Sumber : http://blogseotest.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-artikel-terkait-bergambar.html#ixzz2HNYeE9JU

Pages

Blogroll

Tampilkan postingan dengan label Densus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Densus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Januari 2014

Elemen Muslim Solo Raya tolak pembantaian Densus 88 terhadap 6 Muslim di Ciputat

SOLO (Arrahmah.com) - Ratusan kaum Muslimin Solo Raya dari beberarapa elemen umat Islam seperti JAT dan LUIS,   pada Jumat (3/1/2014) melakukan aksi unjuk rasa menolak kebiadaban Densus 88 di Ciputat, Tangerang Selatan.
Mereka menilai sikap represif, militeristik, dan eksekusi mati Desnsus 88 terhadap  6 orang di Ciputat mengingatkan pula kasus di Batu Malang, Temanggung, Wonosobo, Jatiasih, Klaten, Mojosongo Solo, Tipes Solo, Barat PT Konimex Sukoharjo, Bandung, Kebumen, Batang, Kendal, Lamongan, Makasar dan Bima.
“Seolah pola Densus 88 sudah kehilangan kekhususnya sebagai unit khusus Polri yang mestinya prosedural dan lebih professional dari polisi di daerah,” rilis kaum Muslimin peserta aksi.
Kaum Muslimin juga menunjukkan beberapa fakta dan kejanggalan penembakan dan pengeboman di Ciputat Tangerang Selatan, yang menunjukan hal yang kontradiktif dalam penegakan hukum oleh Polri khususnya Densus 88, pada rilis yang diterima redaksi menyebut antara lain:
1.    Mengapa 6 orang tersebut harus ditembak mati? Apa perannya? Terlibat Kasus apa? Ini perlu pembuktian, ada saksi, ada bukti. Bukan pernyataan sepihak yang tidak ada hak untuk membela diri terhadap korban. Mestinya asas praduga tak bersalah dikedepankan hingga proses ke pengadilan. Di pengadilanpun belum tentu hakim menentukan terdakwa bersalah.
2.    Semangat Densus 88 untuk menembak mati mengapa hanya terjadi pada kasus terorisme? Dan tidak terjadi pada penegakan hukum pada kasus lain seperti Korupsi maupun illegal logging? Kapolri harus menjelaskan mengapa ini hanya terjadi pada korban yang kebanyakan beragama Islam yang taat beribadah? Jangan sampai terjadi isu terorisme hanya sebagai kedok yang dibungkus untuk memerangi, menyiksa dan membunuh kelompok muslim di Indonesia.
3.    Mengapa Mabes Polri perlu melacak dan menyebar foto korban dalam rangka mencari data pembanding untuk DNA? Dalam hukum acara pidana menyebutkan bahwa penetapan tersangka harus jelas identitas dan memiliki 2 alat bukti untuk menguatkan. Mengapa korban terlanjur dibunuh dinihari tanggal 1 Januari 2014 dan baru 2 Januari  2014 mencari identitas alamat beserta keluarganya? Bagaimana pula menetapkan tersangka kalau alamatnya belum jelas? Bisa jadi ini justru salah sasaran/target yang dilakukan Densus 88.
4.    Dalam penggerebegan apalagi Eksekusi mati di Ciputat yang di TKP hanya Densus 88, maka terkait barang buktipun di TKP hanya Densus 88 yang tau, apakah barang bukti  itu benar di TKP atau keberadaan barang bukti tiba-tiba ada hanya Densus saja yang tau. Artinya bahwa validitas barang bukti di TKP sangat subyektif, sepihak dan belum tentu benar.
Sebelumnya Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggerebekan di rumah kontrakan milik Rahmat di Jalan KH Dewantoro Gang H Hasan RT 04/07 Kampung Sawah Ciputat Tangerang Selatan, Banten pada Selasa (31/12) malam hingga Rabu (1/1) dini hari. Enam Muslim meninggal dunia, mulut polisi menyebut para korban, Daeng alias Dayat alias Hidayat, Nurul Haq alias Dirman, Oji alias Tomo, Rizal alias Teguh, Hendi, dan Ujuh Edo alias Amril    
Nama-nama tersebut kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, merupakan nama yang diperoleh dari Anton, pelaku terorisme yang sebelumnya ditangkap di Banyumas, Jawa Tengah, dan seorang lagi pelaku yang selamat dalam penggerebekan di Kampung Sawah, Kecamatan Ciputat, Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten.  (azm/arrahmah.com)

