Sumber : http://blogseotest.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-artikel-terkait-bergambar.html#ixzz2HNYeE9JU

Pages

Blogroll

Tampilkan postingan dengan label Maulid Nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maulid Nabi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Agustus 2019

KOmentarku terhadap ceramah Doktor Asri

Rabu, 14 Agustus 2019

Keseatab naukid abi

Sabtu, 10 Agustus 2019

Kesesatan maulid ke 16

Senin, 05 Agustus 2019

Kesesatan maulid ke 15

Kesesatan maulid ke 14

Fase ke 13 kesesatan dalam acara maulid

Fase 12 kesesatan dalam acara maulid

Minggu, 28 Juli 2019

Kesesatan dalam acara maulid ke 9

Jumat, 19 Juli 2019

Kesesatan dalam acara maulid ke 1

Kamis, 21 Februari 2013

Habib Luthfi : Nabi itu Laut, Kita Sungai-Sungainya



Brebes, NU Online
Ra’is ‘am Jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah Habib Luthfi bin Ali bin Yahya menjelaskan, kemuliaan Nabi Muhammad SAW seperti laut sedangkan umatnya adalah sungai-sungainya.

“Kita membutuhkan laut untuk mengalirkan hasrat keimanan dan kecintaan kita ke laut Nabi, agar mendapat syafaatnya. Kadarnya, tergantung besar kecilnya sungai hati kita dan yang bisa mengukur besar kecilnya adalah kita sendiri.”

Ia menambahkan “Kita bersholawat kepada Nabi SAW adalah seperti sungai mengalirkan air ke laut, mengharap safaatnya,” tutur Habib Luthfi saat mengisi mauidlotul khasanah peringatan Maulid Nabi Masjid Al Munawaroh dan Khaul Kiai Anwar bin Kiai Munawar di Kaligangsa Kulon, Kec Brebes Rabu malam (21/2).

Sholawat, lanjutnya, itu sebagai alat untuk membuat besar kecilnya sungai. Kalau memakai peralatannya sekadar cangkul maka sungai yang dihasilkan kecil. Tapi kalau kita menggunakannya dengan alat besar seperti traktor tentu akan terbentuk sungai besar.

Tak perlu ragu, sebab dengan makin besar alat atau sholawat, maka akan besar pula sungai yang dibuat.

“Jangan takut akan besar kecilnya rejeki, kalau kita memiliki sungai yang besar tentu di dalam sungai itu ada berbagai kandungan mineral rejeki,” paparnya.

Termasuk diciptakannya seisi bumi dan alam sekitarnya, diciptakan Allah SWT untuk membuktikan kalau Nabi Muhammad SAW sangat mulia. Karena seluruhnya bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Sangat aneh, kalau kemudian ada sekelompok orang mengharam-haramkan peringatan Maulid Nabi,” ujarnya tak habis pikir.

Ditanyakan Habib, pantaskah masuk surga kalau frekuensi ibadah berupa sholat sangat sedikit? Bila diasumsikan umur mencapai 60 tahun, maka sholat yang dijalankan sholat hanya 270 hari.  Dalam sehari, paling banter sholat 5 menit bila dikalikan 5 maka ada 25 menit dalam sehari.

“Untuk 1 tahun kita hanya 6 hari saja,” kata Habib.

Akibat minimnya ibadah, maka hanya satu harapan untuk memperoleh dispensasi nilai ibadah berupa safaat dari Nabi Muhammad SAW.

Sementara Pengasuh Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes KH Subekhan Makmun menegaskan untuk menolak orang-orang yang mau membuat keonaran di bumi Indonesia. wajib melindungi orang-orang maksum, bahkan orang-orang kafirpun dilindungi sepanjang tidak berbuat dzolim.

Rais Syuriyah PCNU Brebes KH Aminudin Afif menandaskan pentingnya menjaga keamanan dan keimanan yang seimbang. Dia berseloroh kalau ingin aman ya ikut NU.

“Amanu, Aman ya ikut NU,” tuturnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyampaikan terima kasih atas kerja sama semua pihak dalam penyelenggaraan syiar Islam. Adanya persatuan dan kesatuan antara TNI, Polri, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat dan Warga menjadikan kehidupan beragama makin kokoh.

“Mari kuat eratkan sendi-sendi kehidupan beragama kita,”  ajak Bupati.
Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Wasdiun 

Komentarku ( Mahrus ali): 
Ajakan maulid dati habib Luthfi itu sama dengan ajakan kebid`ahan, kadang kedurhakaan, kadang jatuh kepada kesyirikan.
Yang aman itu bukan masuk NU . Ini sama dengan mengajak fanatisme  golongan yang diharamkan, Tapi ajaklah kepada Islam tanpa fanatisme golongan

Minggu, 17 Februari 2013

Benarkah Habib itu keturunan Nabi SAW? Masih Diragukan !






CHICAGO, RIMANEWS- Cendekiawan Muslim dari Paramadina, A.Mun'im Sirry MA, kandidat PhD di University of Chicago, AS mempertanyakan bahwa Apakah mereka yang mengaku sayyid atau habib itu betul-betul keturuan Baginda Nabi?

Menurutnya, Dalam studi yg dilakukan sejumlah ahli genetika, sebagian besar orang yang mengaku ngaku sayyid itu sebenarnya bukan keturunan Nabi. M.R. Rafiee, A. Sokhansanj, Naghizadeh dan Farazmand melakukan uji DNA di Iran sementara Elise Belle, Saima Shah, Tudor Parfitt dan Mark Thomas di India-Pakistan.

Hasil penelitian mereka sama: Mereka yang mengaku sayyid atau habib itu bukan keturunan Nabi. Lho, kalau di Iran dan India-Subcontinent saja tidak benar, bagaimana dgn orang-orang mengaku sayyid dan habib di Indonesia? Jelasnya, sayyid dan habib itu adalah konstruk sosial utk tujuan kehormatan dan legitimasi.

Dalam kesempatan lain, Munim Sirry menyingkapkan bahwa banyak ulama dan intelektual Muslim mengagumi reformasi dalam Kristen, hingga ada yang menyebut mereka itu "Muslim Luther." Tapi, kekaguman Muhammad 'Abduh terhadap reformasi Kristen melebihi ulama-ulama lain. 'Abduh dgn sangat gamblang menuturkan kekagumannya dalam Risala al-tawhid-nya yang sudah menjadi klasik itu. Beliau mengatakan, misalnya, bahwa Kristen-nya para reformer itu sudah sangat dekat dgn Islam.

