Sumber : http://blogseotest.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-artikel-terkait-bergambar.html#ixzz2HNYeE9JU

Pages

Blogroll

Sabtu, 12 Mei 2012

Mengenakan parfum




S.Bolehkah seorang perempuan mengenakan  parfum diluar rumah ?
J. Mengenakan  parfum diluar rumah  termasuk larangan  sebagaimana hadis:
لَا تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللَّهِ مَسَاجِدَ اللَّهِ وَلَكِنْ لِيَخْرُجْنَ وَهُنَّ تَفِلَاتٌ *
Janganlah melarang perempuan – perempuan untuk pergi ke masjid – masjid, tapi keluarlah dengan  bau apak ( tidak mengenakan minyak wangi ). [1]
Ada hadis lagi sbb:
عَن الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِقَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ *
   Dari Al asyari  berkata: “ Rasulullah SAW  bersabda:  Setiap perempuan  yang mengenakan minyak wangi, lalu melewati suatu kaum  agar baunya di rasakan, maka dia berzina.   [2]
    Ia juga di riwayatkan oleh Al Baihaqi, Thobrani dan Al  Hakim  dengan  tambahan:   
    Dan setiap mata berzina “.
Waktu  mendatangi salat Isya`, perempuan juga di larang mengenakan  parfum sebagaimana  hadis sbb: 
Zainab Assaqafiyah berkata:   Rasulullah SAW  bersabda:
إِذَا شَهِدَتْ إِحْدَاكُنَّ الْعِشَاءَ فَلَا تَطَيَّبْ تِلْكَ اللَّيْلَةَ *
Bila salah seorang di antara kalian ( kaum perempuan  ) mendatangi salat Isya`, jangan  mengenakan parfum pada malam itu “. [3]
Menurut riwayat Abu dawud sbb:
 Abu Hurairah ra  menjumpai seorang perempuan yang  parfumnya semerbak, ekor roknya terhembus angin ,lalu berkata:
يَا أَمَةَ الْجَبَّارِ جِئْتِ مِنَ الْمَسْجِدِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ وَلَهُ تَطَيَّبْتِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ حِبِّي أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ لِامْرَأَةٍ تَطَيَّبَتْ لِهَذَا الْمَسْجِدِ حَتَّى تَرْجِعَ فَتَغْتَسِلَ غُسْلَهَا مِنَ الْجَنَابَةِ قَالَ أَبمو دَاومد الْإِعْصَارُ غُبَارٌ *
 Wahai perempuan.Kamu datang dari masjid ?
Dia menjawab:”Ya “.
  Abu Hurairah  bertanya: ‘Kamu berminyak wangi karenanya ?”.
Dia menjawab:”Ya “.
Abu Hurairah ra berkata:”  Sesungguhnya  aku mendengar kekasihku Abul Qasim bersabda:”  Salat seorang perempuan yang berparfum untuk masjid ini tidak di terima hingga pulang, lalu mandi sebagaimana mandi jinabat “. [4]
 Waktu dahulu ada parfum untuk perempuan dan ada  yang untuk lelaki  sebagaimana  hadis sbb:
غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ وَسِوَاكٌ وَيَمَسُّ مِنَ الطِّيبِ مَا قَدَرَ عَلَيْهِ
Mandi dihari Jumat wajib bagi orang yang telah bermimpi mengeluarkan air mani, begitu juga siwak dan mengenakan parfum yang dimilikinya.
Sebagian  riwayat sbb:
وَلَوْ مِنْ طِيبِ الْمَرْأَةِ *
Sekalipun parfum perempuan [5]
Wanita dirumah di perkenankan mengenakan parfum sebagaimana  hadis
Zainab  bin Abu Salamah ra berkata:
ثُمَّ دَخَلْتُ عَلَى زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ حِينَ تُوُفِّيَ أَخُوهَا فَدَعَتْ بِطِيبٍ فَمَسَّتْ بِهِ ثُمَّ قَالَتْ مَا لِي بِالطِّيبِ مِنْ حَاجَةٍ غَيْرَ أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُولُ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ تُحِدُّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا *
Aku masuk kepada Zainab  binti Jahsyin ( istri Rasulullah SAW  ) ketika saudara lelakinya meninggal dunia.Dia minta di ambilkan minyak wangi lalu mengenakan nya. Beliau berkata:”  Aku sebetulnya tidak membutuhkan minyak wangi, hanya saja aku mendengar  Rasulullah SAW  bersabda  diatas mimbar:” Bagi seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian tidak halal untuk berkabung kepada mayat melebihi tiga hari  kecuali kepada suami,maka  harus 4 bulan 10 hari  [6]
   Zainab  binti Jahsyin istri Rasulullah SAW  yang dikawinkan oleh Allah secara langsung  sebagaimana  ayat:
فَلَمَّا قَضَى زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا لِكَيْ لَا يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِي أَزْوَاجِ أَدْعِيَائِهِمْ إِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًا وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا
Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang  mukmin  untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.[7]
 Karena  itu Zainab bangga sebagaimana  hadis: Anas ra  berkata:
جَاءَ زَيْدُ بْنُ حَارِثَةَ يَشْكُو فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عليه وَسَلَّمَ يَقُولُ اتَّقِ اللَّهَ وَأَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ قَالَ أَنَسٌ لَوْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عليه وَسَلَّمَ كَاتِمًا شَيْئًا لَكَتَمَ هَذِهِ قَالَ فَكَانَتْ زَيْنَبُ تَفْخَرُ عَلَى أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عليه وَسَلَّمَ تَقُولُ زَوَّجَكُنَّ أَهَالِيكُنَّ وَزَوَّجَنِي اللَّهُ تَعَالَى مِنْ فَوْقِ سَبْعِ سَمَوَاتٍ
Zaid bin Haristah datang mengadukan kasusnya ,  lalu  Nabi SAW bersabda: “ Bertakwalah kepada Allah , dan tahanlah istrimu ,jangan dicerai “. Anas  berkata: “  Bila Rasulullah SAW  menyimpan sesuatu akan menyimpan ini.
