Sumber : http://blogseotest.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-artikel-terkait-bergambar.html#ixzz2HNYeE9JU

Pages

Blogroll

Jumat, 21 Desember 2012

LKPSI nilai SBY lakukan standar ganda terhadap peristiwa penembakan di Poso


JAKARTA (Arrahmah.com) - Direktur Lembaga Kajian Politik dan Syari'at Islam (LKPSI) Ustadz Fauzan Al Anshori mempertanyakan sikap Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai menerapkan standar ganda atas aksi penembakan. SBY menurutnya  begitu cepat dan tegas mengomentari peristiwa penembakan terhadap aparat Brimob di Poso, Kamis (20/12) ketika penembakan itu diduga dilakukan oleh Umat Islam.



"Tapi, jika pelakunya orang kafir yang terang-terangan ingin memisahkan diri dari NKRI, kenapa dia tidak segera bersikap? Presiden macam apa itu?" tegas Ustadz Fauzan kepada arrahmah.com, Jum'at (21/12) Jakarta.



Ia juga mempertanyakan sikap Presiden yang bergelar Knight Grand Cross in the Order of  Bath ini yang membisu terhadap serangan teror  yang dilakukan oleh kelompok bersenjata OPM di Papua.



"Kenapa dia tidak perintahkan Densus 88 serbu OPM? Takut austaralia atau Amrik? Jangan munafik" lontar Ustadz Fauzan.



Sebagaimana diberitakan, SBY menginstruksikan jajaran aparatnya baik Polri dan TNI yang bertugas di Poso, Sulawesi Tengah, untuk lebih waspada. Ia juga menegaskan menegaskan, kelompok bersenjata tidak boleh ada di negeri ini seberapa pun besarnya. Itu prinsip yang harus dijalankan dan ditegakkan. "Itulah tugas kepolisian dan TNI sesuai dengan UU yang telah diterapkan di republik ini," ujarnya. (bilal/arrahmah.com)

Komentarku ( Mahrus ali): 

 Begitulah presiden Indonesia yang menurut sebagian orang di katakan Amirul mukminin bukan amirul kafirin. Tapi sayang  selalu membela kepentingan non muslim dan berbahaya  bagi kaum muslimin. . Sejak dulu, Soekarno juga di anggap sebagai amirul mukminin bukan amirul kafirin tapi juga membela kepentingan non muslim  bukan kaum muslimin, bahkan bahaya bagi kaum muslimin. Jangan kagum, mengapa hal ini sulit di hindari dari penguasa Istana. Ingat saja ayat:

  وَاسْتَكْبَرَ هُوَ وَجُنُودُهُ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ إِلَيْنَا لَا يُرْجَعُونَ فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ   وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يُنْصَرُونَ وَأَتْبَعْنَاهُمْ فِي هَذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ هُمْ مِنَ الْمَقْبُوحِينَ

" Fir`aun dan bala tentaranya congkak  di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.Maka Kami hukumlah Fir`aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke Neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.Dan Kami beri la`nat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah)[1].

. 




[1] Al Qashas 32- 42

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi komentar dengan baik