Bahkan, katanya dalam facebook lebih lanjut, agama mereka itu tdk ada bedanya dgn agama yang dibawa Nabi Muhammad kecuali beda nama. Termasuk dalam hal ibadah, kata 'Abduh, hanya beda dalam bentuk, bukan substansi. Saya tdk tahu, apakah ada ulama yang membuat pengakuan lebih gamblang dan tegas dari mufti besar ini, bahkan dari aktivis-aktivis lintas agama sekarang.

Komentarku ( Mahrus ali): 
Berita  dari Cendekiawan Muslim dari Paramadina masih diragukan, karena Universitas Paramadina sendiri bukan universitas Islam, tapi mirip dengan liberal yang kafir. Ia didirikan oleh Nur Kholis Majid – dedengkot Liberal bukan  tokoh ahli hadis . Dia budak barat bukan budak Allah yang komitmen kepada ajaranNya, tapi durhaka kepada ajaran Allah dan konsis pada ajaran barat. Apakah sang peneliti itu tahu DNA Rasulullah SAW dan dia belum pernah mengambil simpel darahnya. Ayat ini cocok  untuk berita ini:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.[1]
Para Rasul itu juga punya keturunan, juga punya istri. Tentang kebenaran para habib itu keturunan Rasulullah SAW atau tidak, diamlah lebih baik, kita masih banyak urusan lain yang lebih penting. Ingat ayat ini:
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ(38)
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mu`jizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu). Ra`d 38.


[1] Al Hujurat  6

Senin, 04 Februari 2013

Syi`ah suka maulid



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
أسعد الله أيامكم وبارك بها بهذه الذكرى العطرة ، ذكرى ولادة النبي الأعظم والرسول الأكرم سيدنا ومولانا ابا القاسم محمد بن عبد الله صلوات الله وسلامه عليه وعلى أهل بيته الاطهار ، ونسأل الله سبحانه وتعالى أن يجعل هذه الذكرى المباركة باب خير ورحمة لأمة محمد المصطفى صلوات الله وسلامه عليه وعلى آله وان يعم الخير والامن والمحبة ببركة نور مولده المبارك جميع أرجاء المعمورة إنه سميع مجيب .. متباركين بالمولد الشريف
Semoga  Allah membahagiakan hari-hari Anda dengan kenangan  harum ulang tahun, ulang tahun kelahiran nabi terbesar dan Nabi yang termulia Maulana Aba Qasim Muhammad bin Abdullah SAW bersama dan ahlul baitnya yang suci , dan kami  memohon kepada Allah untuk membuat ulang tahun ini ( Maulid ini ) yang  diberkati sebagai pintu yang baik dan rahmat bagi umat Muhammad al Mustafa  SAW begitu juga keluarganya.
Dan hendaklah Allah meratakan  kebaikan , keamanan dan cinta dengan berkah  cahaya maulidnya yang diberkati ke seluruh pelosok dunia . Sesungguhnya Dia   Maha mendengar dan Maha merespon ..
Semoga kita miendapat berkah dengan maulid  Sharif

Itulah ucapan orang – orang Syi`ah yang hibi maulid yang sampai pada email saya.
Ada kekeliruan yang nyata bukan kebenaran yang samar yaitu:
dan kami  memohon kepada Allah untuk membuat ulang tahun ini ( Maulid ini ) yang  diberkati sebagai pintu yang baik dan rahmat bagi umat Muhammad al Mustafa  SAW begitu juga keluarganya.
Komentarku ( Mahrus ali): 
Perayaan maulid Nabi SAW itu bid`ah yang sesat, lalu minta  kepada Allah agar di jadikan sebagai pintu kebaikan, rahmat untuk umat Muhammad bukan pintu kejelekan dan laknat untuk umat Muhammad. Sebab mengadakan maulid itu tidak ada tuntunannya yang benar. Ia bid`ah yang sesat. Ia di ada adakan, bukan apa adanya dari Quran atau hadis.
Doa tsb intinya minta pada Allah agar kebidahan ini dijadikan sebagai pintu kebaikan dan rahmat. Mestinya dengan menjalankan sunnah, orang akan mendapatkan pintu kebaikan dan rahmat yang diturunkan bukan karena menjalankan kebid`ahan.
Itu sama dengan orang yang berdoa Ya` Allah jadikanlah kemungkaran ini sebagai pintu kebaikan dan rahmat bagi umat Muhammad. Ini sangat lucu.
Dikatakan dalam ucapan selamat tsb sbb:
Dan hendaklah Allah meratakan  kebaikan , keamanan dan cinta dengan berkah  cahaya maulidnya yang diberkati ke seluruh pelosok dunia . Sesungguhnya Dia   Maha mendengar dan Maha merespon ..

Komentarku ( Mahrus ali): 
………….. dengan berkah cahaya kelahiran Nabi SAW, apa maksudnya. Kelahiran Rasulullah SAW itu kelahiran yang biasa, lalu apa cahayanya. Hadis – hadis tentang pengagungan kelaihran Nabi itu banyak yang dusta sepi dari kejujuran. Bukan  dengan rahmat Allah, kebaikan menyelimuti umat Muhammad tapi dengan berkah cahaya kelahiran Nabi SAW. Ini bisa jadi kesyirikan , jauh dari tauhid.
Memang orang – orang syi`ah itu suka maulid sebagaimana ahli bid`ah di Indonesia bukan ahlus sunnahnya.

Kamis, 31 Januari 2013

Jamu Tamu Maulid, Habib Luthfy Sediakan 500 Kambing




Pekalongan, NU Online
Untuk menjamu tamu yang hadir di acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1434 H yang akan dilangsungkan di Gedung Sholawat Pekalongan 13 Pebruari mendatang, Habib Luthfy selaku khodimul maulid telah menyiapkan sedikitnya 500 ekor kambing.

Kambing kambing yang disediakan Habib Luthfy berasal dari kantong pribadi kini sebagian sudah tiba di kandang yang telah disediakan, sedangkan kekurangannya akan dipenuhi oleh pemasok pada minggu pertama Pebruari mendatang.

Selain kambing, Habib Luthfy yang juga Rais Aam Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah (Jatman) juga telah menyiapkan 5 ton beras untuk dimasak pada malam sebelum, saat acara berlangsung dan sesudah acara peringatan maulid.

Di samping hal itu, Habib Luthfy juga telah menyumbang uang tunai kepada panitia sebesar 50 juta rupiah (bukan 20 juta sebagaimana yang telah diberitakan) untuk menyukseskan haflah maulid yang rutin digelar setiap tahun di Kanzus Sholawat.

"Untuk kanjeng nabi, kita jangan setengah setengah untuk bersedekah, karena Rasulullah merupakan junjungan kita yang kelak akan memberikan syafa'at kepada kita," ujarnya.