Minggu, 27 Januari 2013

Densus 88 interogasi terduga "teroris" sambil hina Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam




JAKARTA (Arrahmah.com) - Detasemen Khusus Antiteror (Densus 88) dikabarkan sedang berada dalam konflik internal. Pasalnya, dalam memeriksa terduga teroris mereka sudah kelewatan. Misalnya, dengan cara menghina Nabi Muhammad Saw. Anggota Densus yang muslim tidak terima dengan cara interogasi yang menyinggung SARA tersebut. 
Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath menyatakan hal tersebut dalam konferensi pers di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kamis (01/10).
"Saat ini di tubuh kepolisian termasuk Densus 88 telah terjadi konflik kepentingan berdasarkan sentimen agama," terang Khaththath.
Khaththath mengemukakan fakta konflik internal di tubuh Densus 88 ini dimulai ketika ada anggota badan khusus itu memeriksa tersangka kasus terorisme dan ditengarai sambil menghina Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.
Rupanya, sikap penghinaan itu telah memancing amarah anggota yang lain, yang beragama Islam.
"Akhirnya sesama Densus saat itu berkelahi karena yang Muslim tidak terima Nabinya dihina," ujar Khaththath.
Pengamat intelijen Mustofa B Nahrawardaya, membenarkan pernyataan Al Khaththath.
Menurut Khaththath dan Mustofa, pola-pola ini untuk membangun stigma anti syariat ini, persis seperti operasi Komando Jihad (Komji) yang pernah digunakan Ali Murtopo di era Orde Baru.
Lebih jauh Khaththath mengajak umat bersabar akan masalah ini.
"Umat Islam hanya perlu bersabar dan tetap berkordinasi dengan institusi keulamaan di Indonesia dalam menghadapi isu-isu terorisme," himbaunya. (itoday/arrahmah.com)
Komentarku ( Mahrus ali):
Menurut Bin Baz, hukum orang yang menghina kepada Rasulullah SAW adalah keluar dari Islam dan harus di hukum bunuh.
Dia termsuk orang yang melecehkan Rasul, sama dengan menghina Allah, meremehkan kaum muslimin dengn menghina nabi mereka dan sama dengan menjunjung kristiani atau nabinya
Fatwa bin baz tentang hukum bunuh bagi pelaku pelecehan kepada Rasul ini boleh di klik disini:
Ini sebagian fatwanya:
  لقد اطلعت على ما نشرته صحيفة صوت الإسلام بالقاهرة نقلا عن صحيفة المساء المصرية الصادرة في 29 يناير الماضي من الجرأة على الجناب الرفيع والمقام العظيم مقام سيدنا وإمامنا: محمد بن عبد الله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وسلم تسليما كثيرا بتمثيله بحيوان من أدنى الحيوانات، وهو الديك، لا يشك مسلم أن هذا التمثيل كفر بواح، وإلحاد سافر واستهزاء صريح بمقام سيد الأولين والآخرين ورسول رب العالمين وقائد الغر المحجلين، إنها لجرأة تحزن كل مسلم، وتدمي قلب كل مؤمن، وتوجب اللعنة والعار والخلود في النار، وغضب العزيز الجبار، والخروج من دائرة الإسلام والإيمان إلى حيز الشرك والنفاق والكفران لمن قالها أو رضي بها، ولقد نطق كتاب الله الكريم بكفر من استهزأ بالرسول العظيم، أو بشيء من كتاب الله المبين، وشرعه الحكيم، قال الله عز وجل: {أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ}[1] الآية، فهذه الآية الكريمة نص ظاهر وبرهان قاطع على كفر من استهزأ بالله العظيم أو رسوله الكريم أو كتابه المبين، وقد أجمع علماء الإسلام في جميع الأعصار والأمصار على كفر من استهزأ بالله أو رسوله أو كتابه أو شيء من الدين، وأجمعوا على أن من استهزأ بشيء من ذلك وهو مسلم أنه يكون بذلك كافرا مرتدا عن الإسلام يجب قتله
Saya telah melihat surat kabar shoutul Islam di Kairo, mengutip surat kabar sore di Mesir yang dikeluarkan pada tanggal 29 Januari atas  keberaniannya  untuk junjungan tinggi dan hadrat utama yang besar dan imam kita: Muhammad ibn Abdullah,  SAW  dan sahabatnya dengan gambar  hewan dari hewan terendah, yaitu  ayam Jago Tidak ada keraguan lagi bagi  seorang Muslim bahwa representasi ini kufur yang nyata, dan penghinaan yang jelas  dan ejekan eksplisit dengan kedudukan  master genarasi dahulu dan terahir dan utusan dari Tuhan semesta alam, pemimpin orang orang yang tangan dan waahnya  cemerlang di akhirat. Ia adalah keberanian yang membikin luka   setiap Muslim, dan melukai  hati setiap orang mukmin.. Dia akan mendapat laknat ,malu dan keabadian di dalam api Neraka ,  kemarahan Allah yang Maha Perkasa,  keluar dari lingkaran Islam dan iman ke dalam kemusyrikan, kemunafikan dan kekufuran.
Komentarku ( Mahrus ali): 
Ayat yang berakaitan dengan masalah tsb sbb:
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ(65)لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ(66)
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"
Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema`afkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. Tobat.

