Sumber : http://blogseotest.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-artikel-terkait-bergambar.html#ixzz2HNYeE9JU

Pages

Blogroll

Senin, 28 Mei 2012

Diba`an yang syirik di Mesir






Sabtu, 22 Maret 2008 - oleh: rubie
Dalam rangka merayakan maulid Nabi besar Muhammad SAW, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir menggelar acara diba’an dan Do’a bersama. Acara yang diselenggarakan pada Jum’at (21/03) di sekretariat PCINU Mesir itu dihadiri oleh  seluruh jajaran pengurus PCI NU Mesir dan anggota baru. Udara Kairo yang mulai memanas tak mengurangi niat warga untuk menghadiri acara, sehingga kondisi sekretariat yang tidak begitu luas dan sangat sederhana itu penuh sesak.

Sekitar pukul 16.30 CLT acara dimulai dan diawali dengan sambutan Ketua Tanfidziyah PCINU Mesir, Muhlashon Jalaluddin, Lc. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan bahwa, acara ini diselenggarakan sebagai salah satu wasilah atau usaha bagi kita untuk lebih meningkatkan rasa cinta dan terima kasih kita kepada baginda Nabi besar Muhammad SAW atas segala perjuangan yang telah beliau lakukan untuk kita, “Dengan melaksanakan diba’an ini, kita semakin menghayati akan kelahiran nabi Muhammad dan perjuangan-perjuangan yang telah beliau lakukan”, tuturnya.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan diba’an yang dipimpin oleh group Hadrah an-Nahdlah yang berada di bawah naungan Lembaga Seni dan Budaya Nahdlatul Ulama (LSBNU). Sesaat suasana menjadi hening. Namun sejurus kemudian ruangan bergemuruh dan menggema setelah  Hadrah an-Nahdlah memimpin seluruh hadirin untuk melantunkan sya’ir-sya’ir diba’an.

Menutup sekaligus melengkapi agenda petang hari itu, Ust. Jamaluddin Achmad Kholiq, MA, Wakil Rois Syuriah PCINU Mesir, memimpin do’a bersama. Seluruh hadirin tertunduk khusyu’ menyimak lantunan do’a sekaligus mengamininya. Momentum agung itu nampaknya mampu menghadirkan suasana syahdu tersendiri di sela-sela acara. Usai pembacaan do’a, acara dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjama’ah, dan ditutup dengan menyantap hidangan sederhana. (rubie)[1]

Komentar penulis buku:
Begitulah diba`an telah menjalar ke mana – mana, dan  budaya suatu komunitas akan terbawa – ke negri manapun mereka tinggal . Ia telah mendarah daging dan rasanya sulit untuk di tebang sampai ke akar- akarnya  . Pada hal dalam diba` banyak kesyirikan, kepalsuan, dan hadis – hadis palsu . Saya dulu juga begitu, ketika  saya dalam komunitas mereka dan saya  juga mengaku benar dan tidak mau di salahkan dan saya juga akan mengatakan kepada orang yang menyalahkan kamu extrim, berpikiran picik, dangkal dan mengartikan  hadis secara leterlek . Saya ingat omongan musuh – musuh Nabi Nuh sbb:
فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلاَّ بَشَرًا مِثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلاَّ الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَى لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَ(27)
Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta".[2]

Dalam artikel itu  di katakan:
 Seluruh hadirin tertunduk khusyu’ menyimak lantunan do’a sekaligus mengamininya
Komentar penulis buku:
Tentang husyu meskipun orang kristen ketika mengamini doa dari sang pendeta juga merasa husyu` dan kadang  bisa menangis . Saya lihat sendiri di Mekkah, mayoritas orang – orang syi`ah kalau berdoa juga  husyu` dan menangis . Pada  hal mereka  ahli b id`ah dan syirik sekali, karena mereka suka minta – minta kepada ahli kubur . Dan  tiada kuburan di dunia yang paling banyak  pengunjungnya dari pada  kuburan syi`ah . Merekalah para pecinta kubur yang hidup di era tehnologie canggih ini .  Biasanya ahli hadis dan salafy tidak termasuk pecinta kuburan sebagaimana  orang – orang syi`ah .
Doa dalam diba` itu mengandung kesyirikan dan banyak kekeliruannya lalu di amini, ber arti simpati dan condong kepada kesyirikan, bisa  jadi ikut syirik. Karena itu tidak boleh mendatangi ritus mereka.  Allah berfirman:
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.[3]
Hasan berkata:
لاَ تُجَالِسُوا أَصْحَابَ الْأَهْوَاءِ ، وَ لاَ تُجَادِلُوْهُمْ وَ لاَ تَسْمَعُوا  مِنْهُمْ .
Jangan duduk bersama orang – orang yang suka mengikuti nafsunya, jangan debat dengan mereka dan jangan mendengar perkataan mereka.


[1] www.numesir.org
[2] Hud 27
[3] Al kahfi 28

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi komentar dengan baik