Wakil Sekretaris panitia Maulid, H. Suwardi mengatakan, kegiatan maulid yang rutin digelar di Kanzus Sholawat akan diikuti di beberapa tempat secara bergantian hingga menjelang bulan Ramadhan.

Dikatakan, hingga saat ini telah tercatat ada 70 tempat yang siap menggelar kegiatan peringatan maulid rangkaian Kanzus Sholawat, baik di Kota Pekalongan, Batang, Kabupaten Pekalongan maupun daerah daerah lain di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Jakarta. Dari seluruh rangkaian kegiatan maulid, menurut Suwardi, sebagian besar dihadiri oleh Maulana Habib Luthfy selaku khodimul maulid.

Untuk menyemarakkan kegiatan maulid, pihak panitia telah menyiapkan kegiatan tambahan berupa pawai panjang jimat, pawai merah putih, pawai batik karnival, nikah maulid hingga pentas musik gambus El Balasyik asal Jawa Timur.


Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Abdul Muiz


Di katakan dalam artikel tsb sbb:
Untuk menyemarakkan kegiatan maulid, pihak panitia telah menyiapkan kegiatan tambahan berupa pawai panjang jimat, pawai merah putih, pawai batik karnival, nikah maulid hingga pentas musik gambus El Balasyik asal Jawa Timur
Komentarku ( Mahrus ali): 
Itulah maulid yang hina dina dimata ahlis sunnah dan mulia di mata ahli bid`ah yang syirik. Maulid seperti itu menambah jauh dengan Allah, dekat dengan setan, dibenci rasul dan disenangi Abu Jahal. Dana begitu banyak yang dikeluarkan untuk kedurhakaan bukan untuk kebaikan, mendapat dosa besar bukan pahala sekalipun kecil, nauudzu billah dan inna lillah bukan al hamdulillah. Membantu maulid seperti itu akan menambah siksaan kita di akhirat. Ingatlah ayat ini:

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma`ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.[1]
SIkap orang munafik suka memerintah kejelekan dan sikap orang mukmin suka memerintah kebaikan sebagaimana ayat sbb:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, [2]


[1] Attaubah 67
[2] ]  Attaubah 71

Selasa, 29 Januari 2013

Kedustaan kisah untuk dukung maulid



Ada seorang syeikh yg hidup di madinah beberapa ratus tahun lalu. Syeikh tersebut setiap tahun selalu menyampaikan syair2 pujian di hadapan maqam Rasulullah SAW.
Pada suatu ketika, itu syeikh diundang bertamu ke rumah seorang terpandang di madinah untuk sekedar jamuan makan (yang merupakan tradisi di negeri-negeri Arab bila ada oarng asing diundang ke rumah untuk dijamu). Si syeikh tersebut memenuhi undangan itu, namun sesampainya di rumah orang yang mengundang itu, sang pemilik rumah menyatakan maksud sebenarnya bahwa ia tidak suka ada orang baca syair puji-pujian tentang Rasulullah. Maka pemilik rumah itu pun memotong lidah si syeikh itu. Syeikh itu kemudian pulang dengan membawa 2 rasa pedih dan sakit. Kesakitan pertama, ia kehilangan lidahnya. Kesakitan kedua dan lebih perih, ia tidak bisa bersyair memuji Rasulullah lagi
Maka ketika di tahun berikutnya, di saat biasanya si syeikh bersyair memuji Rasulullah, ia hanya bisa bersedih dan datang mengadu kepada Rasulullah di maqam beliau. Ia berkata, “jika engkau wahai Rasulullah, selama ini tidak ridho (tidak suka) dengan perbuatanku (bersyair memuji Rasulullah), maka biarlah lidahku seperti ini. Namun jika engkau menyukainya, maka aku minta agar lidahku kembali lagi.” (kurang lebih seperti itu kata-katanya).
Setelah itu, ia tertidur. Dalam tidurnya, syeikh itu bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Beliau mengatakan bahwa beliau menyukai syair2 pujian yang ditujukan syeikh itu kepada beliau. Dengan cara bagaimana, walhasil lidah si syeikh setelah bangun sudah utuh kembali.
Tidak berselang lama, syeikh tadi di undang oleh seseorang ke rumahnya. Ketika sampai di rumah tersebut, dia ingat kalau rumah tersebut adalah rumah dari orang yang memotong lidahnya tahun lalu. Maka syeikh tadi bertemu dengan orang yang mengundangnya, dan menceritakan kejadian yang ia alami tahun sebelumnya di rumah itu. Orang yang mengundang berkata bahwa ia adalah anak dari orang yang memotong lidah syeikh itu dan ia sengaja meminta syeikh itu untuk melantunkan syair pujian kepada Rasulullah langsug di rumahnya. Lalu, anak dari orang yang memotong lidah syeikh itu membawa si syeikh ke sebuah kandang besar berisi kera yang juga besar. Orang itu menceritakan bahwa setelah ayahnya memotong lidah si syeikh, lalu ayahnya berubah menjadi seekor kera yang besar. Orang itu pun meminta kepada si syeikh untuk memaafkan perbuatan ayahnya dan memohon didoakan. Syeikh itu kemudian mendoakan, kemudian kera itu pun akhirnya meninggal.
Dari kejadian nyata di Madinah beberapa ratus tahun lalu itu kita dapat pelajaran bahwa syair-syair pujian (yg sekarang dikenal qasidah) bukanlah sesuatu yg dilarang, atau bahkan,bid’ah, syirik. Malah merupakan sunnah, dimana ketika di zaman Rasulullah, ada seorang sahabat bernama Hasan bin Tsabit yg suka melantunkan syair memuji Rasulullah. Namun Rasul SAW bukan melarangnya bahkan justru mendoakannya “Yaa Allah, tolonglah Hasan bin Tsabit dgn Ruhul Quddus (malaikat Jibril as)”.
Sumber http://www.facebook.com/notes/drahman-ahmad/kisah-seorang-syeikh-yang-suka-bersyair-memuji-rasulullah-saw/245892078821
Komentarku ( Mahrus ali): 
Maulid adalah bid`ah, bukan sunnah. Orang yang melakukannya adalah ahli bid`ah.bukan ahlis sunnah. Para rasul dan sahabatnya tidak menjalankannya. Hanya para pastur dan kristen yang melakukan perayaan kelahiran Isa as.Begitu juga orang – orang yang anti tuntunan senang kebid`ahan , tidak ikut tuntunan Rasul dan sahabatnya.
Tiada dalil yang mendukung maulid, ada dalil kedustaan yang di pakai. Lihat saja kisah diatas. Seluruhnya bohong, bukan sungguhan, fiftif bukan realita, meng ada- ada bukan seadanya. Kisah itu belum saya dengar, juga belum saya baca di kitab –kitab arab mulai kecil sampai tua. Siapa nama orang yang memotong lidah itu? Apakah pemerintah diam saja? Ataukah kerabat orang yang lidahnya dipotong tidak marah? Apakah ada orang yang menjadi kera di Medinah? Ingat saja ayat ini:
وَأَلْقَوْا إِلَى اللَّهِ يَوْمَئِذٍ السَّلَمَ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ(87)
Dan mereka menyatakan ketundukannya kepada Allah pada hari itu dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Nahel.
Di katakan dalam artikel tsb sbb:
ada seorang sahabat bernama Hasan bin Tsabit yg suka melantunkan syair memuji Rasulullah. Namun Rasul SAW bukan melarangnya bahkan justru mendoakannya “Yaa Allah, tolonglah Hasan bin Tsabit dgn Ruhul Quddus (malaikat Jibril as)”.
Komentarku ( Mahrus ali): 
Ini juga kedustaan bukan kejujuran, bukan begitu tapi penyair itu menjawab penghinaan orang Quraisy yang kafir. Lalu  Rasulullah SAW berdoa seperti itu, bukan memuji pada Rasulullah SAW. lihat 4361 sunan Abu dawud.

