Sumber : http://blogseotest.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-artikel-terkait-bergambar.html#ixzz2HNYeE9JU

Pages

Blogroll

Kamis, 17 Mei 2012

Silatur rahmi kepada kerabat yang ahli bid`ah





Kebanyakan ahli bid`ah itu syirik, karena ritual yang mereka lakukan penuh dengan kesyirikan, bacalah buku mantan kyai NU menggugat solawat dan dzikir syirik atau dengarkan cd pengajian mantan kyai NU.
Kita tidak diperkenankan simpati kepada orang zalim sebagaimana  ayat:
وَلاَ تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لاَ تُنْصَرُونَ(113)
Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. Surat Hud.

Pada hal orang syirik termasuk orang yang dzalim, lihat ayat sbb:
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar"   Luqman 13
Di antara  kesyirikan adalah kalimat sbb :
يٰاسَيِّدِى يَارَسُوْلَ الله خُذْ بِيَدِى
                             مَالىِ سِوَكَ وَلاَ أَلْوِى عَلىٰ أَحَدِ
فَأَنْتَ نُوْرُ الْهُدٰى فىِ كُلِّ كَائِنَةٍ
                             وَأَنْتَ سِرُّ النَّدَى يَاخَيْرَ مُعْتَمَدِى

wahai tuanku , wahai Rasulullah ! peganglah tanganku
Aku tidak memiliki orang lain selain anda , dan aku tidak melambaikan tangan kepada seseorang.
Anda adalah cahaya petunjuk di setiap mahluk
Anda rahasia kemurahan , wahai sandaraku yang terbaik.

Ket : Kalimat peganglah tanganku  ditujukan kepada Rasulullah SAW  adalah kesyirikan yang dilakukan oleh penyair , apalagi  di jadikan sebagai sandaran hidup. Tiada sahabat yang melakukan sedemikian . Ini bid`ah yang syirik. Hindarilah

Kita berkunjung kepada kerabat yang ahli bid`ah termasuk simpati yang di larang dalam ayat Hud 113 tadi. Juga di larang dalam ayat  sbb:
لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا ءَابَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللهِ أَلاَ إِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan  Rasul -Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung[1]

Tapi bila mereka berbuat baik, kita juga tidak akan berbuat jelek kepada mereka sebagaimana ayat ini:
لاَ يَنْهَاكُمُ اللهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.[2]

Kita tidak boleh saling mengunjungi dengan gaya akrab sedang sesama  ahlus sunnah malah menjauh,   Dengan ahli bid`ah , berhubungan  dengan kesenangan , lalu sesama ahlus sunnah saling benci dan putus hubungan. Ini kekeliruan bukan kebenaran, langkah di jalan setan bukan dijalan Allah.


[1] Al Mujadilah 22

[2] Al Mumtahinah 8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi komentar dengan baik