 Zainab   bangga terhadap istri – istri Nabi SAW seraya berkata: “  Kalian dikawinkan  oleh  keluargamu,tapi aku di kawinkan  oleh Allah  dari atas tujuh langit “.[8]
       Zainab  mengenakan  parfum dirumahnya sekalipun tidak membutuhkannya. Seorang perempuan  juga tidak diperkenankan mengenakan  parfum ketika ditinggal mati  oleh suaminya atau dimasa  idah   sebagaimana  hadis:
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كُنَّا نُنْهَى أَنْ نُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا وَلَا نَكْتَحِلَ وَلَا نَتَطَيَّبَ وَلَا نَلْبَسَ ثَوْبًا مَصْبُوغًا إِلَّا ثَوْبَ عَصْبٍ وَقَدْ رُخِّصَ لَنَا عِنْدَ الطُّهْرِ إِذَا اغْتَسَلَتْ إِحْدَانَا مِنْ مَحِيضِهَا فِي نُبْذَةٍ مِنْ كُسْتِ أَظْفَارٍ وَكُنَّا نُنْهَى عَنِ اتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ
Dari Ummu Athiyah dari Nabi  SAW  berkata  :  “ Kami dilarang berkabung  kepada mayat  melebihi tiga hari kecuali kepada  suami, dan kami  ber  idah  4 bulan 10 hari. Kita tidak boleh bercelak, berminyak wangi,mengenakan pakaian warna kecuali  pakaian ashob ( pakaian  dari Yaman ). Di waktu suci ,ketika mandi kita diperkenankan mengenakan kayu garu.Kita  juga di larang mengikuti jenazah [9]
Ada hadis sbb:  Muhammad bin Ali  berkata:
سَأَلْتُ عَائِشَةَ أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَطَيَّبُ قَالَتْ نَعَمْ بِذِكَارَةِ الطِّيبِ الْمِسْكِ وَالْعَنْبَرِ
     Aku  bertanya kepada Aisyah,apakah Rasulullah SAW  mengenakan  minyak wangi, dia menjawab:” Ya, dengan minyak wangi yang cocok untuk lelaki  yaitu misik dan anbar “.    Lemah sanadnya [10]
 Said bin Al Musayyab berkata:
فَأَمَّا إِذَا كَانَتْ عِنْدَ زَوْجِهَا فَلْتَطَّيَّبْ بِمَا شَاءَتْ *
Bila  seorang perempuan disisi suaminya, maka mengenakan minyak wangi semaunya [11]
       Ada orang perempuan yang menggunakan bedak  harum,sabun yang  semerbak baunya seperti minyak wangi juga tidak diperkenankan  untuk salat jamaah.
  Bagi lelaki dianjurkan mengenakan minyak wangi ketika pergi ke masjid untuk menjalankan salat Jumat [12]  Ada  hadis lagi sbb:  Thowus berkata:
قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ ذَكَرُوا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اغْتَسِلُوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْسِلُوا رُءُوسَكُمْ وَإِنْ لَمْ تَكُونُوا جُنُبًا وَأَصِيبُوا مِنَ الطِّيبِ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ أَمَّا الْغُسْلُ فَنَعَمْ وَأَمَّا الطِّيبُ فَلَا أَدْرِي *
Aku berkata kepada Ibnu Abbas: “  Mereka menyebutkan bahwa Nabi  SAW  bersabda:”Mandilah pada hari Jumat,cucilah  kepalamu sekalipun kamu tidak junub, dan pakailah minyak wangi  “.
Ibnu Abbas ra  berkata:”   Kalau mandi benar ,kalau minyak wangi,aku tidak tahu “. [13]
   Dianjurkan mengenakan  minyak wangi karena ittiba` kepada Rasulullah SAW  sebagaimana  hadis sbb:   Aisyah ra  berkata:
كُنْتُ أُطَيِّبُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَطْيَبِ مَا يَجِدُ حَتَّى أَجِدَ وَبِيصَ الطِّيبِ فِي رَأْسِهِ وَلِحْيَتِهِ *
 Aku mengolesi minyak wangi kepada  Rasulullah SAW ,hingga aku melihat kilauan minyak di kepala dan jenggotnya [14]
Sumamah  berkata:
كَانَ أَنَسٌ رَضِي اللَّه عَنْه لَا يَرُدُّ الطِّيبَ قَالَ وَزَعَمَ أَنَسٌ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَرُدُّ الطِّيبَ *
Anas tidak pernah menolak hadiyah minyak wangi,lalu berkata  bahwa Nabi  SAW  tidak pernah menolak hadiyah minyak wangi [15]
Minyak paling harum adalah misik,Rasulullah SAW  bersabda:
وَالْمِسْكُ أَطْيَبُ الطِّيبِ *
Minyak misik adalah minyak paling harum [16]
Ada orang yang tempat sujudnya di kasih minyak wangi.
Kita katakan:” Kami belum menjumpai dalilnya “.  Sebab  tempat sujud Rasulullah SAW  dan para sahabatnya adalah tanah asli sebagaimana hadis:
وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ  أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ فَلْيُصَلِّ
Bumi di jadikan  tempat sujud dan alat suci ( untuk tayammum )Setiap lelaki  yang   menjumpai waktu sholat , sholatlah ( di tempat itu ) ………[17]
Ada orang  yang mengenakan minyak wangi ketika akan menjalankan salat.
Kita  katakan , kita hanya menjumpai hadis sbb:
ً مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ
Barang siapa makan bawang merah ,putih, bawang bakung, jangan sekali –kali mendekat masjid kami. Sesungguhnya  malaikat sakit hati  terhadap apa yang membikin sakit hati banu Adam “. [18]
Mestinya masjid di beri minyak wangi agar baunya harum sebagaimana hadis:Aisyah ra berkata:
أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبِنَاءِ الْمَسَاجِدِ فِي الدُّورِ وَأَنْ تُنَظَّفَ وَتُطَيَّبَ
Rasulullah SAW  memerintah agar membangun masjid diperkampungan, dijaga kebersihannya dan diminyaki  denganminyak wangi.[19] 
Tirmizi yang meriwayatkannya  menyatakan  hadis tsb mursal ( lemah ).  Ibnu Hibban menyatakan  sahih. Wallahu a`lam
       Namun secara kenyataan kami belum menjumpai hadis yang menyatakan  bahwa Rasulullah SAW  atau sahabatnya  memberikan minyak wangi untuk masjid.. 
Bacalah lagi diblog ke dua : www.mantankyainu2.blogspot.com