Sabtu, 26 Januari 2013

Peringatan Maulid Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, KH Ali Mustafa Yakub




 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, KH Ali Mustafa Yakub tak setuju jika peringatan Maulid Nabi disebut perkara bid'ah.

"Kalau alasannya Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengerjakan (Maulid Nabi), jadi itu kemudian diharamkan? Maka sekarang haramkan saja umrah di bulan Ramadhan. Kan Nabi gak pernah mengerjakan," tegas Kiai Ali Mustafa saat berbincang dengan ROL, Rabu (23/1).

Kiai Ali Mustafa mencurigai ada pihak yang ingin memecah belah umat Islam, khususnya di Indonesia, dengan penetapan Maulid Nabi sebagai perkara bid'ah. Penetapan itu menjadikan peringatan Maulid Nabi menjadi kontroversi di masyarkat.

"Dulu kan (pengharaman peringatan Maulid Nabi) tidak pernah ada sama sekali. Jadi kok tiba-tiba ada. Itu dari mana coba?" kata dia.

Menurut Kiai Ali Mustafa, peringatan Maulid Nabi masuk wilayah muamalah. "Selama tidak melakukan hal-hal yang mengharamkan, ya boleh-boleh saja," sebut Kiai Ali.


Komentarku ( Mahrus ali): 
Anda menyatakan:
"Kalau alasannya Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengerjakan (Maulid Nabi), jadi itu kemudian diharamkan? Maka sekarang haramkan saja umrah di bulan Ramadhan. Kan Nabi gak pernah mengerjakan," tegas Kiai Ali Mustafa saat berbincang dengan ROL, Rabu (23/1).
Komentarku ( Mahrus ali): 

Ini dalil umrah di bulan Ramdhan sbb:

صحيح مسلم ٢٢٠١: و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يُحَدِّثُنَا قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِامْرَأَةٍ مِنْ الْأَنْصَارِ سَمَّاهَا ابْنُ عَبَّاسٍ فَنَسِيتُ اسْمَهَا مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّي مَعَنَا قَالَتْ لَمْ يَكُنْ لَنَا إِلَّا نَاضِحَانِ فَحَجَّ أَبُو وَلَدِهَا وَابْنُهَا عَلَى نَاضِحٍ وَتَرَكَ لَنَا نَاضِحًا نَنْضِحُ عَلَيْهِ قَالَ فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً
Shahih Muslim 2201: Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim bin Maimun Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Ibnu Juraij ia berkata, telah mengabarkan kepadaku Atha` ia berkata, saya mendengar Ibnu Abbas menceritakan kepada kami, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada seorang wanita dari kalangan Anshar -Ibnu Abbas menyebutkan namnya, tetapi aku lupa: "Apa yang menghalangimu untuk melaksanakan haji bersama kami?" wanita itu menjawab, "Kami tidak mempunyai apa-apa kecuali dua ekor Unta, yang satu ekor dipakai suamiku pergi haji bersama anaknya sedangkan yang satu lagi ia tinggalkan agar dipakai menyiram kebun." Beliau bersabda: "Kalau bulan Ramadlan tiba, maka tunaikanlah umrah, sebab umrah di bulan Ramadlan menyamai ibadah haji."
Terus sekarang anda mendukung maulid tanpa dalil, ini membikin umat Islam tertipu. Mestinya berkatalah yang jujur, jangan diam saja atau berkata tanpa dalil. Dan  katakan bahwa maulid itu tidak ada dalilnya, jadi harus di hindari karena ikut ayat ini:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
               Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui dalilnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ( Al isra` 36 ).

Rabu, 23 Januari 2013

Mesir Tolak Undangan Maulid Nabi dari Iran






Hidayatullah.com—Menteri Waqaf Mesir Talaat Afify menolak undangan dari Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad untuk menghadiri perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad pada akhir Januari mendatang, lapor Al-Mishry Al-Yaum Senin (31/12/2012).
Jurubicara kementerian Salama Abdul Qawi mengatakan, kementeriannya tidak ikut serta dalam perayaan Syiah yang digelar di dalam maupun di luar negeri.
Dia menginformasikan bahwa para imam di Masjid Hussein dan Masjid Sayyidah Zainab menerima undangan untuk hadir dalam acara maulid nabi yang diselenggarakan Syiah di Libanon, tetapi Menteri Waqaf Talaat Afify telah menolaknya.
Afify bertemu dengan perwakilan Iran di Kairo pada hari Senin kemarin di kantornya, saat pejabat Iran itu menyampaikan undangan Konferensi Persatuan Islam Ke-26 yang dijadwalkan digelar pada tanggal 27-29 Januari 2013 di Teheran.
Dalam kesempatan itu Afify menegaskan bahwa negaranya berupaya menjalin kerjasama erat dengan negara-negara Arab dan Islam dalam menyebarkan ajaran Islam yang benar, meskipun terdapat perbedaan dalam hal keyakinan, mendukung koeksistensi dalam kondisi saling menghormati dan menekankan dialog.*
 Rep: Ama Farah
Red: Dija

Komentarku ( Mahrus ali): 
Merayakan hari ulang tahun kelahiran atau kematian bukan dari ajaran Islam, tapi meniru budaya kufur. Karena itu , para sahabat dan tabiin tidak menjalankannya, anti kepadanya. Ahli bid`ah kapan dan dimanapun menjadikannya  sebagai ritual rutin> kebid`ahan dirutinkan, sunnah ditendang. Ikutilah ayat ini:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Sungguh  cukupbagimu Rasulullah SAW sebagai teladanmu yang baik

Kamis, 17 Januari 2013

Habib Luthfi: Hargailah Jasa Pendahulu




Brebes, NU Online
Rais ‘Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dari Pekalongan prihatin dengan lunturnya rasa terima kasih.

