Sumber : http://blogseotest.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-artikel-terkait-bergambar.html#ixzz2HNYeE9JU

Pages

Blogroll

Kamis, 24 Mei 2018

fase ke 12 buka setelah salat maghrib


Heri Ayahnya Uwais menulis :  Baca tafsir itu jangan sepotong aja Mbah. Tafsir yg sampeyan itu pake itu cuma salah satu dari tafsiran yg ada.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kalau perbedaan pentafsiran itu km ambil semua, mk km ber arti tdk phm mana yg benar dan mn yg salah di antara perbedaan itu. Karena itu, ambillah  pendapat yg cocok dg al quran dan tinggalkan yg lain.

Imam Syafii berkata:
إذَا صَحَّ الْحَدِيثُ فَاضْرِبُوا بِقَوْلِي الْحَائِطَ وَإِذَا رَأَيْت الْحُجَّةَ مَوْضُوعَةً عَلَى الطَّرِيقِ فَهِيَ قَوْلِي.
Bila ada hadis sahih, maka  lemparkan perkataanku ke tembok. Bila kamu lihat hujjah telah berada di jalan, maka  itulah perkataan ku 
Beliau  berkata:
لَا تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا.
Dalam masalah agama,jangan ikut orang, sebab  mereka mungkin juga salah. 
 Imam Malik berkata:
إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
        Aku hanyalah manusia, terkadang pendapatku benar, di lain waktu kadang salah. Karena itu, cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah.
Abu bakar  Assiddiq berkata :
أَطِيعُونِي مَا أَطَعْت اللَّهَ فَإِذَا عَصَيْت اللَّهَ فَلَا طَاعَةَ لِي عَلَيْكُمْ
Taatlah kepadaku bila  aku taat kepada Allah. Bila aku menjalankan ma`siat, maka  kamu tidak di haruskan taat kepadaku.
    Imam  Abu Hanifah berkata:
 هَذَا رَأْيِي وَهَذَا أَحْسَنُ مَا رَأَيْت ; فَمَنْ جَاءَ بِرَأْيٍ خَيْرٍ مِنْهُ قَبِلْنَاهُ
  Inilah pendapatku  dan ini yang terbaik. Barang siapa  datang dengan pendapat yang lebih baik, kita  menerimanya.
Bila pendapat – pendapat di tafsir yg berbeda itu di ketengahkan kpd masarakat, mk membingungkan . Mrk tdk bisa pilih mn yg benar dan mn yg salah. Karena itu mrk hrs  dipilihkan mn yg cocok dg al quran dan sunnah.
Kebenaran itu satu , tidak banyak. Allah berfirman :
فَماَذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ
“Maka tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kesesatan.” (Yunus: 32)
Al-Imam Al-Qurthubi t berkata: “Ayat ini menetapkan bahwa tidak ada kedudukan ketiga antara al-haq dan al-bathil dalam permasalahan mentauhidkan Allah Subhanahu wa ta’ala . Maka demikian pula perkaranya dalam permasalahan-permasalahan yang setara. Yaitu dalam permasalahan-permasalahan ushul (prinsip), kebenaran berada pada salah satu pihak.
Para pembaca akan menjadi bingung bila seluruh pendapat ulama di ketengahkan. Lalu mereka akan memilih mana yg cocok dengan kehendaknya. Bukan yg cocok dengan dalil al quran.
Anda yg mengetengahkan seluruh pendapat ulama itu menyesatkan pembaca scr tdk sadar. Kecuali anda bilang : Ini yg cocok dengan al quran atau dalil dan itu bertentangan dengan dalil. Jadi hrs ada bimbingannya setelah menyampaikan  seluruh pendapat ulama.
Kadang orang bilang : Sampaikan semua pendapat ulama, nanti pembaca yg akan milih.
Saya katakana : Terkadang pembaca bisa memilih , kdg tidak. Dan kebanyakan  tidak bisa memilih mana pendapat yg benar dan cocok dengan dalil al quran.
Heri Ayahnya Uwais menulis

Coba baca nukilan Ibnu Katsir ini :

قال علي بن أبي طلحة عن ابن عباس "وأقم الصلاة طرفي النهار" قال يعني الصبح والمغرب وكذا قال الحسن وعبدالرحمن بن زيد بن أسلم

وقال الحسن في رواية وقتادة والضحاك وغيرهم هي الصبح والعصر وقال مجاهد: هي الصبح في أول النهار والظهر والعصر مرة أخرى
Ini tafsiran pertama : Subuh itu tepi siang pertama & zhuhur & ashar sebagai tepi siang kedua.
Komentarku ( Mahrus ali ) : Salat zuhur di tengah siang hari kok di sebut  salat di tepi siang , gak masuk akal .  Tdk boleh di terima.  Dan ini tulisan sy yg lalu sbg tambahan.
Kelemahan pendapat ini , Salat asar di anggap sbg salat terahir siang.
Pd hal setelah Asar keada an masih tetap siang / sore bukan malam . Dan tdk ada orang yg menyatakan setelah salat Asar adalah waktu malam. Sbb keadaan masih terang bederang.
Pendapat itu jg bertentangan dg hadis :
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ مَرْزُوقٍ عَنْ شَقِيقِ بْنِ عُقْبَةَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ
(MUSLIM - 999) : Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Al Fudlail bin Marzuq dari Syaqiq bin 'Uqbah dari Al Barra` bin 'Azib katanya;
نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ }
وَصَلَاةِ الْعَصْرِ فَقَرَأْنَاهَا مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نَسَخَهَا اللَّهُ فَنَزَلَتْ
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى }
"Jagalah oleh kalian seluruh shalat yang ada" dan salat Asar
maka kami membacanya …….. sampai lama sesuai dg kehendak Allah, kemudian Allah memansukhkannya hingga turun ayat "Jagalah oleh kalian seluruh shalat yang ada dan shalat wustha" (QS. Albaqarah 238),
فَقَالَ رَجُلٌ كَانَ جَالِسًا عِنْدَ شَقِيقٍ لَهُ هِيَ إِذَنْ صَلَاةُ الْعَصْرِ فَقَالَ الْبَرَاءُ قَدْ أَخْبَرْتُكَ كَيْفَ نَزَلَتْ وَكَيْفَ نَسَخَهَا اللَّهُ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Maka seorang lelaki yang ketika itu duduk bersama saudara kandungnya berkata "Shalat wustha yang dimaksud adalah shalat ashar, " Lalu Al Barra` berkomentar; aku telah mengabarkan kepadamu bagaimana ayat itu turun dan bagaimana Allah memansukhkannya, dan Allah dzat yang lebih tahu." Muslim
Hadis riwayat Muslim itu menyatakan bahwa salat wusto ( pertengahan ) adalah salat Asar . Berarti salat Asar bukan salat siang yg terahir , atau salat ujung siang yg terahir . Tp ia salat wustho ( pertengahan ).
Salat Ahir siang adalah salat maghrib sbgmn pendapat Ibn Abbas itulah yg benar. Salat Maghrib bukan salat permulaan malam tapi salat ahir siang yg di sebut dlm ayat 114 Hud.

Bersambung …………….