Senin, 21 Januari 2013

Penialian dan reaksi keras terhadap Densus 88 yang berkali-kali tembak mati orang tak sesuai prosedur





Posted by: nahimunkar.com

     Komnas HAM menilai, beberapa penangkapan terduga teroris yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tidak sesuai prosedur. Densus 88 kerap menembak mati terduga teroris yang belum dipastikan keterlibatannya dalam jaringan teror.
    Reaksi tokoh ativis Islam: “Jadi, selama Densus 88 masih bertindak brutal dan keji terhadap umat Islam, maka aktivis islam akan semakin bersatu untuk perang terbuka terhadap Densus 88 dengan berbagai cara yang bisa dilakukan.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( HR. An-Nasa-i (VII/82), dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu. Diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi (no. 1395). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih Sunan an-Nasa-i dan lihat Ghaayatul Maraam fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal wal Haraam (no. 439).

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا  [النساء : 93]

93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS An-Nisaa’/4: 93)

Inilah berita penilaian terhadap brutalnya Densus 88 selama ini.

***

    Berkali-kali Lakukan Aksi Tembak Mati, Komnas HAM Desak Densus 88 Dievaluasi

    berkali2 densus88 tembak mati_823467283JAKARTA, - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak pemerintah melakukan evaluasi dalam berbagai aksi Densus 88 yang berkali-kali menembak mati korban tak bersalah.

    “Jika aksi-aksi ini tidak dikoreksi, dikhawatirkan menjadi justifikasi bahwa setiap terduga teroris boleh ditembak mati. Kami mendukung pemberantasan teroris, tapi harap dilakukan melalui prosedur hukum yang berlaku,” ujar Ketua Tim Penanganan Tindak Terorisme di Poso Siane Indriani di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2013).

    Komnas HAM menilai, beberapa penangkapan terduga teroris yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tidak sesuai prosedur. Densus 88 kerap menembak mati terduga teroris yang belum dipastikan keterlibatannya dalam jaringan teror.

    Siane mengatakan, berdasarkan hasil investigasi Komnas HAM telah diperoleh fakta atas tindakan berlebihan yang dilaksanakan aparat kepolisian.  Salah satunya saat penangkapan Khalid Tumbingo pada 3 November 2012 di Sekolah Dasar kawasan Kayamanya, Poso.

    “Kita mendapatkan bukti-bukti kejadian di Kayamaya tidak sesuai prosedur pada penembakan mati  terhadap Khalid. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan tidak ada perlawanan dari terduga teroris tersebut,” ujar Siane.

    Khalid  merupakan pegawai sipil yang sehari-hari bekerja sebagai polisi hutan di Kementrian Kehutanan.  Siane menambahkan, saat itu penangkapan Kholid disaksikan beberapa siswa SD. Ia pun mengaku memiliki bukti video yang direkam warga saat penangkapan tersebut.

    Untuk diketahui, saat Kholid diketahui tewas, warga setempat melakukan unjuk rasa. Warga tak terima Kholid dianggap teroris tanpa pembuktian secara hukum terlebih dahulu. Warga yang berunjuk rasa itu pun ditangkap dan diperiksa hingga malam hari.