“Akibat tak pandai menghargai jasa pendahulu, tidak berterima kasih, keberkahan tercerabut dari muka bumi,” ungkap Habib saat mengisi Maulid Nabi dalam rangkaian Hari Jadi Ke-335 Kab Brebes di perempatan Saditan Baru Brebes, Rabu (16/1) malam .

Peringatan Maulid Nabi, merupakan upaya menghargai, mencintai pendahulu, Nabi Muhammad SAW. Karena jasa Nabi, terjadi kebangkitan Islam yang telah mengubah dari jaman jahiliyah menuju jaman yang ilmiah.

Jadi sangat aneh, ketika ada sekelompok kaum yang menghina peringatan Maulid Nabi dan bahkan melarangnya. “Kalau sejarah Nabi hendak dihilangkan, bagaimana dengan sejarah Pangeran Diponegoro, sejarah Imam Bonjol, sejarah para Walisongo dan para pejuang bangsa lainnya?” gugat Habib Luthfi.

Jangan sampai kehidupan di Indonesia sampai kehilangan obor. Karena tidak ada pencerahan sejarah. Generasi muda dibutakan dari jasa-jasa pendahulu, yang mengakibatkan tidak pandai berterima kasih.

Habib melukiskan betapa besarnya perjuangan orang tua kita pada awal kemerdekaan. Meski dengan berbagai keterbatasan, rela menyekolahkan kita hingga ke tingkat tinggi. Mengusahakan makanan dan minuman, walaupun orang tua kita menahan kelaparan yang memaksa.

Sekolah sangat sulit, jadi PNS juga dengan jatah beras Cempok, beras Gembalo yang kalau dimasak melar, kalau dimakan cepat kenyang tetapi juga cepat lapar. Sarapan juga dengan bodin. Tetapi dibalik kekurangan itu, orang tua kita sangat hebat.
“Budi pekerti sangat dijunjung tinggi. Persaudaraan kental dan tolong menolong jadi tradisi yang sangat kuat,” paparnya.

Maka jangan sampai kita mengecewakan orang tua kita yang telah memperjuangkan hidup kita lebih baik. Yang telah menyiapkan regenerasi yang lebih berkualitas pada masa kini.

“Kalau sekarang kita berbuat tidak sesuai dengan keinginan orang tua, dengan berbuat kekacauan maka kita telah mengecewakan orang tua kita, sadarlah!” ajak Habib.

Begitupun dengan perjuangan Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur dan Megawati yang telah berbuat banyak untuk negeri. Sedangkan kita belum mampu berbuat apa-apa. Ceritakanlah kebaikan-kebaikan mereka dan bila ada yang tidak baik pintakan ampunan kepada Allah SWT. “Jangan lagi-lagi menghujat, menghina sementara kita tidak bisa berbuat apa-apa!” kata Habib dengan semangat berkobar-kobar.

Penghargaan kepada Bung Karno (pimpinan) waktu dulu sangat tinggi, yang dibuktikan dengan patuhnya rakyat dengan mendengarkan pidato Bung Karno. Sikap apa yang harus diperbuat rakyat mengacu pada isi pidato Bung Karno, menjadi patokan satu komando.Bangsa kita dulu sangat terhormat karena kepatuhan rakyat pada pimpinannya, bukan karena perlengkapan senjata perang yang hebat. “Persatuan dan kesatuan, saling hormat menghormati ternyata lebih kuat dari peluru kendali,” katanya.

Ingatlah sejarah, karena dengan sejarah itu akan bertambah wawasan dan keilmuan kita. “Jangan melupakan sejarah, karena kalau kita lupa sejarah maka akan diombang-ambingkan oleh para pengacau,” ujar Habib mengingatkan.

Tunjukan pada dunia, kata Habib, kalau kita bisa merapatkan barisan, menghargai para pendahulu dengan meneruskan perjuangannya. Rapatkan barisan tidak akan mengecewakan Nabi, orang tua, pejuang, tokoh-tokoh pendahulu, guru-guru kita, sesepuh kita. “Tunjukanlah!” pungkasnya.  
Kontributor: Wasdiun
Komentarku ( Mahrus ali): 
Menghormati, bukan menghina dan  melayani orang tua dengan baik bukan dengan cara jelek adalah anjuran Islam bukan larangannya, baik orang tua muslim atau kafir karena ada ayat:
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ(15)
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Lukman.
 Orang tuamu menyuruhmu  untuk menjalankan kebid`ahan  bukan sunah dan kesyirikan bukan tauhid. Suatu misal, kamu  disuruh ikut  maulid, dibaan atau manakiban , lalu kamu tidak mau. Tapi kamu harus tetap hormat bukan menghina dan melayaninya bukan menyingkir dengan baik
Untuk mengetahui kesyirikan dalam maulid Klik lagi disini:

Rabu, 15 Agustus 2012

Mendanai kebid`ahan mendapat dosa besar, bukan pahala.


