsir. Seorang hakim berdoa husnul khatimah pada hal dia  penegak hukum Thaghut dan membuang hukum Allah, alias kafir.

Tapi bila anda berdoa matikanlah aku dalam keadaan Islam bukan kufur dan syirik sebagaimana Islamnya ahli bid`ah, maka ini yang baik. Mati muslim menurut al quran.

Jumat, 11 Mei 2012

Salafy mulai bikin partai


Pemerintah Tunisia yang diperintah oleh partai Islam moderat telah memberikan izin kepada partai politik Islam 'beraliran' Salafi untuk pertama kalinya diakui di salah satu negara Arab yang paling sekuler, pendiri partai dan seorang sumber pemerintah mengatakan Jumat.
Muhammad Khoja, pimpinan dari Front Reformasi (yang merupakan partai Salafi pertama) kepada Reuters mengatakan Salafi menghormati demokrasi dan sifat sipil negara. "Ada beberapa aliran agama yang mengatakan politik adalah kotor dan tidak cocok dengan agama," katanya melalui percakapan telepon.
"Kami mengatakan ini tidak benar dan kami tidak setuju dengan mereka dan kami mengatakan Islam adalah agama kebebasan dan demokratis."
Sebuah sumber pemerintah mengkonfirmasi bahwa lisensi telah diberikan sesuai dengan ketentuan partai, yang menyatakan harus menghormati sifat sipil dari negara Tunisia.
"Ideologi partai ini adalah Islam dan sumbernya adalah Al-Quran," kata Muhammad Khouja sebagai presiden partai kepada AFP.
"Tujuan kami dalam jangka panjang adalah pembentukan sebuah negara Islam yang terbuka dan toleran yang tidak mengecualikan siapa pun," kata Khouja.
Front Reformasi ini diharapkan dapat mendorong ketaatan terhadap nilai-nilai Islam, tetapi dengan cara yang demokratis.
"Kami tidak akan memaksakan hal seperti pakaian atau apa pun. Partai kami akan terbuka untuk semua warga Tunisia yang setuju dengan prinsip kami, prinsip-prinsip reformasi dalam warisan Islam," kata Khoja, yang beberapa anggota partainya, seperti An-Nahdhah, pernah dipenjara di bawah rezim Ben Ali.
"Tapi kami tidak akan menerima serangan terhadap kesakralan agama kami dan kami akan berusaha untuk mengekspresikan tuntutan umat Islam," tegasnya.(fq/aby)
Komentarku ( Mahrus ali ):

  Saya tidak suka perjuangan lewat sistim barat yaitu demokrasi> Ini sama dengan mencampur aduk antara kebenaran dan kebatilan. Dan ini juga akan membikin perpecahan lagi di kalangan umat Islam yang berarti melemahkan kaum muslimin dan menguatkan kaum kafir. Ingatlah ayat:
وَلاَ تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,  [1]

Kenyataannya  di Mesir, Al Jazair , Tunisia  sekalipun partai Islam menang, negara tetap menggunakan sistim Jahiliyah


[1] Ali Imran    105

Kamis, 10 Mei 2012

Hasil Survei Terbaru, capres salafy Memimpin dalam Pemilu Presiden Mesir




Pusat Informasi Kabinet dan Pendukung Keputusan (IDSC) pada hari Kamis kemarin (10/5) mengeluarkan hasil survei terbaru mereka terkait pemilihan presiden Mesir mendatang.
Menurut hasil survei, Abdul Munim Abul Futuh berada di posisi pertama dengan 9 persen suara, diikuti oleh Ahmad Syafiq dengan 8 persen. Amr Moussa menerima 7 persen dari suara, sedangkan Muhammad Mursyi menerima 4 persen suara. Hamdin Sabbahi dan Khaled Ali, masing-masing menerima 2 persen.
Survei dilakukan melalui telepon pada tanggal 5 sampai 7 Mei lalu dari sampel yang representatif dari 2.264 warga berusia antara 18 dan 30 tahun dari seluruh negeri.
Survei IDSC juga mengungkapkan bahwa persentase pemilih ragu-ragu telah menurun dari 42 persen pada April menjadi 39 persen bulan ini. Delapan persen responden mengatakan mereka tidak akan memilih dalam pemilu, sedangkan 6 persen menolak untuk mengungkapkan siapa yang akan mereka pilih. Tujuh belas persen dari responden mengatakan mereka belum memutuskan apakah mereka akan memilih pada hari pemilihan umum.
Berdasarkan distribusi geografis, Abul Futuh menerima 11 persen suara dari responden perkotaan, diikuti oleh Moussa dengan 8 persen dan Syafiq dengan 7 persen. Sementara itu, Syafiq menerima 10 persen suara dari responden pedesaan, diikuti oleh Abul-Futuh dengan 8 persen dan Moussa dengan 6 persen.
Berdasarkan agama, responden Muslim memberi Abul-Futuh 10 persen suara, diikuti oleh Syafiq di 8 persen dan Moussa di 7 persen. Bagi peserta Kristen, Moussa memimpin jajak pendapat dengan 12 persen, diikuti oleh Sabbahi di 9 persen dan Syafiq pada 6 persen. (fq/alahram)
Sumber era muslim.
Komentarku ( Mahrus ali ):
 Menegakkan Islam melalui demokrasi tidak diperkenankan bukan diperintahkan. Ia kebatilan yang ditegakkan untuk menjatuhkan Islam pada saat berikutnya. Ingatlah firmanNya:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ(42)
Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.[1][1]
Baca lagi di:
30 Apr 2012