    “Mereka dikeluarkan jam 10 malam, mereka mengalami penyiksaan, termasuk anak usia 16 tahun,” terang Siane.

    Menurut Siane, penindakan terorisme di Poso sarat kepentingan pihak-pihak tertentu.

    GORIAU.COM, Selasa, 15 Januari 2013 23:35 WIB

***

    FPI Solo: Boy Rafli Amar Jendral Polri atau Jendral Amerika?

    ustadz Khoirul_823461273SOLO (voa-islam.com) – Ketua DPW FPI Surakarta, ustadz Khoirul menyatakan bahwa Densus 88 layak disebut sebagai pelaku pelanggar HAM berat sebagaimana rilis Komnas HAM karena sudah sering kali melakukan pelanggaran HAM terkait penanganan kasus-kasus terorisme. Dan seharusnya pula, Komnas HAM mengeluarkan rilis bahwa Densus 88 harus segera dibubarkan.

    “Hukum di Indonesia dilanggar oleh Densus 88, penangkapan tidak dilakukan secara prosedural UU yang berlaku. Sudah seharusnya Komnas HAM berani mengeluarkan pernyataan bahwa Densus 88 telah melanggar HAM dan harus segera dibubarkan. Pernyataan Komnas HAM kali ini benar, sebaliknya pernyataan jendral Boy Rafli adalah konyol yang tidak mau menerima kritik dan koreksi dari masyarakat,” kata ustadz Khoirul kepada voa-islam.com, Rabu (16/1/2013).

    Menurut Ustadz Khoirul, bahwa Brigjen Pol. Boy Rafli Amar seperti seorang Jendral yang tidak tahu hukum, gagap  dengan kondisi yang ada serta orang yang linglung dengan kekejian Densus 88 yang dilakukan terhadap umat Islam. Dia pun mempertanyakan posisi Boy Rafli itu sebagai seorang jendral di Republik Indonesia atau jendral dari Amerika.

    “Brigjen Pol. Boy Rafli mengeluarkan pernyataan seperti orang yang nggak tahu hukum dan gagap, linglung serta kelihatan bodohnya. Pertanyaan saya, Densus 88 itu siapa, kok bebas membunuh tanpa dasar hukum dan melalui proses persidangan?  Dan yang lebih konyol, mereka itu(Densus 88-red) membunuh orang yang dituduh teroris, tapi nggak tahu identitasnya. Lha, pertanyaan saya lainnya, jendral Boy Rafli itu jendral Polri atau jendral Amerika? Kok begitu semangat sekali membela Densus 88 yang jelas-jelas telah melakukan banyak pelanggaran HAM dan kekejian terhadap masyarakat dan umat Islam,” cetusnya.

    Terakhir, Ustadz Khoirul memperingatkan kepolisian jika masih bertindak brutal kepada umat Islam, maka selama itu pula umat Islam akan melakukan pembelaan diri dan perlawanan atas kedzoliman yang dilakukan oleh Densus 88.

    “Jadi, selama Densus 88 masih bertindak brutal dan keji terhadap umat Islam, maka aktivis islam akan semakin bersatu untuk perang terbuka terhadap Densus 88 dengan berbagai cara yang bisa dilakukan,” pungkasnya.

    Seperti diberitakan sejumlah media, Ada pernyataan yang cukup mencengangkan dari Karopenmas, Brigjen Pol. Boy Rafli Amar saat merespon hasil evaluasi Komnas HAM. Ketika itu Komnas HAM mendesak pemerintah mengevaluasi kinerja Densus dalam operasi di Poso akhir-akhir ini. Komnas menilai Densus melakukan tindakan pelanggaran HAM dengan menggunakan kekerasan dan tidak menghargai HAM, baik terhadap masyarakat atau terduga teroris itu sendiri.

    “Dalam penanganan tindak pidana terorisme, terdapat dugaan kuat penembakan mati secara tidak prosedural terhadap tersangka teroris serta kekerasan terhadap sejumlah korban salah tangkap,” kata Ketua Tim Penanganan Tindak Terorisme Poso, Siane Indriani, dalam siaran pers seperti dikutip detik, Selasa (15/1/2013).