MENGUNGKAP BISNIS PROYEK MAULID NABI
Topik pembahasan kali ini adalah seputar anggaran Maulid Nabi.
Seseorang (Bapak Taufiq – klender, jakarta) bercerita ketika disodorkan kepadanya sebuah proposal Maulid Nabi, berikut sebagian isi proposal atau anggarannya:
Anggaran Proposal Maulid 1433H
1. Sewa tenda dan kursi Rp. 3.000.000,-
2. Akomodasi dan Konsumsi Rp. 5.000.000,-
3. Uang saku Habib Rp. 30.000.000,-
4. Uang keamanan Rp. 5.000.000,-
5. Lain-lain tidak terduga Rp. 6.000.000,-
Total Anggaran Rp. 49.000.000,-
Maka bapak itu berkata kepada si penyodor proposal/panitia, “…dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Panitia, maaf saya tidak bisa memberi infaq untuk acara ini, tapi kalo ada hal lain… seperti warga yang terkena musibah, sakit dan butuh pertolongan.. saya insya Allah yang terdepan”.
Bapak itu juga berkata mengenai hal ini, “…ditempat saya belum seberapa… ada di daerah kalimalang -saya lupa nama masjidnya- anggaran untuk habib (penceramah) Rp.70juta.. total anggaran sekitar 200jutaan..”
(Sumber: dari status fb ust. Naharuddin Syuhada, https://www.facebook.com/naharuddin.syuhada/posts/2424448789044)
Anggaran yang direncanakan panitia peringatan maulid Nabi biasanya mencapai belasan hingga duapuluhan juta rupiah. Pos yang cukup menonjol dari anggaran panitia maulid ini, biasanya untuk nasi kebuli, honor penceramah (narasumber) dan habib yang jumlahnya bisa lebih dari satu, bahkan ada yang belasan.
Bagi sebagian masjid atau mushalla, peringatan maulid Nabi tanpa menghadirkan sejumlah habib terasa kurang afdhol. Karena, para habib dipercaya sebagai keturunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (versi syi’ah) melalui jalur Husein ra hingga ke pasangan Ali bin Abi Thalib ra dan Fatimah Az-Zahra ra (putri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Kehadiran para habib tadi, bukan sebagai narasumber atau penceramah, tetapi bagai ornament/ hiasan. Mereka duduk sejajar narasumber dan menghadap jama’ah, hingga acara selesai. Usai acara, panitia membagi-bagikan amplop berisi uang dan kotak makanan untuk dibawa pulang untuk jajaran yang menghadap jama’ah itu, selain hidangan yang sudah dilahap di tempat. Di beberapa masjid atau mushalla, peringatan maulid Nabi ada juga yang dibarengi dengan santunan kepada sejumlah anak yatim. Konsekuensinya, anggaran panitia akan membengkak dan secara otomatis kian membebani warga sekitar. Dan kadang anak yatim itu hanya sebagai semacam daya pikat, sedang uang yang untuk anak yatim tidak seberapa.
Apa hubungan akhlaq Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan nasi kebuli, para habib, “musik islami” dan petasan? Yang jelas, peringatan maulid Nabi bagi sebagian kalangan adalah kesempatan makan nasi kebuli, dan hidangan lainya yang jarang diperoleh di rumah sendiri. Bagi sebagian lain, ini merupakan momentum untuk mendapatkan “pahala” sekaligus rezeki tambahan dengan jadi tukang parkir dadakan dan seabagainya.
Bagi yang setuju dengan moment peringatan maulid Nabi seperti ini, mereka antara lain berdalih, hal itu merupakan bagian dari da’wah kultural. Mungkin maksudnya untuk menyampaikan nilai-nilai Islam bisa melalui perantaraan media kebudayaan. Memperkenalkan atau menyegarkan ingatan tentang sosok Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat ditempuh melalui nasi kebuli dan petasan, selain ceramah, pembacaan barzanji, suguhan “musik Islami” dan sebagainya.
Ibarat memasukkan obat ke dalam tubuh, perlu media pengantar. Misalnya, obat batuk, media pengantarnya sirup dan air. Sehingga tidak terasa pahit di lidah. Hal yang sama juga bisa ditempuh untuk memasukkan racun ke dalam tubuh, sehingga tidak terasa pahit di lidah. Begitulah fenomena da’wah kultural: seolah positif padahal negatif.
(Sumber: Artikel Perayaan Maulid, http://nahimunkar.com)
Tidak cukup sampai disitu, karena itu hanya sebagian contoh kecil yang ada di masyarakat kita khususnya, yang membuktikan bahwa bid’ah (dalam hal ini adalah acara Maulid Nabi) begitu mahal dan menyulitkan bagi kita. Masih ada beberapa contoh lainnya dan ini benar-benar terjadi di lingkungan kita. Sebagian contoh lainnya adalah:
1. Kelas Ekonomi Kebawah.
- ANGGARAN BIAYA MAULID NABI MUHAMMAD 1429
Biaya Penceramah : Rp. 600.000
Biaya Qori & Marawis : Rp. 300.000
Biaya Konsumsi Tamu 5.000 * 150 : Rp. 750.000
Total Biaya Spanduk 100.000 * 2 : Rp.200.000
Transportasi Jemput Penceramah : Rp. 50.000
Biaya Tak terduga : Rp. 100.000
Total Biaya Keseluruhan Rp. 2.000.000
(Sumber: http://groups.yahoo.com/group/yalmics/message/17)
2. Kelas Ekonomi Menengah.
- Baksos dan Peringatan Maulid Nabi 1432
Penceramah Rp.3.000.000
Qari Rp.500.000
Jemputan ustadz/qari Rp.700.000
Konsumsi Rp.6.250.000.
Dan lain-lain.
Total Rp.40.750.000
(Sumber: http://irmap-alwustho.blogspot.com/2011/01/proposal-peringatan-maulid-nabi.html)
- Anggaran Maulid Nabi Masjid Agung Jawa Tengah
Total Rp. 40.351.000,- (penceramah Habib)
(Sumber: http://sufijayabooks.blogspot.com/2010/05/proposal-menyambut-maulid-nabi-muhammad.html)
- Anggaran Maulid Nabi Masjid Jami Nurul Fajri
Kesekretariatan Rp.500.000
Acara (Honorium Mubalig) Rp.5.000.000
Konsumsi Rp.6.000.000
Peralatan & perlengkapan Rp.4.000.000,00
Publikasi,dekorasi dan dokumentasi Rp.2.000.000
Transportasi Rp.1.000.000
Humas Rp.500.000
Biaya tak terduga Rp.1.000.000
Jumlah Rp.20.000.000
(Sumber: http://masjidjaminurulfajri2leanfriends.blogspot.com/2012/01/proposal-maulid-2012.html)
3. Kelas VIP.
- Total Anggaran Peringatan Maulid, HUT, dan lain-lain di kota Jantho sebesar Rp.200juta.
“…dana senilai Rp200 juta digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti lomba karnaval, gotong royong dan perlombaan sejumlah olahraga. Selain itu, sebagian besar dana itu digunakan untuk puncak acara yang digelar di Lapangan Bungong Jeumpa, Kota Jantho, termasuk peringatan Maulid Nabi yang dibuat Pemkab Aceh Besar,” kata Asisten I Setdakab Aceh Besar Abu Bakar malam kepada Pikiran Merdeka, Sabtu (5/5).
(Sumber: http://pikiranmerdeka.com/read/1631/2012/05/07/hut-kota-jantho-habiskan-rp200-juta)
- Di Madiun, Jawa Timur, peringatan maulid Nabi dibiayai dari dana APBD Madiun sebesar Rp 70 juta. Bentuknya, berupa Pawai Taaruf yang antara lain diikuti sejumlah pelajar di sana, dilanjutkan dengan berebut tumpeng. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi masyarakat Madiun setiap tahunnya, khususnya dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang biasanya berlangsung sejak pukul 07:00 wib hingga siang hari. Bagi yang percaya, tumpeng yang diperebutkan setiap maulid tersebut bisa memberikan berkah.
(Sumber: http://nahimunkar.com/4241/perayaan-maulid/)
- Peringatan Maulid di Mataram.
Menurut H. Zainur yang juga Kepala Lingkungan Gapuk, Dasan Agung, kuda-kudaan tersebut didatangkan dari Lombok Timur dan Lombok Tengah beserta pengusungnya dan rata-rata disewa Rp300.000 per unit dengan jumlah 30 kuda-kudaan sekitar 30 unit. Saat ini masyarakat Kota Mataram, Lombok sedang merayakan Maulid yang dirayakan secara tradisional dengan menyediakan berbagai jenis makanan khas tradisional Lombok termasuk kue. Setiap Kepala Keluarga (KK) hampir rata-rata merayakan maulid baik dirumah masing-masing maupun secara bersamaan di masjid dengan mengundang tamu dari luar lingkungan dan dirayakan sehari suntuk.
Dana yang dihabiskan untuk perayaan maulid minimal Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per KK, sementara untuk kebutuhan daging sapi setiap KK sekitar 15 kg belum termasuk daging ayam, telur dan sayur-mayur.
(Sumber: https://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,22037-lang,id-c,warta-t,Pawai+Arak+arakan+Maulid+di+Mataram+Meriah-.phpx)
Komentar ana: Jika 1 KK saja menghabiskan dana 1,5 juta sd 2 juta, bagaimana jika jumlahnya ada 1000 KK, berapa total uang yang dihabiskan secara keseluruhan???
4. Zaman dulu.
Menurut Abu Syamah dalam kitab al-Ba’its ala Inkaril Bida’ wal-Hawadits mengatakan: Orang yang pertama melakukan hal tersebut di Mosul (Mushil) adalah syaikh Umar ibn Muhammad al-Mulla salah seorang shalih yang terkenal, maka penguasa Arbil meniru beliau.” Para sejarawan termasuk Ibnu Katsir dalam Tarikhnya menyebutkan bahwa perayaan maulid yang diadakan oleh Raja Muzhaffar ini dihadiri oleh kaum shufi, melalui acara sama’ (pembacaan qashidah dan nyanyian-nyanyian keagamaan kaum shufi) dari waktu zhuhur hingga fajar, dia sendiri ikut turun menari/ bergoyang (semacam joget-ala shufi). Dihidangkan 5000 kambing guling, 10 ribu ayam dan 100.000 zubdiyyah (semacam keju), dan 30.000 piring kue. Biaya yang dikeluarkan untuk acara ini –tiap tahunnya- sebesar 300.000 Dinar (1 dinar = 4,25 gr emas. Jadi kalau 300.000 dinar = 1,3 juta gr emas). Syaikh Umar ibn Muhammad al-Mulla yang menjadi panutan sultan Muzhaffar adalah seorang shufi yang setiap tahun mengadakan perayaan maulid dengan mengundang umara, wuzara (para mentri) dan ulama (shufi). Ibnul Hajj Abu Abdillah al-Abdari berkata, “Sesungguhnya perayaan ini tersebar di Mesir pada masanya, dan ia mencela bid’ah-bid’ah yang ada di dalamnya.” (Al-Madkhal: 2/11-12. http://nahimunkar.com/4212/sejarah-maulid-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-2/)
Terakhir untuk kita, masihkah kita betah atas amalan-amalan yang memberatkan dan menyusahkan untuk kita sendiri? apalagi jika amalan-amalan tersebut adalah amalan-amalan ciptaan atau kreasi manusia, alias bid’ah, bukan berasal dari amalan-amalan yang bersumber dari wahyu ilahi?
Mau sampai kapan kita seperti ini?  Melihat saudara-saudara kita diperalat dan diperbodoh oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan dalam berbisnis, tidakkah kita iba terhadap mereka??
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ [البقرة/9]
“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” (QS Al-Baqarah: 9).
Wallahu a’lam.
Oleh Abu Fahd Negara Tauhid
Komentarku ( Mahrus ali ):