[1] HR Abu Dawud /Sholat / 565. Ahmad / Baqi musnad muktsirin / 9362,9794,1o454. Syekh Nashirud din menyatakan sahih .
[2] HR Ahmad / 19212/Musnad kufiyin  Tirmidzi /Adab / 2786 Nasai /Zinah /5126 . Abu dawud / Tarajjul / 4173.
[3] HR  Muslim  443
[4] HR  Abu dawud  4174

[5] HR Muslim 846
[6] Muttafaq alaih ,Bukhori 1282
[7] Al ahzab 37
[8] Muttafaq alih    Bukhori 7420
[9] Muttafaq alaih  , Bukhori 313
[10] HR Nasai 5116
[11] HR Abu Dawud 4048
[12] HR Muslim 846

[13] HR Bukhori dalam kitab sahihnya  884
[14] HR Bukhori dalam kitab sahihnya 5923
[15] HR Bukhori dalam kitab sahihnya 2582
[16] HR Muslim 2253
[17] HR Bukhori /Tayammum/ 335. Muslim / Masajid dan tempat sholat /521. Nasa`I / Ghusl wattayammu 432. Masajid/Nasa`I . Ahmad bin Hambal / Baqi  musnad muktsirin /13852. 1389.

[18] HR Muslim 564
[19] HR Tirmizi 594 .   Tafsir Ibnu kasir 293/3 Abu Dawud 124/1 Ahmad  dalam kitab musnadnya  279/6 Musnad Abu Ya`la 152/8 . Targhib  123/1 Attamhid libni Abdil bar 160/14.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi komentar dengan baik