Sumber : http://blogseotest.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-artikel-terkait-bergambar.html#ixzz2HNYeE9JU

Pages

Blogroll

Jumat, 20 Januari 2017

Hadis lemah tentang siksa kubur ke 4


Komentarku ( Mahrus ali):

Ustadz Roidah LC menyampaikan  hadis sbb :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَائِطٍ مِنْ حِيطَانِ الْمَدِينَةِ أَوْ مَكَّةَ فَسَمِعَ صَوْتَ إِنْسَانَيْنِ يُعَذَّبَانِ فِي قُبُورِهِمَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ))  يُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ ثُمَّ قَالَ بَلَى كَانَ أَحَدُهُمَا لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ وَكَانَ الْآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ دَعَا بِجَرِيدَةٍ فَكَسَرَهَا كِسْرَتَيْنِ فَوَضَعَ عَلَى كُلِّ قَبْرٍ مِنْهُمَا كِسْرَةً فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ تَيْبَسَا أَوْ إِلَى أَنْ يَيْبَسَا((



Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melewati sebuah tembok di Madinah atau Makkah lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang disiksa dalam kubur mereka, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda : (( sesungguhnya mereka berdua sedang disiksa dan tidaklah mereka disiksa karena satu perkara besar, kemudian beliau berkata : benar karena perkara besar, yaitu satu seorang dari mereka tidak menjauhi manusia atau tidak bersih ketika buang air kecil, dan yang lain selalu mengadu domba, lalu beliau meminta pelepah kurma dan membelahnya dan meletakkannya pada setiap kuburan, lalu beliau ditanya : kenapa anda melakukan itu Ya Rasulullah ? beliau berkata : mudah-mudahan mereka diringankan siksanya selama pelepah itu masih basah )) HR Imam Bukhari dan Muslim

Komentarku ( Mahrus ali):

Al bani menyatakan  hadis tsb sahih [1] Ia juga di cantumkan dalam sahih sunan Ibnu Majah 347 . Namun saya pernah menjumpai di Internet , al bani menyatakan hadis tsb  hasan lighoirih .
Menurut  ku  , perkataan seperti itu menunjukkan  sanad nya cacat .

Segi redaksi hadis  juga kacau .
Ibnu Hajar berkata :
وَرَوَاهُ أَبُو مُوْسَى الْمَدِيْنِي فِي كِتَابِ التَّرْغِيْبِ مِنْ هَذَا اْلوَجْهِ وَلَفْظُهُ مَرَّ عَلَى قَبْرَيْنِ مِنْ بَنِي مَاتَتْ هَلْكًا فِي الْجَاهِلِيَّةِ
Abu Musa  al madini  dalam kitab targhib  meriwayatkan hadis itu  dari jalur ini  dengan tambahan kalimat :  Rasulullah   melewati dua kuburan  dari suatu bani ………. Yang mati waktu jahiliyah .
وَوَقَعَ فِي اْلأَوْسَطِ ِللطَّبْرَانِي مِنْ حَدِيْثِ جَابِرٍ مَرَّ عَلَى قُبُوْرِ نِسَاءِ سَمْكَوَيْه فِي الْجَاهِلِيَّةِ مِنْ بَنيِ مَاتَتْ
Dalam Mu`jam Ausath  karya Thabrani dari hadis Jabir , Rasulullah   melewati kuburan –kuburan perempuan Samkawaih di waktu jahiliyah  yang meninggal dunia dari Banu…………………[2]

مَرَّ بِقَبْرَيْنِ " زَادَ اِبْن مَاجَهْ " جَدِيدَيْنِ
Rasulullah   melewati dua kuburan , Ibnu majah menambah dengan kalimat : " baru "

وَإِنَّهُ لَكَبِيْرٌ " وَهَذَا مِنْ زِيَادَاتِ رِوَايَةِ مَنْصُورٍ عَلَى الْأَعْمَشِ وَلَمْ يُخْرِجْهَا مُسْلِمٌ
Sesungguhnya ia dosa besar . dan ini  termasuk tambahan  riwayat Manshur melebihi riwayat Al a`masy , tapi Imam Muslim tidak meriwayatkan begitu . [3]
 Komentarku ( Mahrus ali):

Dari redaksi hadis jelas kacau  dan ini tanda kelemahan hadis tsb  dan tidak perlu lagi  di nyatakan sahih .

Sanadnya sbb :
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
Dalam riwayat lainnya sbb :
حَدَّثَنَا ابْنُ سَلَامٍ أَخْبَرَنَا عَبِيْدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
Perawi bernama  Abidah bin Humaid selalu berkata benar , juga sering keliru., bahkan Imam  Dzahabi tidak kenal kepadanya
وَ قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَلِى ابْنِ الْمَدِيْنِى ، عَنْ أَبِيْهِ : أَحَادِيْثُهُ صِحَاحٌ ، وَ مَا رَوَيْتُ عَنْهُ شَيْئًا . وَ ضَعَّفَهُ .
Abdullah bin Ali bin Al madini menyatakan dari ayahnya  : Hadis – hadisnya sahih , dan aku tidak pernah meriwayatkan hadis dari padanya  , lalu  dia adalah perawi lemah.
رَوَى لَهُ الْجَمَاعَةُ سِوَى مُسْلِمٍ . اهـ .
Segolongan ahli hadis meriwayatkan hadis dari padanya kecuali muslim . [4]
Sanad Manshur dalam meriwayatkan  hadis tsb sbb :


عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ
Dari Manshur dari Mujahid dari Ibnu Abbas . [5]
Manshur tsb bernama  Manshur bin Al mu`tamir assalmi al kufi [6]

 Hadis tentang dua orang di siksa dalam kuburan itu  di riwayatkan  oleh Bukhari  216, Muslim 292 Tirmidzi 70 Nasai 2060 Abu dawud 20 Ibnu Majah 347 , Ahmad 229, Darimi 739 , Al Muhalla  323 /1 , Musnad jami` 438/18 . Seluruh jalurnya  ada yang dari al a`masy dan ada  yang dari Manshur .  Al a`masy sekalipun terkenal  tokoh juga terkenal  suka menyelinapkan perawi lemah > jadi  hadisnya  tidak bisa di buat landasan . Jadi sekarang ada perawi tunggal  yaitu Manshur belaka .

Abd Rahman bin Abu hatim berkata : 
اْلأَعْمَشُ حَافِظٌ يُخَلِّطُ وَ يُدَلِّسُ
Al a`masy hafiz , hapalannya kabur dan suka menyelinapkan perawi lemah [7]

Komentarku ( Mahrus ali):

Tadlis atau menyelinapkan perawi lemah adalah bentuk kedustaan yang berbahaya .
Apalagi dalam masalah meriwayatkan hadis yang akan di buat landasan generasi di sepanjang masa dan di manapun berada.
وَ فِى " شَرْحِ الْبُخَارِى " ِللْقُطْبِ الْحَلَبِى إِنَّ مِنَ اْلكَبَائِرِ أَنْ لاَ يَسْتَبْرِىءَ مِنْ بَوْلِهِ بَعْدَ حِكَايَةِ كَلاَمِ التِّرْمِذِى فِى " اْلعِلَلِ " مَا نَصُّهُ : مُجَاهِدٌ مَعْلُوْمُ التَّدْلِيْسِ فَعَنْعَنَتُهُ لاَ تُفِيْدُ الْوَصْلَ ، وَ وُقُوْعُ اْلوَاسِطَةِ بَيْنَهُ وَ بَيْنَ ابْنِ عَبَّاسٍ . انتهى .
وَلَمْ أَرَ مَنْ نَسَبَهُ إِلَى التَّدْلِيْسِ ، نَعَمْ إِذَا ثَبَتَ قَوْلُ ابْنِ مَعِيْنٍ أَنَّ قَوْلَ مُجَاهِدٍ " خَرَجَ عَلَيْنَا عَلِىٌّ " لَيْسَ عَلَى ظَاهِرِهِ فَهُوَ عَيْنُ التَّدْلِيْسِ ، إِذْ هُوَ مَعْنَاهُ اللُّغَوِى وَ هُوَ اْلإِبْهَامُ وَ التَّغْطِيَةُ ، وَ قَدْ قَالَ ابْنُ خَرَّاشٍ : أَحَادِيْثُ مُجَاهِدٍ عَنْ عَلِىٍّ مَرَاسِيْلُ ، لَمْ يَسْمَعْ مِنْهَا شَيْئًا .
Dalam syarah Bukhari karya Al Quthb al halabi , sesungguhnya termasuk dosa  seseorang tidak menuntaskan air kencin gnya   setelah keterangan Imam  Tirmidzi dalam kitab al ilal sbb :
Mujahid  adalah terkenal dengan tadlis ,.Jadi bila dia meriwayatkan hadis dengan kalimat an  tidak bisa di katakan bersambung sanadnya . Jadi harus ada perawi lagi antara  dia dan Ibnu  Abbas . [8]
Saya tidak menjumpai orang yang mengatakan Mujahid adalah mudallis . Namun bila  perkataan Ibnu Main bahwa Mujahid pernah bilang : Ali bin  Abu Thalib keluar kepada kita "   tidak  di artikan secara leterlek . Ini adalah  tadlis . Sebab  maknanya  adalah menyimpan . Sungguh Ibnu Kharrasy menyatakan : Hadis – hadis Mujahid  dari Ali adalah mursal , dia tidak mendengar  dari padanya .
I
Komentarku ( Mahrus ali):

Hadis tentang  dua orang yang tersiksa dalam kuburan itu  seluruhnya  dari Mujahid yang terkenal  Mudallis itu . Dan beliau adalah jalur tunggal , Tiada perawi lain yang meriwayatkannya . Mengapa  mereka tidak mau meriwayatkannya  . Pada  hal di antara mereka ada orang yang alim , saleh , ahli bicara dan mampu untuk bercerita . Mereka bungkam saja , apakah Mujahid saja yang bercerita seperti itu . Ini sisi kelemahan yang sangat . Jadi ia tidak bisa di buat pegangan .

.


[1] Sahin wa dhoif sunan Nasai
[2] Mukaddimah al fath 250/1
[3] Fathul bari  341/1
[4] Mausuah ruwatil hadis  4408
[5] Musnadul jami` 439/18
[6] Tuhaftil asyraf  187/7
[7] Mausuah ruwatil hadis  6908
[8] Mausuah ruwatil hadis  6481

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi komentar dengan baik