Untuk mengetahui kesyirikan dalam maulid baca lagi disini:
2 menit lalu

Dana sebesar itu bukan menambah pahala, tapi menambah dosa, karena di buat untuk menegakkan kebid`ahan bukan menegakkan sunnah. Jadi pada intinya untuk menghalangi tegaknya sunnah dan lestarikan bid`ah. Dan ini sangat bahaya bukan bisa menyelamatkan. Ingatlah ayat:
لِيَحْمِلُواْ أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلاَ سَاء مَا يَزِرُونَ ﴿٢٥﴾
025. (ucapan  mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.

Minggu, 17 Juni 2012

Kisah tentang maulid penuh kedustaan

Hani` al makhzumi berkata:
لَمَّا كَانَتِ اللَّيْلَةُ الَّتِي وُلِدَ فِيْهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِرْتَجَسَ إِيْوَانُ كِسْرَى ، وَسَقَطَتْ مِنْهُ أَرْبَعَ عَشْرَةَ شُرْفَةً.  وَخَمِدَتْ نَارُ فَارِسَ ، وَلَمْ تُخْمَدْ قَبْلَ ذَلِكَ بِأَلْفِ عَامٍ ،
Pada malam Rasulullah   di lahirkan, maka  istana Kisra goncang dan empat belas balkonnya  runtuh  dan api persia  padam, pada hal   seribu tahun sebelumnya  tidak pernah padam.
Itulah kisah yang terdapat dalam diba` yang sering di baca oleh masarakat kita.


DHB Wicaksono  menulis sbb:
Pengantar
Kitab Mawahibul Laduniyyah bil Minah al-Muhammadaniyyah (Karunia Ilahiah dalam Bentuk Karunia Muhammadaniyyah) ditulis oleh Imam Ahmad Shihabuddin ibn Muhammad ibn Abu Bakr al-Qastallani (wafat 923H/1517 M), seorang ahli hadits yang mengarang syarah Sahih Bukhari (Irsyad as-Sari). Kitab Mawahib karangan beliau ini adalah kitab yang berisi biografi Nabi Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam.