    Polri pun berkilah dan balik menuding teroris pun melanggar HAM. “Kita menghormati hasil evaluasi tersebut, tapi teroris yang membunuh orang juga melanggar HAM,” kata Karopenmas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Selasa (15/1/2013). (Bekti/VOA)Sabtu, 19 Jan 2013

(nahimunkar.com)

Sabtu, 05 Januari 2013

Detasemen Khusus Antiteror 88 brutal





MAKASSAR (Arrahmah.com) -  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyesalkan ulah Polisi dari Detasemen Khusus Antiteror 88 Mabes Polri yang menembak mati dua orang yang dituding sebagai terduga teroris jaringan Poso di Masjid Nur Alfiah, RS Wahidin Sudirohusodo, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (4/1/2013) sekitar pukul 10.45 Wita.
Hasan alias Kholik dan Syamsuddin alias Asmar alias Buswah tertuduh teroris. Keduanya gugur ditembak Densus saat berada di depan pintu masuk masjid tersebut.
Wakil Ketua Komnas HAM, Muhammad Nurkhoiron, mengatakan, justru Densus dalam insiden maut itu melanggar undang-undang HAM. Meski dua orang yang polisi duga sebagai jaringan teroris tersebut masih sebatas dugaan namun aparat sudah main hakim sendiri. Selain itu, kata Nurkhoiron, kejadian cenderung diskenariokan atau rekayasa.
"Giliran Makassar/Sulsel jadi kelinci percobaan Densus 88. Teman-teman pemantau Komnas HAM menemukan indikasi orang-orang teroris itu adalah "peliharaan" mereka juga. Komnas HAM sedang kumpulkan bukti bahwa penanganan teroris dengan cara seperti itu salah besar. Justru densus yang melanggar HAM karena orang yang ditembak mati baru dugaan, jadi kejadian di Makassar itu ada skenario untuk membuat masyarakat sekitar, terutama kalangan ustad, kalangan pesantren, ulama tersudutkan, apalagi menjelang Pilgub. Proyek polisi soal teroris ini betul-betul melanggar undang-undang HAM dan bahkan melanggar undang-undang kepolisian sendiri. Polri mestinya harus menjelaskan kejadian ini dengan benar, bukan ngawur, belum ada kejelasan siapa jejaring yang polisi maksudkan," jelas M Nurkhoiron seperti dilansir Tribun Timur (Tribunnews Network) via telepon selularnya, Sabtu (5/1/2013).
Lebih lanjut, menurut M Nurkhoiron, polisi atau Densus 88 perlu dievaluasi. Kalau aparat dibiarkan sewenang-wenang mengeluarkan stigma sekaligus melumpuhkan terduga teroris, kata M Nurkhoiron, maka akan semakin mengancam ketentraman dan kedamaian masyarakat Kota Makassar khususnya.
"Jangan polisi justru menciptakan stigmatisasi yang kemudian masyarakat cemas. Karena kelihatan ada upaya dari Densus untuk membangun stigma bahwa Sulsel sarang teroris. Ini bahaya, karena bisa-bisa semua kelompok Islam di Sulsel berpotensi dikriminalisasi sebagai teroris," ujar M Nurkhoiron.
Anggota Komnas HAM, Siane, yang juga peneliti terduga teroris Poso ini, mengatakan, pihaknya setuju pemberantasan aksi teroris, karena itu melanggar HAM.
"Tapi Densus jangan justru memberantas dengan melanggar HAM sendiri, yang di Makassar itu baru orang terduga, tapi kenapa langsung dibunuh. Indonesia itu negara hukum, mestinya diselesaikan secara hukum, bukan sewenang-wenang begitu. Apalagi menciptakan stigmatisasi bahwa yang terduga adalah kalangan agama ini, wah itu justru menghilangkan rasa aman masyarakat," kata Siane  kepada Tribun Timur, Sabtu (5/1/2013). (bilal/arramah.com)
Komentar:

   
    Indra • 12 hours ago

    gimana kalo para koruptor yg masih 'terduga' juga ditembak mati aja, biar adil gitu :3
        Sejuki Indra • 9 hours ago

        Tapi, gimana mungkin boss. Bukankah kebanyakan koruptor itu temannya Densus? Masa, jeruk makan jeruk...???
       
        Soehar Hinomaru Indra • 9 hours ago

        setujuuuuuuuuuuuuuu......buanget. biar koruptor (pengkhianat negara/pemakan uang rakyat) dead n lossess.
       