===============================================
A’uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahiim
Wassholatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiyaa-i wal Mursaliin Sayyidina
Muhammadin wa ‘ala aalihi wasahbihi ajma’in
dari
Mawahib al-Laduniyyah bi al-Minah al-Muhammadaniyyah[*]
(Karunia Ilahiah dalam Bentuk Karunia Muhammadaniyyah)
oleh Ahmad Shihab Al Deen Al Qastallani
Kelahiran Ajaib dari Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam (bagian 2)
Di antara keajaiban-keajaiban kelahiran Nabi sall-Allahu ‘alayhi wasallam telah diriwayatkan
pula oleh Ya’qub ibn Sufyan, dengan rawi-rawi yang hasan, dalam Fath
Al Bari [1]. Ia berkata bahwa Istana Kisra, kaisar dari Persia berguncang
dan empat belas balkonnya runtuh; air Danau Tiberia menguap habis;
api Persia padam (menurut berbagai riwayat, api ini telah menyala non-
stop selama seribu tahun); dan di Langit keamanan diperketat, dengan
dipenuhi lebih banyak penjaga dan bintang penembak yang mencegah
setan bersembunyi di sana untuk mencuri berita-berita langit.
Menurut suatu riwayat dari Ibn ‘Umar (RA) dan yang lain, Nabi
Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam dilahirkan dalam keadaan telah terkhitan dan tali
pusarnya telah terputus. Anas (RA) meriwayatkan bahwa Nabi sall-Allahu ‘alayhi wasallam
bersabda, “Salah satu dari tanda-tanda kehormatan yang telah
dikaruniakan Tuhanku adalah bahwa aku dilahirkan dalam keadaan
terkhitan, dan tak seorang pun melihat bagian pribadiku.”[1]

Ihsan AM Hasibuan mencantumkan  kisah tsb dalam artikelnya " Bukti Kerasulan Nabi Muhammad Saw tanpa komentar sahih, lemah atau hasan[2]. Dan  dalam encyplopedi karya tulis Syaikh Muhammad bin Abd Wahab, kisah padam nya api di Persia dan istana raja Kisra goncang juga di cantumkan tanpa komentar derajatnya  [3]


Syaikh Athiyah Salim dari saudia  berkata:
Banyak kejadian ketika Rasulullah   di lahirkan, antara lain istana Kisra terpecah, dan bekas ini tampak sampai sekarang.  

Istana Kisra yang terpecah temboknya.  di Al Madain – Baghdad

Dari gambar itu tampak sekali bagian yang retak tembok istana Kisra. 

  
Uang emas bergambar Kisra  raja persia
Panglima Islam Sa`ad bin Abu Waqqas ketika masuk Istana  Kisra membaca ayat:
كَمْ تَرَكُوا مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ(25)وَزُرُوعٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ(26)وَنَعْمَةٍ كَانُوا فِيهَا فَاكِهِينَ(27)كَذَلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا قَوْمًا ءَاخَرِينَ
Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan,dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah-indah,dan kesenangan-kesenangan yang mereka meni`matinya,demikianlah. Dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain[1]

Syaikh Athiyah Salim melanjutkan perkataannya, ketika kami datang ke Mada`in, dan kami  datang ke istananya, aku melihat, tahu – tahu tembok yang retak setinggi  sepuluh meter.   Dan Istana sendiri  tingginya  20  meter.  Tembok bagian bawah lebarnya dua meter  dan di bagian atas lebarnya  setengah meter.  
Saya pikirkan retak itu, tahu – tahu  bagian kebudayaan di kedutaan Saudi arabia  berkata:  Apakah yang kamu cari wahai fulan !
Aku berkata: Aku ingin  tahu arah kiblat – arah Mekkah.  
Dia mengisaratkan kepada  tembok yang retak itu.  
Saya katakan: Ya, Allahu akbar.  
Dia berkata:  Ada apa ?
Aku berkata: Retak ini  lama, sebab ada hadis  yang menyatakan  retak tembok itu ketika Rasulullah   di lahirkan
Lalu beberapa pejabat pariwisata  di sana  di  tanya, kapan hal itu terjadi ?
Mereka  berkata: Kita di lahirkan dan retak itu sudah ada, dan secara  historis kami tidak mengerti.  Jadi  retak ini  sudah ada di istana  itu sampai sekarang [2].
Doktor Ridwan Rusydi mencantumkan kisah itu dalam artikelnya " Maulid " [3]


Komentarku ( Mahrus ali ):
Orang – orang  baghdad sendiri tidak mengerti tentang sejarah retaknya bangunan tsb, dan nenek moyang mereka  tidak menceritakan bahwa retak itu  ketika Rasulullah   di lahirkan, bahkan  orang yang bertanggung jawab tentang  wisata sendiri tidak mengerti asal usul  dan sejarah  retaknya istana itu, lalu  bagaimanakah orang Saudi bisa menentukan bahwa retaknya  itu ketika Rasulullah   di lahirkan. Pada  hal kisah tsb bukan hadis tapi cerita  Hani` al mahzumi yang belum tentu benar.  
Tentang kapan retaknya, tidak bisa di katakan  ketika Nabi    di lahirkan dan itu butuh data yang akurat dan refrensinya tidak ada untuk masalah itu.  
قَالَ ابْنُ عَسَاكِرَ: حَدِيْثٌ غَرِيْبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيْثِ مَخْزُوْمٍ عَنْ أَبِيْهِ تَفَرَّدَ بِهِ أَبُو أَيُّوبَ الْبَجَلِي: أَيْ وَمَا تَفَرَّدَ بِهِ لاَ يُحْتَجُّ بِهِ
Ibnu Aasakir berkata: Hadis nyeleneh  kami tidak mengetahuinya  kecuali dari  hadis Makhzum dari ayahnya  dan  hanya  Abu Ayyub al bajali yang meriwayatkannya   Dan ia tidak bisa di buat hujjah  bila sendirian.  [4] Jadi kisah itu tidak valid dan tidak usah di percaya.
Abu Nuaim sendiri meriwayatkannya  tapi kurang percaya padanya.  Beliau memang suka meriwayatkan hadis – hadis mungkar, bahkan palsu  tanpa komentar  di harapkan  orang – orang akan mengetahui derajat hadis dari sanadnya.  
Mereka mengeritik Abu Nuaim dan Ibnu mandah, dan masing – masing di keritik karenanya 
Dzahabi menyatakan: Saya tidak menerima perkataan keduanya, aku tidak tahu dosa besar karena  keduanya meriwayatkan  hadis – hadis palsu  tanpa komentar.  [5]


Bangunan ini dekat dengan istana Kisra, ia sebagai benteng  lima puluh km  dari Karbela` Ia berada di barat daya  Karbela`. Ia sebelah darat daya  dari Bagdad, jaraknya  sekitar 83 km.  




[1] Ad dukhon 26- 28
[2] Pelajaran Syaikh Athiyah Salim  hal 11/26
[4] Majalah al manar m 861/8
[5] Majalah al manar m 861/8


 



[1] www.muslimdelft.n
[2] amanhasibuan.blogspot.com
[3] Mausuah muallafat syaikh Muhammad bin Abd Wahab  50/8