        Anoaa Pinata Indra • 10 hours ago

        Lho banyak pedagang kali lima juga bisa kena dong...
       
   
    PedangALLAH • 10 hours ago

    TERKUTUKLAH DENDENG USUS 88 DUNIA AKHIRAT
   
   
    Zabaniyah • 14 hours ago

    Detasemen Yesus 88 ANJING
   
   
    Farhan Hakeem • 14 hours ago

    DENSUS LAKNAT.......!!!!!!!!!!!!!!!
    2
   
   
   
   
   
            
   
    Abu Syifa • 2 hours ago

    percuma kita hujat usa,salep 88 thogut.karena mereka sudah salah...marilah kita bersatu umat islam...
   
  
   
    Budi Sasmita • 3 hours ago

    begini lah aparat kita sama rakyatnya sok jagoan, giliran sama malaysia pengecut, koruptor sim gimana kabarnya, bos, dia udah ngambil uang negara
  
   
    darularqam • 8 hours ago

    Ya Alloh Ya Robb..... bentar lagi semua pesantren di makassar di tuduh D88 sebagai Biang Tumbuhnya Teroris..Hai SBY Pemuja Salib ! knapa Kamu biarkan Anjing2mu Ganas seperti ini..? tidak ada masalh Anjing mu Galak, tapi kamu suruh aja tangkap dan membunuh babi Hutan jangan mala kamu biarkan membunuh/menangkap Manusia
   
  
   
    Marven234 • 9 hours ago

    Herntikan kezaliman yang kaum buat terhadap rakyatmu sendiri wahai SBY, petinggi Polri dan Densus. Kezaliman dan rekayasa yg kalian buat pasti akan dikenang buruk oleh rakyat nantinya. Kezaliman yang kalian buat ini hanya akan membuat rakyat semakin muak melihatmu. Dan ini hanya akan melahirkan lingkaran setan kekerasan yang tidak ada habis-habisnya. Bukankah berbuat adil itu lebih baik? Setiap perbuatan zalim pasti dibalas oleh Allah SWT, jika tidak saat kalian masih hidup, pasti akan terjadi pada saat kalian mati nanti. Bukankah kita semua pasti akan mati? termasuk kalian juga?
   
       
           
        dzi`bu alfaruq Rhezi Ramdhani • 8 hours ago

        ini lagi yang so ngaku salapi,ngomong ngelantur yg ada sampean sm ulama suu mu pendukung thogut yg halal darahnya
        
       
         
       
           
            Juhaiman Alkatiri Sejuki • 2 hours ago

            Ada orang ngigo nih ... pastinya tadi malam minum AO ......
                
                Sejuki Juhaiman Alkatiri • an hour ago

                Maksud ente?
                
       
        Nur Suwandi Rhezi Ramdhani • 22 minutes ago

        perintah Rasululloh halal membunuh Al Qaida??? ni orang gimana to??? jongkok apa berbaring??? -_-
        adhy julian Rhezi Ramdhani • 23 minutes ago

        akhirnya yang ngaku-ngaku salafi (murjiah) komen juga, Tuhkan SALAFY (Murjiah) Ini MENGKAFIRKAN mujahidin dengan mengkhawarijkan mereka, "HALAL membunuh Khawarij" betapa menjijikkan dan kotor bahasa salafy mazum ini gak beda dengan Syiah mereka menghalalkan darah Muslim tapi terhadap orang kafir mereka mendiamkan , sekarang kelihatan siapa yang khawarij
       
  
    Muhammad Fatih • 11 hours ago

    menurut M Nurkhoiron (Komnas HAM), polisi atau Densus 88 perlu dievaluasi. Kalau
    aparat dibiarkan sewenang-wenang mengeluarkan stigma sekaligus
    melumpuhkan terduga teroris, kata M Nurkhoiron, maka akan semakin
    mengancam ketentraman dan kedamaian masyarakat Kota Makassar khususnya. sejujurnya orang2 makassar selama ini sdh hidup tenang dan tentram... tp stelah adanya penembakan trhdp 2 org yang BARU DIDUGA TERORIS, skrg mulai was2 bkn kpd kelompok terorisnya tp kpd densus 88nya yang telah melakukan aksi teror, yaitu asal main tembak saja....tambah kacau nih negeri ini
   
  
   
    Nur • 11 hours ago

    Sebaiknya para aktifis ahlul harokah dari harokah mana saja, mulai sekarang melakukan qunut nazilah untuk kehancuran densus'88 dan orang-orang yg berada di dalam tim syetan tersebut, dan ini selemah-lemahnya iman yg kita miliki...semoga pula Alloh menjadikan ulah mereka ini titik awal bersatunya semua harokah islam yg ada di Indonesia untuk menyadari bahwa musuh sudah di depan mata !!!
   
  
   
    jojo doank • 11 hours ago

    melakukan kebiadaban di rumah allah..........di hari jum'at.........semua terdiam......inilah yg di sebut dg penistaan agama..........marilah kita sama2 melaksanakan kunut nazilah untuk kehancuran detasmen yesus 88......
    Sejuki • 12 hours ago

    Tindakan konkrit Komnas HAM ini apa? Kalo gak ada (cuma sekedar mengecam), ya percuma saja, bubarin aja daripada buang-buang dana rakyat. Semua orang juga bisa kok kalo sekedar mengecam.
   
    Anoaa Pinata • 13 hours ago

    woy ..damai woy...tembak menembak hanya akan meninggalkan dendam.....jaman dah maju saatnya membangun bangsa,..kalau yang hobi perang keluar saj adari NKRI
   
  
       
        abdul Anoaa Pinata • 11 hours ago

        mudah-mudahan anda jadi "terduga teroris"
        biar tahu rasanya bogem n peluru tuh densus
       
      
           
            Anoaa Pinata abdul • 20 minutes ago

            Saya orang baik baik dul....
           
            
       
        Irul Alfarizi Anoaa Pinata • 12 hours ago

        jngn koar2 dicini sana ke polri,,,, dari awal aq liat ngadu2 terus
        emng dcini tempat bapaknya densus?? goblog
       
       
       
       
       
           
            Anoaa Pinata Irul Alfarizi • 12 hours ago

            Lha kamu juga koar koar disini ha ha..santai aja nak...
           
           
           
           
           
   
    Anoaa Pinata • 13 hours ago

    kalau aparat mati ditembak teroris apa tidak melanggar HAM juga ???
   
   
   
   
   
       
        Takdir Darwis Anoaa Pinata • 10 hours ago

        tidak melanggar jika aprat menembak orang yang tidak bersalah, memukul 14 orang sampai babak belur kemudian tidak terbukti bersalah. jadi wajar jika Densus = teroris
       
       
       
       
       
           
            Anoaa Pinata Takdir Darwis • 2 minutes ago

            Baca dulu comentku baru di jawab..jangan jaka sembung...
           
           
           
           
           
   
    Wongjowo • 13 hours ago

    Mengapa di negeriku ini sekarang menjadi ajang pertumpahan darah. Mereka masih satu negara, semua mengaku benar. Ck...ck...ck...nyawa seolah tidak ada harganya. Dahulu waktu saya kecil sepertinya tidak terjadi keadaan sampai separah saat ini. Semoga Indonesia akan damai...amin.
   
   
   
   
   
       
        rindusoeharto Wongjowo • 13 hours ago

        lemahnya hukum rendah nya moral, kurangnya peran ulama, krn ulama lebih tertarik pada politik, bisnis dan showbiz
       
       
       
       
       
       
        Anoaa Pinata Wongjowo • 13 hours ago

        Maklum yang sekarang gampang di adu domba..dicekokin dogma dogma...pada merem n hilang nalar
       
       
       
       
       
           
            pa'cidda Anoaa Pinata • an hour ago

            belajar lagi anoaaa...........
           
           
           
           
           
           
            PedangALLAH Anoaa Pinata • 10 hours ago

            sok tau ente akh....gk menarik komennya...sakit perut bacanya mbah...mulesss
           
           
           
           
           
           
            rindusoeharto Anoaa Pinata • 13 hours ago

            knp adu domba, koq bukan adu anoa? krn anoa sudah punah
           
           
           
           
           
               
                Anoaa Pinata rindusoeharto • 13 hours ago

                Anoa masih ada mbah....
               
               
               
               
               
                   
                    Abu Syifa Anoaa Pinata • 2 hours ago

                    iya mash ada Anoa bABI USA
                   
                   
                   
                   
                   

What's this? ×